100 Hari Kinerja Irjen Pol. Drs Nandang, MH Sebagai Kapolda Riau

0
119

Pekanbaru,kompasiau-Tepat 100 hari kinerja Irjen Pol Drs Nandang MH menjalankan tampuk kepemimpinan Bhayangkara Satu di Provinsi Riau. Banyak harapan yang sejauh ini telah terpenuhi. Mayoritas masyarakat Riau masih ikhtiar  terkait dengan kondisi keamanan dan ketertiban, terlebih lagi bagi masa depan penegakan hukum serta Lingkungan Hidup yang ada di Bumi Lancang Kuning ini.

Apapun alasannya tidak serta merta membuat masyarakat Riau pesimis akan hal itu. Pasca 100 hari kinerja Kapolda Riau saat ini, ternyata memberikan angin segar dan bukti konkrit akan keberhasilannya dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagai Aparat Penegakan Hukum.

Irjen Pol Drs Nandang MH yang dulunya merupakan Kapolda Sulawesi Barat kembali mencatatkan prestasinya dalam bidang Penegakan Hukum, wabblikhusus terkait dengan persoalan Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Larshen Yunus selaku Direktur Eksekutif ALERT, The Alliance Of Integrated Forest Conservation pada saat melaksanakan kegiatan Diskusi Interaktif bersama para Eksponen Aktivis Lingkungan Hidup di Provinsi Riau, Rabu (13/12/2017). Kegiatan yang dilaksanakan di Caffe Hall Room, Hotel Pangeran Pekanbaru  tersebut merupakan sikap dari para Aktivis Lingkungan Hidup dalam memaksimalkan tugasnya sebagai Agen Of Control.

Momentum 100 hari kerja Kapolda Riau saat ini harus dilihat secara Komperehensif. “Penelitian yang kami miliki berlandaskan data dan fakta, tidak ujuk-ujuk langsung men-Just bapak Kapolda Riau,”ungkap Larshen Yunus.

Sebagaimana yang kita ketahui bersama, bahwa dari dulu Jajaran Pimpinan Polda Riau kerap kali memberikan prestasi yang gemilang bagi Penegakan Hukum, khususnya terkait dengan Penanganan Perkara Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Wilayah Provinsi Riau. “Yang pasti kita semua harus optimis, karena dengan 100 hari kerja saja, Irjen Nandang sudah memberikan hasil yang baik, maka sudah semestinya kita bersabar dan tetap mendukung langkah selanjutnya atas kepemimpinan Kapolda Riau saat ini,” cetus Kader Green Peace tersebut.

Dari data yang dihimpun, bahwa Jajaran Polda Riau dari dulu telah mencatatkan prestasinya, yakni dalam Menangani dan Melawan kekuatan Korporasi, PT Adei Plantation and Industry, PT. Langgam Inti Hibrindo, PT Nasional Sagu Prima, PT PLM, serta yang baru-baru ini Polda Riau telah berhasil menangani kasus besar dari korporasi perusahaan Perkebunan, PT Wana Sawit Subur Indah. Atas keberhasilan tersebut, Polda Riau telah menjalankan tugas pokok dan fungsinya secara maksimal, karena bukan hanya sebatas Korporasi saja, melainkan para Pemimpin Perusahaan tersebut, beserta para Cukongnya telah dijebloskan kedalam penjara. “itu sangat luar biasa,” tegas Larshen Yunus.

Kendati demikian, diatas Prestasi yang ada, tentunya Polda Riau dibawah Kepemimpinan Irjen Pol Nandang MH masih tetap harus lebih giat lagi dalam menunaikan tugasnya.

“Kalaupun masih kita dengar suara-suara dari luar, maka jadikan itu sebagai refleksi bagi Kapolda Riau,” cetus Mantan Presiden Mahasiswa Riau tersebut.

Melalui media center Riau The Alliance Of Integrated Forest Conservation, kami juga mengetahui informasi mengenai masih adanya laporan atas masalah yang dialami oleh 33 hingga 49 korporasi, tak terkecuali terkait Perkembangan Penyidikan PT Sontang Sawit Perkasa maupun PT Andika Permata Sawit Lestari, serta juga penanganan mengenai masalah Pekerja dari PT APSL yang diketahui telah menghalang-halangi staff Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada tahun 2016 yang lalu.

“Yakin dan percayalah, terhadap semua hal itu, InshaAllah akan segera diatasi oleh Irjen Pol Nandang MH beserta Jajarannya di Mapolda Riau. termasuk juga hal-hal yang menyangkut kelanjutan dari proses penyidikan terhadap 15 korporasi pembakar hutan dan lahan pada tahun 2015 yang lalu.

Pada akhirnya Dir Eks Larshen Yunus bersama rekan-rekan Peneliti dari The Alliance Of Integrated Forest Conservation mengajak semua masyarakat riau, untuk bersikap Proaktif dan Preventif atas kinerja Mapolda Riau dan jajarannya. “Mari bersama kita awasi dengan cermat, agar tidak terbit berita-berita hoax yang menjurus pada fitnah sana-sini,” akhir Larshen Yunus dalam pernyataan Persnya.

Catatan Redaksi Kompasriau.

Koperasi Air Kehidupan (Aek Natio Group) dan PT Dian Anggara Persada PKS Mutiara Samsam Kandis masih bebas melakukan kegiatan di dalam kawasan hutan seluas 7000 hektar secara ilegal di kawasan Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak.

Hal tersebut diungkapkan anggota DPRD Siak komisi II, Ir Mhd.Ariadi Tarigan kepada kompasriau baru-baru ini.

Anggota DPRD Siak itu menyatakan siap menjadi saksi bahwa lahan perkebunan kelapa sawit koperasi air kehidupan atau PT Aek Natio Grup di KM-18 Kampung Sam-sam, Kecamatan Kandis seluas 7000 hektar berada di dalam kawasan hutan.

“Kami DPRD Siak sudah pernah melaporkan kasus itu kepada aparat penegak hukum di Propinsi Riau, tetapi sampai saat ini operasional koperasi air kehidupan  masih tetap lancar melakukan aktivitas di dalam kawasan, padahal saya siap bersaksi bahwa lahan Koperasi Air Kehidupan berada dalam kawasan hutan,” ungkap Mhd Ariadi Tarigan.

Begitu Kasi Perkebunan Dinas Pertanian Perkebunan Kabupaten Siak, Candra, saat dikonfirmasi kompasriau diruang kerjanya mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Siak tidak pernah memberi rekomendasi pembukaan perkebunan sawit atas nama Koperasi Air Kehidupan di kawasan Desa Sam-Sam, Kecamatan Kandis, Kabupaten Bengkalis.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Satu Pintu (DPMPST) Kabupaten Siak, Zulfikri, saat ditemui awak media ini mengaku baru mendengar yang namanya koperasi air kehidupan beroperasi di Desa Sam-Sam, Kecamatan Kandis itu.

 “Baru kali ini saya mendengar nama Koperasi Air Kehidupan. Setahu saya Koperasi Air Kehidupan belum mengantongi izin dari DPMPST Kabupaten Siak,”ujar Zulfikri.

Laporan :  Muhammad Alkindi Fauzi, S.IP

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here