19 Terdakwa ABK Akui Menggelapkan CPO Di Laut

0
5

Dumai, kompasriau-19 terdakwa anak buah kapal (ABK) dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Dumai,Kamis (2/2017), mengaku menggelapkan CPO alias “kencing” CPO di laut.

Penggelapan CPO kami lakukan saat perjalanan kapal tempat kami bekerja hendak bongkar di perusahaan Wilmar Group Kawasan Industri Dumai (KID) Pelintung,”ujar para terdakwa 19 orang itu saat diperiksa hakim majelis di muka persidangan.

Perkara penggelapan CPO ini terbagi dalam dua berkas dan sidang pemeriksaan para terdakwa pun dilakukan hakim yang sama secara terpisah.

Satu berkas terdakwanya berjumlah 6 orang merupakan ABK kapal Seroja 14. Mereka mengangkut CPO dari Sampit, Kalimantan Selatan (Kalsel) tujuan pabrik PT Wilmar Pelintung KID. Perkara tersebut ditangani oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Heri Susanto SH.

ABK  kencing CPO sekitar 84 ton dengan menjual ke pihak kapal pompong yang tren disebut “lawa lawa”. Hanya saja dalam perkara ini, penadahnya entah dimana.

Demikian dengan berkas perkara yang terpisah jumlah terdakwa 13 orang. Modus operandi menggelapkan alias “kencing” CPO adalah saat kapal mereka diperairan laut dari Sampit Kalsel menuju PT Wilmar di Pelintung KID.

Dari kapal Tirta Samudra 22 tempat mereka kerja, para ABK ini kencing CPO sekitar 19 ton, yang kejadian pada tanggal 13 Juli 2017 lalu, dijual kepada lawa lawa.

Kepada hakim majelis yang di pimpin Azis Muslim SH, para terdakwa mengakui mereka dapat bagian uang dari hasil jual cpo tersebut.

Hanya saja, soal bagi bagi uang minyak tersebut besar uang yang mereka terima masing masing bervariasi sesuai jabatan di dalam kapal yakni mulai dari Rp 2 500 000, hingga Rp 8 juta per orang.

Gaji para ABK ini pun demikian diterima bervariasi dari perusahaan, yakni anak buah, cincu, kamar mesin hingga nakhoda, yakni Rp 2 500 000, hinga Rp 12. 500 000,-.*** (Tambunan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here