BPN Bakal Melakukan Tindakan Hukum Terhadap PT Ivo Mas Tunggal

0
433

Pekanbaru,kompasriau-Selain PT Ivo Mas Tunggal di Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, ternyata 1, 8 juta hektar lahan perkebunan kelapa sawit di Propinsi Riau masih ilegal. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Kanwil BPN Riau melalui Kepala Bidang Infrastruktur dan Pertanahan.

Perbincangan Tim kompasriau dengan pihak Kanwil BPN Riau, Selasa (12/12/2017), guna konfirmasi mengenai kasus perkebunan kelapa sawit PT Ivo Mas Tunggal yang berada di Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak.

Sebelum menjawab atas permintaan data, mengenai luas areal PT Ivo Mas Tunggal yang berada di Kawasan Kecamatan Kandis, sempat terlepas informasi data yang lainnya dari Saleh Mardani selaku Kepala Bidang Infrastruktur dan Pertanahan, yakni menurut Data Kanwil BPN Riau, bahwa 1,8 Juta Hektar lahan masih tergolong Ilegal, sementara hanya 1,2 Juta yang legal. Artinya masih begitu banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh Pemerintah, khususnya Kanwil BPN Riau.

Persoalan terkait dengan luas areal PT Ivo Mas Tunggal itu, bermula atas adanya aduan dari beberapa LSM yang konsen terhadap masalah lingkungan, terlebih yang berdomisili di daerah operasional perusahaan tersebut, dalam hal ini, PT Ivo Mas Tunggal terindikasi menyalahi aturan yang termaktub didalam Kermenhut nomor 52/Kpts-II/2001 dan Kermenhut nomor;SK 328/Menhut-II/2009 tentang penetapan Daerah Aliran Sungai (DAS).

Dalam kunjungan tersebut, Tim kompasriau juga telah membawa beberapa alat bukti serta data-data yang akurat terkait dengan ukuran luas areal perusahaan tersebut, ada 2 (dua) versi dimiliki oleh Tim kompasriau,  yakni berdasarkan Sertifikat RSPO dari PT Ivo Mas Tunggal, dengan nomor Registrasi Member: 1-0056-08-000-00, bahwa  di kawasan Kecamatan Kandis ditemui 3 (tiga) unit Pabrik Kelapa Sawit (PKS) beserta 1 (satu) unit Plasma Sei Tapung,  sedangkan angka yang ditunjukkan oleh data dari BPN Kabupaten Siak per 20 Januari 2015, bahwa luas areal HGU  PT Ivo Mas Tunggal secara keseluruhan sebesar 29.080 Hektar, tetapi kalau merujuk  hasil dari RSPO yang disertai dengan titik koordinatnya, yakni berada pada angka 30.631,32 Hektar. Angka di Kecamatan Kandis tersebut hanyalah ukuran lahan saja, seluas  30.000 ribu hektar lebih,  diluar dari Hak Guna Bangunan, yakni terdiri atas 3 (unit) Pabrik Kelapa Sawit, yang diperkirakan menghasilkan 60 ton per jamnya.

Lain halnya,  data yang berasal dari Kanwil BPN Riau.  bahwa  merujuk hasil Pengecekan oleh bidang Infrastruktur dan Pertanahan, hanya ditemukan Angka sebesar 25.053,287 hektar lahan perkebunan milik PT Ivo Mas Tunggal yang berlokasi di Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak.  Tentunya apabila ketiga angka tersebut disejajarkan, akan Jelas ketimpangannya.  “Ini perbedaan angkanya kok jauh sekali, apakah ini ngak salah”  tanya Tim kompasriau kepada Kabid Infrastruktur dan Pertanahan tersebut.  Semestinya Range Angka ini tidak terlalu jauh, namun faktanya justru terbalik. Kalau begini, siapa yang harus disalahkan ? Tindakan apa yang akan dilakukan BPN Riau terhadap PT Ivo Mas Tunggal ?,” tanya Tim kompasriau

Menjawab pertanyaan itu, pihak Kanwil BPN Riau hanya sebatas menjawab normatif saja, bahwa mereka terlebih dahulu akan melakukan inventarisir sekaligus identifikasi atas temuan Data tersebut.  Bilamana benar dan terbukti menyalahi aturan, perusahaan tersebut akan diberi sangsi.

“Ya, tentunya pasti bertahap,  teguran pasti akan kami lakukan, namun bertahap. Kalau sudah dinilai perlu adanya tindakan, maka kami akan segera memberikan sanksi terhadap perusahaan tersebut. Intinya upaya kita yang paling utama, memaksa mereka (PT Ivo Mas Tunggal-red)  untuk segera mengembalikan fungsi Daerah Aliran Sungai tersebut sebagaimana mestinya. Perusahan bertanggung jawab atas pemeliharaan dan pelestarian lingkungan yang berada di kawasan operasionalnya tersebut,”kata Saleh

Laporan : Larshen Yunus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here