Aktivis Buruh Riau Kutuk Tindakan Kejam Oknum Pengurus PT. RCM

0
180

KompasRiau.com-Januari Gea 1 - CopyPekanbaru,kompasriau-Perusahaan yang bernama PT. RCM yang berlokasi di kawasan Arengka 2, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru telah membuat semua khalayak geram. Pasalnya, dari informasi yang dihimpun oleh tim awak media ini, bahwa ditemukan buruh yang diduga menjadi korban atas kekejaman dari oknum pengurus PT RCM.

Diantaranya atas nama Januari Gea, salah satu korban kebiadaban oknum pengurus PT. RCM.  “Bapak Januari Gea seakan sudah diperlakukan secara tidak manusiawi, beliau sudah mengalami kecelakaan kerja, bahkan pergelangan kakinya hampir patah,”tutur Larshen Yunus,  selaku Ketua DPD Serikat Buruh Nusantara Provinsi Riau kepada awak media ini, Selasa (21/11/2017).

“Coba anda bayangkan, beliau ini (Januari Gea-red) sudah terkena musibah, ehh malah dipecat, diusir semena-mena, sampai-sampai beliau tidak memperoleh pesangon atas kinerjanya selama ini. Bahkan yang paling keji lagi, kebun milik bapak Januari Gea dirusak oleh oknum pengurus perusahaan tersebut. Sungguh kejam kali mereka itu (oknum pengurus PT. RCM-red), “kesal Larshen Yunus.

Hari hasil investigasi tim awak media ini bersama aktivis buruh yang tergabung didalam wadah DPD SBN Riau di lapangan, ditemukan keganjalan atas permasalahan ini. “Hampir kita pastikan, konon bahwa PT. RCM sudah menyalahi aturan, wabbilkhusus apabila merujuk pada  undang-undang nomor 13 Tahun 2013 tentang ketenagakerjaan, bahkan atas kejadian ini, juga terindikasi adanya perlakuan yang menjurus pada ancam mengancam. Seperti halnya pengakuan dari salah satu karyawan perusahaan tersebut, yang tidak diperbolehkan menampung bapak Januari Gea  dirumahnya, dengan adanya  ancaman akan dipecat dari perusahaan tersebut.

“Sebenarnya kami prihatin dan ingin membantu bapak Januari Gea, namun apalah daya, kamipun dalam keadaan yang serba salah,” tukas salah satu karyawan yang tidak mau disebutkan namanya.

“Yang paling saya sesalkan atas kejadian ini adalah, tidak adanya rasa empati dari  oknum pengurus perusahaan tersebut. Mereka seakan tidak memanusiakan manusia. Mungkin mereka anggap buruh hanyalah sesuatu yang tidak berharga,”geram Ketua DPD SBN Riau tersebut.  Ditambahkan lagi, bahwa sudahlah terjatuh, malah tertimpa tangga pula. yang lebih “biadab” lagi, Kebun Singkong milik keluarga bapak Januari Gea juga dirusak secara membabibuta, ditambah lagi adanya upaya dari pihak perusahaan tersebut untuk mempersulit segala urusan yang dilakukan oleh anak istri yang bersangkutan (Januari Gea-red).

Pengamatan tim awak media ini dilapangan, bahwa ditemui beberapa karyawan dari perusahaan tersebut, namun mereka terkesan bungkam, acuh tak acuh, seperti yang disampaikan oleh salah satu karyawan yang tidak mau disebutkan namanya, dengan alasan takut dipecat. Beliau katakan bahwa mereka selaku karyawan tidak bisa berbuat apa-apa. “kami hanya buruh, hanya pekerja pak, segala sesuatunya atas perintah bos kami,” ungkap Larshen Yunus menirukan kembali pernyataan salah satu karyawan PT. RCM tersebut.

Diketahui bahwa bos yang dimaksud adalah atas nama Heri Irawan, yang merupakan Direktur Utama PT. RCM.  Atas kejadian tersebut, kami dari Serikat Buruh Nusantara Provinsi Riau akan segera mengambil sikap. Kasus ini sangat tidak dibenarkan. “Sudah seharusnya payung solidaritas antar sesama buruh kita nyalakan. Dan untuk hari ini,  Selasa (21/11/2017), mari kita semua turut mendoakan dan memberi dukungan dari saudara-saudara kita yang tergabung di dalam naungan IKNR-Ikatan Keluarga Nias Riau yang akan melakukan aksi damai di depan Kantor PT. RCM, sebagai bentuk rasa solidaritas antar sesama warga.

“Sekali lagi kami harap bagi Pemerintah yang memiliki otoritas, dalam hal ini adalah Dinas Tenaga Kerja Provinsi Riau, untuk segera menindaklanjuti pengaduan kami ini, bila perlu segera Pidanakan Perusahaan tersebut,”akhir Larshen Yunus, Ketua DPD SBN Provinsi Riau.

Direktur PT RCM, belum berhasil ditemui tim awak media, karena ketika hendak ditemui di kantor, guna konfirmasi klarifikasi soal kasus tersebut, namun hingga kabar ini ditayang, Direktur PT RCM belum berhasil dimintai tanggapannya.***

Laporan: Muhammad Alkindi Fauzi, S.IP wartawan kompasriau

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here