Wakil Walikota Dumai Saksikan Conference Peresmian Groundbreaking Pembangunan Pipa Gas Duri-Dumai

0
9

P_20171113_142409_1_pDumai, kompasriau-Wakil Walikota Dumai, Eko Suharjo SE, saksikan acara peresmian Groundbreaking Pembangunan Transmisi Pipa Gas Duri-Dumai lewat Video Conference, siang tadi, Senin (13/11/2017).

Acara peresmian Groundbreaking pembangunan Pipa gas Duri -Dumai tersebut, berlangsung di lingkungan kantor ESDM Jakarta oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Sedangkan di Kota Dumai-Riau, yakni bertempat di Kilang PT Pertamina Refinery Unit II dan lokasi Off Take Station (OTS) Perusahaan PGN Dumai, hanya disaksikan secara relay via video conference.

Di lokasi OTS T Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) Kota Dumai, Wakil Walikota Dumai, Eko Suharjo beserta pejabat lainnya hadir dalam acara peresmian lewat video conference itu.

Vice Pesiden PGN, Ibnu, dP_20171113_150748_1_pi lokasi OTS PGN Dumai disela kata sambutannya kepada hadirin memaparkan soal pembangunan dan pengoperasian pipa gas Duri-Dumai.

Bahwa pembangunan dan pengoperasian pipa gas Duri-Dumai kata Ibnu, adalah merupakan wujud dari sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditegaskan pemerintah dengan penugasan kepada PT Pertamina (Persero) dan PT PGN (Persero).

Hal tersebut sesuai keputuskan Menteri ESDM nomor 5975 K/12/MEM/2016, tertanggal 27 Juni 2016 dan ditindaklanjuti penandatanganan Head of Agreement (HoA) pipa Duri – Dumai 9 Juli 2017, ungkap Ibnu.

Akan tetapi ujar Ibnu, bahwa PT Pertamina (Persero) pada tanggal 27 Juli 2017, mengalihkan HoA tersebut kepada PT Pertagas selaku anak perusahaan Pertamina dengan dilanjut penandatanganan perjaP_20171113_150903_1_pnjian Kerja Sama Operasi (KSO) pembangunan Pipa Gas Duri-Dumai antara PGN dengan Pertagas, berlangsung di kantor kementerian BUMN, Jumat 10 November 2017.

Dalam perjanjian KSO antara PGN dengan PT Pertagas, PGN kata Ibu menguasai saham sebesar 40 persen sedangkan Pertagas sebesar 60 persen.

Sementara itu jelas Ibnu, bahwa Pipa gas yang di tanam dibawah tanah, memiliki diameter 24 inci dengan panjang 64 km. Sedangkan pemasangan pipa berada di titik awal dari Duri Meter Station pipa Grisik-Duri dan titik akhir di Kilang PT Pertamina Refinery Unit (RU) II Dumai.

Gas yang dialirkan pada transmisi ruas pipa merupakan milik Pertamina dan PGN dengan sumber gas dari blok Corriodor (Conoco Philips), blok Bentu (Energi Mega Persada) dan blok Jambi Merang (JOB Pertamina-Talisman).

Pipa gas Duri – Dumai, akan menyalurkan gas untuk Kilang Pertamina RU II Dumai guna konversi bahan bakar dari fuel oil menjadi gas, sehingga berpotensi meningkatkan kemampuan produksi kilang dengan kebutuhan 120 MMSCFD.

Selain itu, bahwa gas yang dialirkan dari Duri – Dumai imbuh Ibnu, bukanlah semata-mata hanya kebutuhan industri di Riau, akan tetapi juga memenuhi kebutuhan usaha perekonomian dan sektor rumah tangga, tandas Ibnu mengakhiri sembari meminta dukungan Pemko Dumai.

Dalam kesempatan relay via video conference tersebut, Wakil Walikota Dumai, Eko Suharjo SE, menyampaikan sambutan baik dan apresiasi atas kehadiran PGN di kota Dumai-Riau.

Eko mengatakan, selain sejumlah perusahaan industri CPO, PGN sudah merupakan salah satu ikon industri di kota Dumai, karena itu kata Eko berharap, PGN harus dapat menjawab persoalan gas di Riau khususnya kota Dumai.

Kelangkaan elpiji (LPG) di Kota Dumai pun tidak akan terjadi lagi,”imbuh Eko.***(Tambunan/Infotorial)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here