Koperasi Air Kehidupan Bersedia Membayar Kekurangan Upah

0
177

Siak,kompasriau. Terkait upah minimum sektor sudah diterbitkan nota pemeriksaan pengawas I pegawai pengawas, pada tanggal 22 Maret 2017, bahwa Koperasi Air Kehidupan (K.A.K) harus membayar upah sesuai keputusan Gubernur Riau nomor: 573 tahun 2016 tanggal 1 Juni 2016 serta membayar kekurangan upah.

Demikian penjelasan Kepala Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Provinsi Riau, Rasidin Siregar, dalam surat tertanggal 23 November 2017.

Dikatakan Rasidin, pihak Koperasi Air Kehidupan sudah menyatakan secara tertulis bahwa bersedia membayar kekurangan upah karyawannya, namun perkembangan kasus tersebut masih dalam tahap proses penyelesaian perhitungan oleh pegawai pengawas ketenagakerjaan Propinsi Riau.

“Guna mempercepat penyelesaian kasus ini telah diintruksikan kepada pegawai pengawas yang menangani untuk permintaan tambahan data upah pekerja secara rinci yang dibayar /diterima baik kepada pihak SP PUK SPPI K.A.K maupun pihak koperasi air kehidupan untuk tahun 2014,”kata Rasidin.

Seperti dikabarkan kompasriau sebelumnya, bahwa pimpinan Koperasi Air Kehidupan, yang beralamat di Jalan Setia Budi Komplek Taman Setia Budi Indah Medan-Sumut, yang disebut-sebut bernama Dian Anggara C.Situmorang, hingga saat ini masih memilih bungkam soal upah karyawan di lingkungan K.A.K, kendati awak media ini sudah upayakan konfirmasi via telepon genggam dan Whatspp, dengan nomor 081123348…maupun konfirmasi secara tertulis soal upah pokok karyawannya dan lahan K.A.K  seluas 7000 hektar diduga berada di dalam kawasan hutan di Kabupaten Siak.

Begitu juga, staff HRD Koperasi Air Kehidupan, Nircantua Sinurat, kendati sudah berulang kali diupayakan konfirmasi via telepon genggam, dengan nomor 0823903071.., soal upah karyawannya, namun hingga saat ini, Nircantua Sinurat masih bungkam.

Dikatakan Indra Gunawan, bahwa anak buahnya sudah 2 kali mengantar surat konfirmasi tertulis ke kantor koperasi air kehidupan yang berada di Desa Sam-Sam, Kecamatan Kandis, guna konfirmasi soal dugaan kegiatan koperasi air kehidupan berada di dalam kawasan hutan, namun pihak koperasi air kehidupan terkesan “kebal hukum”.

“Untuk itu, kita minta kepada Kapolda Riau, Brigjen Pol Nandang dan kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Provinsi Riau, untuk melakukan langkah-langkah hukum terhadap dugaan pelanggaran hukum di lingkungan K.A.K itu, karena kasus ini sudah kami laporkan sejak bulan Juni,”ungkap Indra Gunawan kepada awak media ini, Rabu (22/11/2017).

Selain itu, menurut Indra Gunawan, kasus gaji pokok karyawan K.A.K sebesar Rp.1.380.330,-/bulan sudah dilapor pengurus Serikat Pekerja Perjuangan Indonesia (SPPI) Siak ke Disnaker Propinsi Riau, sejak tahun 2011 sampai dengan tahun 2017, namun sampai saat ini belum jelas proses hukum, padahal kepala dinas tenaga kerja Provinsi Riau sudah  berjanji kepada pengurus DPP SPPI  akan segera menuntaskan  kasus tersebut.

