PT Ivo Mas Tunggal Terkesan Tak Peduli Terhadap Lingkungan

0
383

IMG-20170617-WA0009Pekanbaru,kompasriau-Manager maupun tim klarifikasi PT Ivo Mas Tunggal yang berada di Kecamatan Kandis,Kabupaten Bengkalis, hingga saat ini masih memilih bungkam soal luas areal Hak Guna Usaha (HGU) Perkebunan Kelapa Sawit PT Ivo Mas Tunggal di kawasan Kabupaten Siak, kendati awak media ini sudah upayakan konfirmasi kepada tim klarifikasi PT Ivo Mas Tunggal.

Padahal jika dicemati isi amanat undang-undang nomor 40 tahun 1999, bahwa pihak perusahaan maupun Pemerintah harus memberi ruang serta akses lebih terbuka kepada wartawan untuk mengakses informasi bagi kebutuhan publik, guna mewujudkan prinsip transparansi sebagai salah satu syarat terciptanya tata pemerintahan yang baik.

Namun pihak PT Ivo Mas Tunggal seakan terkesan tidak transparansi soal luas lahan perkebunan kelapa sawit yang berada di kawasan Kabupaten Siak.

Berdasarkan laporan DPC PWRI Siak kepada Redaksi Kompasriau.com, bahwa data pada sertipikat RSPO PT Ivo Mas Tunggal dengan nomor member 1-0056-08-000-00 di Kecamatan Kandis (3 Pks,7 kebun + 1 Plasma Sei Tapung Kabupaten Kampar) berbeda dengan data yang diterbitkan oleh Pemerintah Kabupaten Siak, pada tanggal 20 Januari 2015. Dimana surat tersebut, Pemerintah Kabupaten Siak menyampaikan bahwa luas areal HGU PT Ivo Mas  Tunggal, luas keseluruhan 29.080 hektar, namun di RSPO lengkap dengan titik kordinatnya, luas areal HGU PT Ivo Mas Tunggal 30.631,32 hektar.

Informasi lain yang berhasil dihimpun tim awak media ini di kecamatan Kandis menyebutkan PT Ivo Mas Tunggal yang berada di Kecamatan Kandis, memiliki lahan mencapai luas 30.000 hektar lebih perkebunan sawit, dengan 3 unit Pabrik Kelapa Sawit (PKS) berkapasitas 60 ton perjam.

PT Ivo Mas Tunggal adalah salah satu anak perusahaan terkemuka PT Smart Tbk suatu perusahaan produsen minyak Nabati terbesar di Indonesia, yang berpusat di Jalan HM. Thamrin Jakarta.

Kemudian PT Ivo Mas Tunggal, pada tanggal 8 Maret 2013 meraih sertivikasi ISPO perdana yang diserahkan oleh Memtan Juwono.

ISPO adalah satu program sertivikasi yang berazaskan kepada kepatuhan kepada seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Menurut  salah salah seorang karyawan tetap PT Ivo Mas Tunggal, saat ini pihak PT Ivo Mas Tunggal sudah menanami kelapa sawit di daerah aliran sungai (Das), padahal menurut sumber, jika mengacu kepada Permenhut 328/Menhut-II/2009 tentang penetapan daerah aliran sungai dan Kepmenhut 52/Menhut/2001 tentang pengelolaan daerah aliran sungai, pihak PT Ivo Mas Tunggal wajib melepas 50 meter sebelah kanan dan 50 meter sebelah kiri daerah aliran sungai dan dihutankan.

“Coba bapak lihat, bahwa daerah aliran sungai ini sudah ditanami pihak PT Ivo Mas Tunggal dengan tanaman kelapa sawit, padahal seharusnya daerah aliran sungai ini wajib dihutankan,”ungkap sumber, yang tidak mau ditulis namanya.

Pengamatan awak media ini dilapangan, membuktikan bahwa daerah aliran sungai di lingkungan perkebunan  PT Ivo Mas Tunggal sudah ditanami dengan tanaman kelapa sawit. PT Ivo Mas Tunggal terindikasi tidak mematuhi Permenhut 328/Menhut-II/2009 tentang Penetapan DAS,Kepmenhut 52/Menhut/2001 tentang Pengelolaan DAS dan Permenhut nomor 39/Menhut/2009 tentang DAS terpadu.

Tim Klarifikasi PT Ivo Mas Tunggal, ketika dikonfirmasi awak media ini via pesan singkat, namun tim klarifikasi PT Ivo Mas Tunggal menyarankan kepada awak media ini, agar konfirmasi tersebut di kirim ke email Sinarmas di Jakarta. Namun hingga berita ini ditayangkan, pihak Sinarmas maupun pihak PT Ivo Mas Tunggal belum menjawab konfirmasi awak media ini.***(L.Y).

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here