Kinerja Kejati Riau Tahun 2017 Dipertanyakan

0
168

“Uang Sitaan Sangatlah Besar,  Jangan Sampai Ada Istilah,  Uang Setan Dimakan Hantu”

Pekanbaru,kompasriau-Sejumlah awak media yang memenuhi undangan dari pihak Kejaksaan Tinggi Riau, dalam rangka menyampaikan Pers Release Kinerja Penanganan Perkara Tindak Pidana Korupsi per tahun 2017, di depan loby Kantor Kejaksaan Tinggi Riau, Jumat (8/12/2017).

Pengamatan tim kompasriau, pertemuan tersebut bukan hanya sebatas Pers Release, namun sekaligus dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi tahun 2017.

Hadir dalam pertemuan tersebut, beberapa pihak yang mewakili Kepala Kejaksaan Tinggi Riau, diantaranya adalah Sugeng Riyanta, SH., MH selaku Asisten Tindak Pidana Khusus,  Muspidauan, SH., MH yang merupakan Kepala Seksi Penerangan atau Humas dari Kejaksaan Tinggi Riau serta tim penyidik lainnya.

Dalam pemaparan pihak Kejati Riau, terlihat fokus pada penjelasan mengenai perkara yang dikerjakan sepanjang tahun 2017.

Kemudian petugas Kejati Riau memberikan selembar kertas yang berisi terkait dengan beberapa item yang menjadi hasil dari penanganan perkara tindak pidana korupsi. Terlihat ada 6 poin yang menjadi penjelasan atas isi dari selembar kertas tersebut. namun, hampir dari semua awak media masih bingung dengan penjelasan rinci atas item tersebut, dimana, dalam Pers Releasenya,  jajaran pidana khusus se-Kejaksaan Tinggi Riau telah menangani perkara korupsi periode tahun 2017 sebanyak 34 perkara untuk LID, 73 perkara untuk DIK, 94 perkara untuk TUT. Hasil Dik Kejaksaan sebanyak 53 Perkara, dan hasil Dik Kepolisian sebanyak 41 Perkara serta terpidana yang telah dieksekusi sebanyak 83 Perkara.

Disamping itu, tim kompasriau masih belum mendapatkan informasi yang lebih detail, terutama masalah jumlah penyelamatan kerugian keuangan Negara tahap Dik dan Tut dalam bentuk uang tunai, yaitu sebanyak 17  trilyun rupiah.

Nilai tersebut dirincikan  dengan tahap penyidikan sejumlah lebih dari  12  milyar rupiah dan tahap penuntutan sejumlah Lebih dari  4  trilyun rupiah.

Adapun terkait dengan penyitaan aset berupa : 3 unit Mobil,  1 unit sepeda motor,  1 unit Camera Nikon D30,  Kebun Sawit seluas  511,3 Hektar senilai 20  milyar rupiah. Selain daripada itu, terdapat juga beberapa tanah yang disita sebagai Aset,  diantaranya adalah tanah seluas 4.335 meter persegi, ditaksir senilai  1 milyar rupiah.

Tanah seluas 9.829 meter persegi di Kota Pekanbaru senilai 20 milyar rupiah,  Tanah seluas 100 Hektar di Kabupaten Kampar senilai 1 milyar rupiah,  Tanah seluas 95.007,5 meter persegi di Kabupaten Bengkalis senilai Rp. 700 juta rupiah dan yang terakhir masih tanah yang berlokasi di Daerah Kabupaten Bengkalis, yakni seluas 35 meter persegi X 157 meter persegi dengan nilai sebesar 1 milyar rupiah.

Kendati demikian, hal tersebut tidak seimbang dengan hasil dari para terdakwa, yakni sebanyak 103 orang.  Hasil yang dimaksud berupa Rincian dari para Terdakwa, yang mayoritas diisi oleh kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN/PNS), diperingkat kedua diisi oleh kalangan Wiraswasta, serta yang Paling Aneh lagi, Justru peringkat ketiga diisi oleh kalangan Aparat Pemerintah atau Pejabat Desa, sebanyak 7 Terdakwa serta Tenaga Harian Lepas alias para pekerja Honor, sebanyak 6 Terdakwa,  sisanya hanya diisi oleh kalangan Pensiunan ASN/PNS sebanyak 6 Terdakwa,  BUMN sebanyak 3 Terdakwa, Polri hanya sebanyak 1 Terdakwa dan yang paling menggelitik lagi, dari kalangan anggota DPRD hanya terdapat 1 Terdakwa dari  92  Berkas  Penanganan Perkara periode tahun 2017 ini.

“Lalu, yang menjadi pertanyaan besar masyarakat, kemana dan kapan hasil dari jumlah penyelamatan kerugian keuangan Negara itu di ekspos ?”  Uang tersebut mau dibuat kemana ?” Apakah sudah benar rinciannya ?”  Karena uang sebanyak itu harus jelas kemana muaranya, jangan sampai masyarakat menaruh curiga kepada pihak Kejaksaan Tinggi Riau.  yang Lebih kami khawatirkan hanyalah status dari keberadaan uang  dan aset tersebut. Jangan sampai ada istilah  “Uang Setan Dimakan Hantu”,”tanya sumber kepada wartawan kompasriau.

Laporan : Larshen Yunus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here