Jaksa Penuntut Umum: Julbacok Dan Udin Pelor Daftar Pencarian Orang

0
210

Bengkalis,kompasriau-Kepala Kejaksaan Negeri Dumai, Mat Perang Yusuf, SH melalui Jaksa Penuntut Umum  (JPU), Hengky Fransiscus Munte, SH membenarkan bahwa penyidik Polsek Sungai Sembilan telah menetapkan Julbacok dan Udin Pelor daftar pencarian orang (DPO) dalam perkara dugaan pengelapan inti sawit di KM-9, Kecamatan Mandau-Duri.

Menurut Hengky, penyidik Polsek Sungai Sembilan, Kota Dumai sudah berupaya melakukan pencarian terhadap Julbacok dan Udin Pelor DPO, namun penyidik tidak menemukan kedua orang DPO tersebut.

“Kalau Julbacok dan Udin Pelor DPO ditemukan, bisa dilapor ke kejaksaan atau ke Polisi, karena Julbacok dan Udin Pelor sudah ditetapkan penyidik daftar pencarian orang,”ujar Jaksa Hengky kepada awak media ini, Rabu (25/10/2017).

Menanggapi hal tersebut, salah seorang warga Kecamatan Mandau-Duri, Benur Pandiangan mengatakan bahwa Julbacok DPO masih berkeliaran di tempat mafia CPO dan inti sawit yang berada di KM-9, Kecamatan Mandau.

“Tadi Julbacok masih saya lihat berada di tempat penampungan CPO yang berada di KM-9 itu, karena sampai hari ini, tempat mafia Julbacok masih bebas melakukan aktivitasnya. Kuat dugaan Julbacok kongkalikong dengan oknum aparat,”ungkap Benur Pandiangan kepada awak media ini, Rabu, (25/10/2017).

Seperti dikabarkan media ini sebelumnya, bahwa bernama Jauhari, Alex dan Heri yang merupakan sopir truck jasa angkutan CV Teman Setia pengangkut inti sawit dari PT Padasa Enam Utama Kebun Kalianta Dua Kampar berhenti di tempat mafia Julbacok untuk menukar inti sawit yang diangkutnya dengan cangkang sebanyak kurang lebih 120 ember per masing-masing truck yang dibawa Jauhari dan kawan-kawannya.

Menurut Jauhari, bahwa Alexander  dan Heri Edi sebagai sopir jasa angkutan CV Teman Setia diperintahkan mandornya bernama Udin Pelor DPO untuk memberhentikan kendaraan truck bermuatan inti sawit tersebut di tempat mafia Julbacok.

Jauhari dan kawan-kawannya mendapat uang masing-masing sekitar Rp 4 juta dari hasil menggantikan muatan inti sawit milik orang lain dengan cangkang di tempat Julbacok yang berada di KM-9,Kecamatan Mandau.

Menurut Alexander, setelah ke 3 mobil truck tersebut sampai di PT Ivo Mas Tunggal di kecamatan Sungai Sembilan, kota Dumai, pihak PT Ivo Mas Tunggal menolak untuk dibongkar muatan truck tersebut, karena dari hasil pemeriksaan pihak PT Ivo Mas Tunggal, muatan inti sawit truck tersebut bermasalah  atau berubah kadar kotorannya.

Pada tanggal 21 Juni 2017, Alexander dan saksi merasa dirugikan dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sungai Sembilan-Dumai.

Sementara itu, Humas CV Teman Setia, Tolo Sirait, ketika dikonfirmasi awak media ini via telepon genggamnya, Senin (16/10/2017), membenarkan terdakwa Jauhari, Alexander dan terdakwa Heri Edi adalah sopir truck jasa anggutan CV Teman Setia yang mengangkut muatan inti sawit dari PT Padasa Enam Utama Kebun Kalianta Dua,Kampar dengan tujuan kota Dumai.

Tolo Sirait mengaku sudah 6 tahun bekerja sebagai humas di jasa angkutan CV Teman Setia yang berada di Kecamatan Mandau, tetapi dia tidak pernah menerima uang atau imbalan dari oknum sopir truck “nakal” pengangkut inti sawit tersebut.

Julbacok dan Udin Pelor, belum berhasil ditemui awak media ini, guna konfirmasi terkait kasus tersebut.***(/JK.Situmeang).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here