PT Ivo Mas Tunggal Diduga Beli CPO Dari Koperasi Perambah Kawasan Hutan?

0
4

IMG-20171112-WA0010Siak,kompasriau-Koperasi Air Kehidupan (K.A.K) dan PT Dian Anggara Persada PKS Mutiara Samsam Kandis, berkapasitas olah TBS 45 ton/jam, yang berada di KM-18, Kampung Sam-Sam, Kecamatan Kandis Kabupaten Siak, diduga sudah menguasai lahan kawasan hutan seluas 7000 hektar sejak tahun 1990, tanpa izin dari Pemerintah.

Ironisnya, hingga saat ini, koperasi air kehidupan dan PT Dian Anggara Persada PKS Mutiasa Samsam Kandis, disebut bebas menjual minyak mentah/CPO hasil produksinya dari kawasan hutan kepada perusahaan besar yang beroperasi di Provinsi Riau.

Padahal jika mengacu kepada Undang-undang nomor 18 tahun 2013, pasal 8 “Pemerintah dan Pemerintah Daerah berkewajiban pemberantasan Perusak Hutan, Pasal 17 hurup (b)”Setiap Orang dilarang melakukan kegiatan perkebunan tanpa izin Menteri di dalam kawasan hutan.

Hurup (c) mengangkut dan/atau menerima  titipan hasil perkebunan yang berasal dari kegiatan hasil kegiatan perkebunan di dalam kawasan hutan tanpa Izin;

“Hurup (e) “Membeli,memasarkan dan/atau mengolah hasil kebun dari perkebunan yang berasal dari kegiatan perkebunan di dalam kawasan hutan tanpa izin, pelanggaran pasal 17 berkonsekuensi pidana dan sanksi administratib bagi individu ataupun Korporasi yang melanggarnya sangat tegas aturan ini mengatur bagi perusak kawasan hutan negara tanpa izin Menteri yang terkait,”terang salah seorang praktisi hukum kepada awak media ini, Sabtu (11/11/2017).

Berdasarkan hasil investigasi awak media ini dan tim KWRI Siak di lapangan, bahwa Crude Palm Oil/minyak mentah hasil produksi PT Dian Anggara Persada PKS Mutiara Samsam Kandis, disebut-sebut dijual kepada perusahaan pemilik tangki timbun yaitu PT Ivo Mas Tunggal dan PT Ivo Mas Tunggal Bulking Dumai yang berada di kota Dumai.

“PT Dian Anggara Persada PKS Mutiara Samsam Kandis setiap hari 5 sampai 10 truck tanki CPO dijual kepada PT Ivo Mas Tunggal dan PT Ivo Mas Bulking Dumai,”sebut sumber kepada tim kompasriau.

Terkait hal itu, Manager Operasional PT DAP, Jony Arta Bangun, ketika dikonfirmasi awak media via tetepon genggamnya, namun hingga kabar ini dimuat belum ada tanggapan atau klarifikasi.

Untuk diketahui, bahwa anggota DPRD Siak komisi II, Ir Mhd.Ariadi Tarigan menyatakan bahwa lahan perkebunan kelapa sawit Koperasi Air Kehidupan dan PT Dian Anggara Persada PKS Mutiara Samsam Kandis (PT Aek Natio Group), seluas 7000 hektar, berada di dalam kawasan hutan.

“Kami sudah pernah melaporkan kasus ini kepada aparat penegak hukum, tetapi sampai saat ini operasional koperasi air kehidupan dan PT Dian Anggara Persada PKS Mutiara Samsam Kandis masih tetap lancar melakukan aktivitas di dalam kawasan,”ungkap Mhd Ariadi Tarigan sembari memberikan bundelan foto copi dokumen kepada tim awak media ini.

Selain itu, menurut salah seorang tokoh masyarakat di Kecamatan Kandis, bahwa hingga saat ini, PT Ivo Mas Tunggal Bulking Dumai maupun PT Ivo Mas Tunggal Lubuk Gaung Dumai, diduga masih membeli CPO dari PT Dian Anggara Persada PKS Mutiara Persada Samsam Kandis dan Koperasi Air Kehidupan yang beroperasi secara ilegal di dalam kawasan hutan.***(IGS/PWRI Siak).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here