Plh Kepala Pengamanan Penegakan Hukum LHK Dilapor Ke Polda Riau

0
259
Jpeg

                                  Oknum Penyidik LH Dan Kehutanan “Tebang Pilih”

Pekanbaru,kompasriau-Rismadi yang beralamat di Duri, KM-18,Rt.002/Rw. 005, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, melaporkan Plh Kepala Balai Pengamanan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Wilayah Sumatera Seksi Wilayah II Pekanbaru ke Polda Riau, dugaan penggelapan sebagaimana dimaksud dalam pasal 372 KUHPidana, sesuai dengan laporan Polisi Nomor: LP/346/VIII/2017/SPKT/Riau, yang ditanda tangani oleh Brigadir Yasar Maulana.

Menurut Julius SH.MH, Plh Balai Pengamanan Dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Sumatera Seksi Wilayah II Pekanbaru belum mengembalikan 1 (satu) unit Excavator Merk/Type Hitschi kepada Rismadi.

“Kalau memang benar Plh Balai pengamanan penegakan hukum sudah mengembalikan excavator tersebut kepada pemiliknya, tentu saudara saya pemilik excavator itu harus menanda tangani berita acara serah terima barang sitaan itu,”ujar Julius SH.MH kepada awak media ini di kantin Pengadilan Negeri Dumai, hari ini Selasa (28/11/2017).

Ditegaskan Julius, penyidik harus bisa membuktikan di Pengadilan bahwa excavator tersebut telah dikembalikan penyidik kepada pemiliknya sesuai aturan hukum yang berlaku. “Yah, kita buktikan aja di Pengadilan nanti, bahwa pemiliknya tidak pernah menanda tangani berita acara serah terima barang sitaan berupa excavator itu,”tegas Julius.

Sementara Plh Kepala Balai Penanganan Dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup Dan Kehutanan wilayah Sumatera Seksi wilayah II Pekanbaru, Alfian Hardiman SH, ketika dikonfirmasi awak media ini via telepon genggamnya, namun hingga berita ini ditayangkan belum ada tanggapan atau penjelasan dari Alfian Hardiman.

Oknum Penyidik Balai Pengamanan Penegakan Hukum “Tebang Pilih” Melakukan Tindakan Hukum Terhadap Aksi Perusak Hutan

Diungkapkan Julius, bahwa oknum penyidik balai pengamanan penegakan hukum lingkungan hidup dan kehutanan wilayah Sumatera seksi wilayah II Pekanbaru diduga “main mata” terhadap sejumlah pelaku perusak kawasan hutan di Kabupaten Siak, Rokan Hilir dan Kabupaten Kampar.

Seperti halnya dugaan tindak pidana yang dilakukan oknum pengurus koperasi air kehidupan yang berada di Desa Sam-Sam,Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak. Dimana oknum pemilik koperasi air kehidupan diduga “main mata” kepada oknum penyidik balai pengamanan penegakan hukum lingkungan hidup dan kehutanan, agar kegiatan ilegal tersebut bebas beroperasi di dalam kawasan hutan tanpa izin dari Pemerintah Daerah Maupun Pusat.

Begitu juga Edi Kurniawan yang melakukan tindak pidana menguasai kawasan hutan seluas 377 hektar tanpa izin dari Pemerintah di Desa Kota Garo, Kabupaten Kampar, hingga saat ini masih bebas malakukan aktivitasnya tanpa adanya tindakan dari pihak balai pengamanan penegakan hukum lingkungan hidup dan kehutanan wilayah Sumatera seksi wilayah II Pekanbaru.

“Hingga saat ini, oknum pemilik koperasi air kehidupan bebas melakukan dugaan tindak pidana merusak kawasan hutan seluas 7000 hektar di Desa Sam-Sam Kecamatan Kandis, karena diduga bersekongkol dengan oknum aparat. Begitu juga Edi Kurniawan, kendati saat ini masih bebas melakukan tindak pidana merusak kawasan hutan seluas 377 di Kabupaten Kampar, namun, oknum penyidik balai pengamanan penegakan hukum lingkungan hidup terkesan “tebang pilih” dalam melakukan tindak hukum terhadap aktivitas ilegal di kawasan hutan Siak dan Kabupaten Kampar,”ungkap Yulius dengan nada senyum kepada awak media ini.***(Ts/L.Y).

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here