Permohonan Abu Bakar Ditolak Hakim

0
15

Dumai, kompasriau-Hakim Pengadilan Negeri (PN) klas IA Dumai, Muhammad Sacral Ritonga SH, Jumat (20/10/2017), menolak gugatan pemohon praperadilankan Polres Dumai.

Abu Bakar melalui kuasa hukumnya, Asep Ruhiat SH dan rekannya, Fitri Andrison SH, sebelumnya mempraperadilankan Polres Dumai selaku termohon lewat PN Dumai, terkait status tersangka kliennya, Abu Bakar yang ditetapkan oleh penyidik.

Dengan ditolaknya gugatan pemohon (Abu Bakar – red) praperadilankan termohon (Polres Dumai – red), maka status tersangka dan penahanan yang dilakukan penyidik Polres Dumai terhadap Abu Bakar, menurut hakim sudah sesuai konstruksi atau prosesdur hukum.

Sehubungan dengan itu, perkara hukum atas nama tersangka Abu Bakar yang sedang ditangani pihak polres Dumai akan bergulir ke kejaksaan kejari Dumai hingga ke pengadilan untuk proses sidang.

Sebagaiman dirilis media ini sebelumnya, status tersangka yang disandang Abu Bakar, berangkat dari dugaan sengketa utang piutang antara Abu Bakar dengan Rahmat Harahap.

Utang piutang antara Abu Bakar dan Rahmat Harahap yang notabene sama-sama pengusaha papan atas di Kota Dumai itu berawal ketika mereka menjalin kerjasama usaha semen curah.

Abu Bakar adalah selaku Direktur PT Nilam, merupakan distributor resmi semen padang di Kota Dumai, sedangkan Rahmat Harahap alias Ucok Harahap adalah selaku pembeli atau konsumen dalam kerja sama semen curah dimaksud.

Informasi diperoleh media ini, saat kesepakatan kerjasama tersebut terjalin, Rahmat Harahap disebut menyuntik dana miliaran rupiah kepada Abu Bakar.

Singkat cerita berjalan tahun kerjasama dimaksud, terjadi selisih paham didalamnya, antara Abu Bakar dengan Ucok Harahap selaku pihak PT Beton Mitra Perkasa sebagai pembeli semen curah dari PT Nilam (Abu Bakar – red).

Menurut pihak PT Beton Mitra Perkasa (BMP),Ucok Harahap, bahwa uang miliaran yang pernah dikucurkan untuk PT Nilam masih ada selisih sekitar 2 atau 3 miliar lagi, namun menurut Abu Bakar jumlahnya tidak sebesar yang diakui Ucok Harahap.

Berangkat dari persoalan jumlah selisih uang tersebut, maka terjadilah sengketa utang piutang didalamnya.

Menurut penasehat hukum, Abu Bakar kepada awak media ini, bahwa belum ada singkronisasi untuk menghitung berapa sebenarnya jumlah selisih utang piutang antara Abu Bakar dengan Ucok Harahap, namun Abu Bakar dilaporkan ke Polres Dumai oleh Rahmat Harahap alias Ucok dengan tuduhan dugaan penipuan dan penggelapan.

Hingga berita ini kembali dirilis, awak media ini belum berhasil minta tanggapan dari Rahmat Harahap selaku pihak pelapor dalam perkara pidana dugaan penipuan dan penggelapan itu.***(Tambunan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here