Polres Siak Tangani Dugaan K.A.K Menguasai Kawasan Hutan Seluas 7000 Hektar

0
225

KORBAN Kecelakaan KerjaPekanbaru,kompasriau. Kasus Koperasi Air Kehidupan (K.A.K) dan PT Dian Anggara Persada PKS Mutiara Samsam, dugaan menguasai kawasan hutan seluas 7000 hektar tanpa izin di Desa Sam-Sam,Kecamatan Kandis, sedang ditangani oleh Polres Siak.

Hal tersebut dikatakan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau, Irjen Pol Nandang via telepon genggamnya menjawab konfirmasi Pemimpin Redaksi kompasriau.com, hari ini, Kamis (23/11/2017).

Informasi akurat yang berhasil dihimpun awak media ini di kantor Dinas Koperasi Kabupaten Siak, bahwa koperasi Air Kehidupan di Kecamatan Kandis, dengan badan hukum nomor: 05/BH/IV.8/V.2007,  tanggal 15 Mei 2007, diduga memakai beberapa nama-nama  anggota dan tempat tinggal fiktif.

Saat awak media ini konfirmasi Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Siak, Wan Fajri Aulia, petugas Dinas Koperasi Kabupaten Siak menunjukan daftar nama-nama anggota koperasi air kehidupan tahun 2007, saat koperasi diajukan untuk mendapatkan legalitas badan hukum untuk mengelola perkebunan kelapa sawit yang diduga milik PT Dian Anggara Persada PKS Mutiara Samsam Kandis.

Bahkan ketika awak media ini meminta izin kepada petugas Dinas Koperasi Kabupaten Siak, agar daftar nama-nama anggota koperasi air kehidupan tersebut di foto copy guna kelengkapan berita media ini, namun petugas Dinas Koperasi Kabupaten Siak itu hanya memperbolehkan daftar nama-nama anggota koperasi air kehidupan tersebut dipotret  mengunakan kamera telepon genggam awak media ini.

Dari pengamatan awak media ini di ruang kantor Dinas Koperasi Air Kehidupan, diduga daftar nama-nama anggota koperasi air kehidupan memakai sebagian nama-nama fiktif. Hal tersebut diperkuat dengan pengakuan Kepala Kampung Sam-Sam, Azam Munthen kepada awak media ini dan juga kepada salah seorang wartawan Dumai Pos.

Begitu juga Kepala Dusun (Kadus) dan Ketua RT korban PHK sepihak di lingkungan koperasi air kehidupan mengaku pernah menanda tangani surat keterangan “fiktif” yang isinya seolah-olah diatas lahan perkebunan koperasi air kehidupan ada perkampungan (Desa) yang berpenduduk berjumlah 2500 kepala keluarga (KK), namun yang sebenarnya bahwa lahan koperasi air kehidupan tidak pernah ada yang namanya perkampungan yang berpenduduk 2500 KK.

Berdasarkan daftar nama-nama anggota koperasi air kehidupan tersebut diduga ada nama yang tidak pernah menjadi warga Kampung Libo Jaya, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, tetapi dibuat tercatat berdomisili atau bertempat tinggal Kampung Libo Jaya, Kecamatan Kandis, bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) dan mahasiswa  dan juga ada beberapa profesi lainnya, seperti nama Ir.Binsar Situmorang misalnya. Dimana menurut beberapa warga Kampung Sam-Sam KM-18, bahwa nama Ir Bincar Situmorang tidak pernah berdomilisi atau bertempat tinggal di Kampung Sam-Sam, Kecamatan Kandis.

“Nama ini disebut berdomisili di KM-18 sejak lokasi perusahaan baru ditanam dulu dengan nama kebun  PT Aek Natio Grup, bukan koperasi air kehidupan, dalam bahasa kami batak Aek Natio itu sama dengan Air Kehidupan,”jelas salah seorang warga Kampung Sam-Sam kepada awak media ini.

Lanjutnya, dalam daftar anggota koperasi air kehidupan ini disebut bernama Ir.Binsar Situmorang bertempat tinggal di Libo Jaya, Rt/Rw 01/01,Kecamatan Kandis, yang  menjadi salah satu anggota pendiri koperasi air kehidupan sejak tanggal 15 Mei 2007, pekerjaan PNS. Namun berdasarkan informasi akurat yang berhasil dihimpun awak media ini dari beberapa sumber menyebutkan bahwa Ir.Binsar Situmorang, pada tahun 2010 pernah menjadi Calon Walikota Medan dengan Nomor urut 9 (AJIB-BINSAR).

Bahkan menurut sumber, bahwa tahun 2015, Ir Binsar Situmorang dilantik sebagai PJ.Bupati Simalungun oleh PLT Gubsu Erry Nuradi. Namun sangat aneh menurut sumber, bahwa nama Ir Bincar Situmorang tercatat sebagai warga Desa Libo Jaya, Kecamatan Kandis, padahal PNS di Pemprov Sumut sebagai Kadis Tata Ruang dan Pemukiman (TARUKIM).

 “Kuat dugaan bahwa koperasi air kehidupan digunakan oleh PT ANG hanya sebagai “kedok belaka” guna menutupi kegiatan perambahan kawasan Hutan di KM-18, Kampung Sam-Sam, Kecamatan Kandis ini,”ungkap sumber kepada tim awak media ini, yang namanya mohon dirahasiakan.

Dari hasil investigasi tim awak media ini di kawasan Desa Libo Jaya, Kecamatan Kandis, bahwa sejumlah masyarakat dan ketua RT/RW menyebutkan bahwa nama Ir Binsar Situmorang tidak pernah berdomilisi atau bertempat tinggal di lingkungan Desa Lobo Jaya.

Menurut salah seorang karyawan koperasi air kehidupan, bahwa Ir Bincar Situmorang adalah anak tertua dari Owner pemilik yang juga warga Sumatera Utara  dan Dian Anggara Situmorang adalah anak dari Ir.Binsar Situmorang sebagai Direktur koperasi air kehidupan dan juga tercatat sebagai salah seorang anggota pendiri koperasi air kehidupan bertempat tinggal di Libo Jaya Rt/Rw 01/XII Desa Sam-Sam.

“Tetapi kenapa pihak-pihak yang berwenang tetap bungkam kendati kawasan hutan diduga diporak porandakan oleh Korporasi yang berkedok koperasi Fiktif ini ,”tanya karyawan itu kepada awak media ini, yang namanya dirahasiakan.

Pimpinan Koperasi Air Kehidupan, Dian C Anggara Situmorang, kendati sudah berulang kali diupayakan konfirmasi via telepon  genggamnya dengan nomor 081123348…, namun hingga saat ini belum ada tanggapannya.

Begitu juga, Kepala Badan pengamanan Dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Wilayah Sumatera Seksi Wilayah II Pekanbaru,kendati sudah diupayakan konfirmasi soal aktivitas K.A.K tersebut, namun hingga saat ini, Kepala Badan Pengamanan Dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Wilayah Sumatera Utara Seksi Wilayah II Pekanbaru masih memilih bungkam.***(Red)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here