Berdasarkan slip gaji yang dibuat staff HRD koperasi air kehidupan,Nircantua Sinurat, pada bulan maret 2017, bahwa gaji pokok karyawan tetap bernama Jakiman Situmorang, jabatan mandur gaji pokok Rp.1.380.330,-/bulan. Karyawan tetap bernama Roma Rio Simaremare, jabatan Mekanik gaji pokok Rp.1.380.330,-.Karyawan tetap bernama Manri Siringo-Ringo, jabatan sopir BM 9577 SA, gaji pokok Rp. 1.380.330,-/bulan.

Karyawan tetap bernama Zulkifli, jabatan sopir BH 9327 SC, gaji pokok Rp. 1.380.330.-. Karyawan tetap bernama Sabam Simanjuntak, jabatan sopir BM 9130 SA, gaji pokok Rp. 1.380.330,-. Karyawan tetap bernama Cisanto, jabatan Op Jhondere III, gaji pokok Rp. 1.380.330,-. Karyawan tetap bernama Sapri, gaji pokok Rp.1.380.330,-. Karyawan tetap bernama Baringin Pasaribu, gaji pokok Rp. 1.380.330,-. .Karyawan tetap bernama Riswan Saruksuk, gaji pokok Rp. 1.380.330,-.

Dijelaskan Indra Gunawan, dalam Pasal 88 undang-undang nomor 13 tahun 2003 berbunyi,”Setiap pekerja/buruh berhak memperoleh penghasilan yang memenuhi penghidup yang layak bagi Kemanusian.

Pasal 90″ Pengusaha dilarang membayar upah lebih rendah dari upah Minimum sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 88.

Pasal 185 “barang siapa yang melanggar ketentuan sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 90,dikenakan sanksi pidana penjara paling singkat 1 tahun  dan paling lama 4 tahun dan/atau denda paling sedikit Rp.100.000.00 dan paling banyak Rp.400.000.00,Ayat 2 “Tindak pidana sebagaimana yang maksud dalam ayat 1 merupakan tindak pidana kejahatan.

“Lalu kenapa kasus pelanggaran upah minimum ini sampai saat ini tidak ada kabarnya dari Disnaker Propinsi Riau,atau apakah saudara Rasidin Siregar selaku pimpinan di Disnaker Provinsi tidak mampu memimpin anak buahnya untuk menuntaskan kasus ini sebagaimana tugas pokok Disnaker yang berfungsi menjaga hubungan industrial tetap berjalan sebagaimana tujuan pembangunan ketenagakerjaan nasional Indonesia yang berlandaskan Pancasila  dan UUD 1945,”tegas Indra dengan nada serius.

Aktivitas Koperasi Air Kehidupan Beroperasi

PT Dian Anggara Persada PKS Mutiara Samsam Kandis dan koperasi air kehidupan di Kecamatan Kandis, diduga tidak memiliki izin melakukan aktivitas di dalam kawasan hutan.

Pabrik Kelapa Sawit Muatara  Samsam Kandis  diduga menampung buah kelapa sawit dari kawasan hutan seluas 7000 hektar. Hal tersebut juga diakui oleh anggota DPRD Siak yang membidangi kehutanan, Ir.  Mhd Ariadi, saat dikonfirmasi wartawan media ini.

“Lahan koperasi air kehidupan seluas 7000 hektar berada di dalam kawasan hutan dan PT Anggara Persada PKS Mutiasa Samsam Kandis diduga tidak memiliki izin bebas beroperasi di dalam kawasan hutan,”ungkap Ariadi.

Bahkan Ir. Mhd Ariadi mengaku sudah melaporkan hal ini ke instansi terkait, namun hingga saat ini belum ada tindaklanjut proses hukumnya.

Kasi Perkebunan Dinas Pertanian Perkebunan Kabupaten Siak, Candra, saat dikonfirmasi awak media ini diruang kerjanya mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Siak tidak pernah memberi rekomendasi pembukaan perkebunan sawit atas nama Koperasi Air Kehidupan di kawasan Desa Sam-Sam, Kecamatan Kandis, Kabupaten Bengkalis.***(Red).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here