Sidang Lanjutan Terdakwa Abu Bakar “Biar Hakim Yang Menilai”

0
295

Dumai, kompasriau-Perkara dugaan penipuan dan pengelapan yang didakwakan tim Jaksa kejari Dumai kepada terdakwa Abu Bakar, bergulir pada sidang lanjutan pemeriksaan saksi dihadirkan JPU.

Sebagaimana pada sidang lanjutan, Senin (4/12-2017), tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) kasi datun kejari Dumai, Jonitrianto Andra SH MH dan Hery Susanto SH, menghadirkan empat saksi dimuka sidang, diantaranya, Rachmad Harahap alias Ucok Harahap, selaku saksi pelapor dan tiga saksi lainnya sebagai karyawan PT BMP.

Ke empat saksi ini diperiksa dimuka sidang secara terpisah sebagaimana kapasitasnya masing – masing saksi soal duduk masalah perkara ini.

Pemeriksaan ke empat saksi terkait perkara ini sedikit tampak tegang dan menyita waktu persidangan hingga sekitar lima jam, karena pemeriksaan saksi Ucok Harahap selaku pelapor cukup lama termasuk saksi lainnya yang diperiksa secara terpisah dan bergantian.

Keterangan saksi pelapor, Rahmad Harahap yang kerap dipanggil Ucok Harahap ini cukup mengundang perhatian sehingga memunculkan hujan pertanyaan dari tim pengacara terdakwa Abu Bakar, Asep Ruhiat SH MH, Malden Siahaan SH MH dan Destiur Ida Hasibuan SH.

Pengamatan awak media ini, segudang pertanyaan dilemparkan tim penasehat hukum atau pengacara Abu Bakar secara bergantian kepada saksi Ucok Harap, karena Ucok Harahap tetap ngotot mengakui kerugian yang dialaminya dalam perkara ini sebesar Rp 10 miliaran.

Sedangkan dimuka sidang maupun ketika dipertegas hakim majelis yang dipimpin hakim Dewi Andriyani SH, saksi Ucok Harahap mengakui sudah ada beberapa kali dikembalikan Abu Bakar kepada Ucok Harahap termasuk utang BMP.

Demikian soal dua unit mobil truk Fuso milik Abu Bakar setara harga Rp 1,2 miliar yang ditarik Ucok, juga diakui Ucok Harahap dimuka sidang.

Namun menurut ucok, yang dibayar atau dikembalikan terdakwa Abu Bakar kepada Ucok Harahap termasuk piutang semen padang Rp 5,3 miliar, angsuran beberapa kali dan dua unit mobil truk Fuso yang ditarik Ucok dari Abu Bakar, menurut Ucok sudah clossing artinya sudah tutup atau tidak masuk dalam modal.

Soal clossing yang selalu diungkapkan Ucok Harahap dimuka sidang, membuat pertanyaaan bertubi – tubi dari Asep Ruhiat SH MH, Malden Siahaan SH MH dan Destiur Ida Hasibuan SH pengacara Abu Bakar, dengan bolak balik mencecar Ucok Harahap.

Pertanyaan kuasa hukum terdakwa Abu Bakar ini, adalah mempertegas Ucok Harahap soal tuduhan kerugian yang diakui Ucok Harahap tetap ngotot menyebut Rp 10 miliar lebih, walaupun sudah beberapa kali di bayar Abu Bakar.

Sebagaimana terungkap dalam persidangan, modal dari Ucok Harahap pasca terjalinnya kerja sama usaha semen padang antara Ucok Harahap dan Abu Bakar 2013 lalu, adalah sebesar Rp 8, 7 miliar.

Dimana Abu Bakar selaku Direktut PT Nilam merupakan distributor resmi semen padang, baik semen curah maupun bags. Dalam hal ini, Ucok Harahap selaku pemilik PT Beton Mitra Perkasa (BMP) atau pemilik Batching Plant merupakan konsumen atau pemakai semen dari distributor PT Nilam milik Abu Bakar.

Namun berjalan waktu kerja sama usaha semen padang antara PT Nilam dan PT BMP terjadi permasalahan keuangan, sehingga Ucok Harahap yang merasa pemilik modal usaha semen padang tersebut meminta untu stop hubungan usaha semen padang.

Tidak hanya sampai disana, soal bagi hasil atau keuntungan atas kerja sama mereka, terjadi hitung – hitungan termasuk soal modal Ucok Harahap.

Ucok Harahap mengganggap dirinya merugi Rp 10 miliaran dan merasa dibohongi karena bagi untung yang dijanjikan Abu Bakar 60 & untuk Ucok tidak terealisasi dari Abu Bakar.

Akan tetapi sebaliknya, Abu Bakar tidak merasa merugikan Ucok Harahap sebagaimana diklaem Ucok sebesar Rp 10 miliaran, karena Abu Bakar sudah beberapa kali membayar/mengembalikan modal Ucok Harahap, termasuk mengurangkan modal Ucok harahap dari dua unit truk Fuso yang ditarik Ucok termasuk memotong Utang pengambilan semen oleh PT BMP Rp 5,3 miliar.

Hal ini merupakan bagian dari utang atau modal Ucok Harahap Rp 8,7 miliar sudah merasa dikembalikan Abu Bakar.

Terungkap dalam sidang, rincian uang modal Ucok Harahap yang dibayarkan Abu Bakar kepada Ucok Harahap (PT BMP -red), diantaranya Rp 1,2 miliar pengembalian jaminan garansi bank dari PT Acei, Rp 2 miliar lewat BRI, pemotongan utang PT BMP atas pengambilan semen padang Rp 5, 3 miliar dan pemototongan dua unit mobil Fuso setara Rp 1, 2 miliar.

Namun menurut Ucok Harahap menanggapi soal uang yang dikembalikan Abu Bakar ternasuk utang PT BMP atas pengambilan semen padang ke PT Nilam dan dua unit truk Fuso, kata Ucok Harahap suda clossing tidak termasuk modal Ucok, karena itu, pengacara Abu Bakar berulangkali mencecar pertanyaan kepada Ucok Harahap untuk mempertegas soal uang yang dikembalikan kliennya Abu Bakar.

Menyikapi cecaran pertanyaan tim pengacara Abu Bakar kepada Ucok Harahap, hakim ketua Dewi Andriyani SH yang didampingi hakim anggota Irwansyah SH MH dan hakim Adiswarna Chainur Putra SH CN M.Hum, dibantu panitera Asrin Sembiring SH pun, menyebut pada pengacara tersebut biar hakim yang menilai soal pengakuan saksi Ucok Harahap maupun soal uang yang dikembalikan Abu Bakar.

Sementara itu, saksi yang lain, Dea Eka Putri, Emilia Purnama dan Zulfan Heri, karyawan PT BMP yang diperiksa terpisah, kapasitasnya hanya mengetahui soal modal Ucok harahap yang diberikan kepada Abu Bakar pasca Ucok Harahap dan Abu Bakar mejalin kesepakatan kerja sama usaha Semen Padang.***(Tambunan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here