Suplay LPG 3 Kg Untuk Agen Dan Pangkalan “Nakal” Dibekukan

0
1

Dumai, kompasriau-Akar masalah penyebab kelangkaan gas bersubsidi tabung 3 kg, merupakan bagian dari ulah “nakal” oknum agen dan pangkalan.

Pendistribusian dan penyaluran yang dilakukan oknum pemilik agen dan pangkalan “nakal” ini melanggar ketentuan yang berlaku sebagaimana isi surat keputusan (SK) Walikota Dumai.

Dimana isi SK Walikota Nomor 411/Disperindag/2015, tentang perubahan SK Walikota Dumai nomor 29/Disperindag/DAG/2015, soal penyesuaian kedua Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG bersubsidi tabung 3 kg di Kota Dumai sebesar Rp 18 ribu, dilanggar agen dan pangkalan “nakal”.

Kemudian pangkalan elpiji 3 kg ini menjual elpiji bersubsidi tabung 3 kg ke kedai kedai dan pengecer. Demikian ke kedai kopi, rumah makan maupun restauran dengan harga diatas HET.

Padahal sesuai aturan yang dimiliki dan diperjanjikan, pangkalan LPG 3 Kg seharusnya memprioritaskan pelayanan kepada masyarakat pengguna, baik rumah tangga, usaha mikro dan usaha Industri kecil menengah (IKM) di wilayahnya.

Kepala Dinas Perdagangan Pemerintah Kota (Pemko) Dumai, Zulkarnaen SH MH, membenarkan soal pembekuan agen dan pangkalan “nakal” itu.

Ditemui di ruang kerjanya kantor Dinas Perdagangan Pemko Dumai, siang tadi, Rabu (1/11), Zulkarnaen membenarkan soal adanya pembekuan suplay elpiji 3 kg kepada agen dan pangkalan “nakal” atas hasil temuan sidak yang dilakukan.

Zulkarnaen mengatakan, pihaknya sudah menyurati dan merekomendasikan pihak PT Pertamina (Persero) Cabang Pemasaran Pekanbaru untuk pembekuan sementara suplay LPG 3 Kg untuk agen dan pangkalan “nakal” tersebut.

“Untuk penertiban penyaluran elpiji 3 kg, disperindag merekomendasikan kepada Pertamina pemasaran di Pekanbaru untuk menghentikan sementara suplay dan pendistribusian LPG 3 Kg ke pangkalan dimaksud,” ungkap Zulkarnain.

Menurut Zulkarnaen, penindakan yang dilakukan pemerintah semata mata hanya untuk pembinaan berkelanjutan bukan untuk merugikan usaha mereka.

Tujuannya ujar Zulkarnaen, tidak lain supaya suplay atau pendistribusian elpiji bersubsidi tepat sasaran ke konsumen yang membutuhkan.

Konsumen yang dimaksut kadis ini yakni rumah tangga pengguna, usaha IKM dan usaha mikro di wilayah masing masing agen, tuturnya.***(Tambunan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here