Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Riau Sering Tidak Ada Di Kantornya?

0
154

Pekanbaru,kompasriau-Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Riau, Drs Lukman Hakim SH, belum berhasil ditemui awak media ini, guna konfirmasi soal luas lahan Hak Guna Usaha (HGU) PT Ivo Mas Tunggal, yang berada di Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak.

“Sejak tanggal 30 November 2017, sampai saat ini, kami sudah berulang kali ke kantor wilayah BPN Provinsi Riau, guna konfirmasi soal luas lahan HGU PT Ivo mas Tunggal, namun Kepala Kantor wilayah BPN Provinsi Riau sering tidak berada di kantornya, padahal kami sudah pesankan kepada ajudanya untuk menghubungi kami, kalau kepala kantor BPN Provinsi Riau sudah berada di kantornya, tapi sampai saat ini belum ada informasi dari ajudannya,”ungkap Larshen Yunus, S.Sos.SC.M.Si kepada Redaksi kompasriau.com, Selasa (12/12/2017).

Seperti dikabarkan media ini sebelumnya, bahwa PT Ivo Mas Tunggal diduga sudah cukup lama merugikan negara dari luas areal Hak Guna Usaha yang berada di Kecamatan Kandis.

Hal tersebut terungkap berdasarkan keterangan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Perjuangan Indonesia (DPP-FSPPI), Indra Gunawan kepada petinggi kompasriau.

Indra Gunawan Sinulingga mengaku mantan karyawan PT Ivo Mas Tunggal di Kecamatan Kandis dan mengaku mengetahui seluruh kasus-kasus yang merugikan negara dan karyawan di lingkungan PT Ivo Mas Tunggal.

Buktinya, pada 4 November 2017, Indra Gunawan, Kriston Sitompul dan Aston Tambunan telah melayangkan surat konfirmasi tertulis kepada pimpinan PT Ivo Mas Tunggal di kecamatan Kandis, guna mempertanyakan soal data sertipikat RSPO PT Ivo Mas Tunggal dengan member 1-0056-08-000-00, yang beroperasi di Kecamatan Kandis (3 Pks,7 kebun+ 1 Plasma Sei Tapung Kabupaten Kampar).

Pasalnya, dalam data pada sertipikat RSPO PT Ivo Mas Tunggal dengan nomor member 1-0056-08-000-00 di Kecamatan Kandis (3 Pks,7 kebun + 1 Plasma Sei Tapung Kabupaten Kampar) berbeda dengan data yang diterbitkan oleh Pemerintah Kabupaten Siak, pada tanggal 20 Januari 2015, bahwa Pemerintah Kabupaten Siak menyampaikan bahwa areal HGU PT Ivo Mas  Tunggal seluas 29.080 hektar, namun di RSPO lengkap dengan titik kordinatnya, areal HGU PT Ivo Mas Tunggal seluas 30.63132 hektar.

“Kami sudah memberikan konfirmasi tertulis itu kepada seluruh petinggi PT Ivo Mas Tunggal dan ada bukti surat tanda penerimaan surat konfirmasi tertulis kami itu, tapi sampai saat ini, pihak PT Ivo Mas Tunggal masih bungkam,”ucap Indra Gunawan.

Terkait hal tersebut,  Kepala DL Humas, Wisnu Subrata masih memilih bungkam soal luas lahan perkebunan kepala sawit PT Ivo Mas Tunggal di Kecamatan Kandis, kendati awak media ini sudah upayakan konfirmasi kepada Wisnu Subrata via telepon genggamnya.

Begitu juga tim klarifikasi PT Ivo Mas Tunggal, hingga saat ini masih memilih bungkam soal luas areal Hak Guna Usaha (HGU) Perkebunan Kelapa Sawit di kawasan Kabupaten Siak.

Informasi lain yang berhasil dihimpun tim awak media ini di kecamatan Kandis menyebut PT Ivo Mas Tunggal memiliki lahan mencapai luas 30.000 hektar lebih perkebunan sawit dengan 3 unit Pabrik Kelapa Sawit (PKS) berkapasitas 60 ton perjam di Kecamatan Kandis.

PT Ivo Mas Tunggal adalah salah satu anak perusahaan terkemuka PT Smart Tbk suatu perusahaan produsen minyak Nabati terbesar di Indonesia  yang berpusat di Jalan HM. Thamrin Jakarta.

Kemudian PT Ivo Mas Tunggal, pada tanggal 8 Maret 2013 meraih sertivikasi ISPO perdana yang diserahkan oleh Memtan Juwono.

ISPO adalah satu program sertivikasi yang berazaskan kepada kepatuhan kepada seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku.***(Red)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here