Tugas Pokok Kombes Pol Gidion Arif Setyawan

0
56

Pekanbaru,kompasriau-Kombes Pol Gidion Arif Setyawan garda terdepan dalam pencapaian prestasi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau. Hal tersebut disampaikan oleh Larshen Yunus selaku Narasumber pada acara focus Group Discussion Riau The Alliance Of Integrated Forest Conservation, Kamis (14/12/2017).

Kegiatan tersebut diselenggarakan, bertempat di ruangan DR (HC) Tennas Effendi, Komplek Perpustakaan Soeman HS.

Dalam pertemuan tersebut, LSM yang bergerak dibidang Pengawasan Lingkungan Hidup dan Kehutanan tersebut Membahas mengenai tindak lanjut acara kemarin (13/12/2017), terkait dengan upaya membedah 100 hari kinerja Kapolda Riau.

Namun, hal yang lebih spesifik lagi, The Alliance Of Integrated Forest Conservation hanya fokus pada tugas pokok dan fungsi dari seorang Kombes Pol Gidion Arif Setyawan S.IK SH M.Hum, selaku Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau.

Pasalnya, perlu dipahami bahwa dalam penanganan kasus-kasus yang terbilang khusus ada pada Direktorat ini (Krimsus-red), terlebih dalam penanganan permasalahan Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Wilayah Provinsi Riau ini.  Dalam kegiatan tersebut (FGD-red), juga hadir Narasumber dari Akademisi Universitas Riau, yakni dari Jurusan Kebijakan Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Perlu diketahui, pasca pergantian Kapolda Riau, dari Irjen Pol Drs Zulkarnain Adinegara dengan Irjen Pol Drs Nandang MH, persoalan yang terkait dengan kerusakan Lingkungan masih berada dalam jajaran kasus yang sangat besar dan sangat perlu perhatian khusus. Oleh karena itu, selain Kapolda Riau juga diperlukan Direktur di Ditreskrimsus Polda Riau, yang harus mumpuni, dengan demikian, kasus-kasus besar sekalipun akan mudah untuk diatasi.  “Jujur, saya tidak terlalu lama mengenal Kombes Gidion, namun sejauh ini saya Monitor beliau termasuk Perwira yang sangat profesional dalam menjalankan tugasnya,”tutur Larshen Yunus dalam pembukaan Mukadimahnya.

Dalam Penyampaian Materinya, Larshen Yunus yang juga sekaligus menjabat Direktur Eksekutif Riau The Alliance Of Integrated Forest Conservation, Lebih intens memberikan beberapa bukti konkrit, atas Kinerja Dirreskrimsus per satu Triwulan ini. diantaranya terkait dengan penerimaan laporan dari beberapa  Lembaga Swadaya Masyarakat, atas adanya temuan 33 Korporasi yang beraktivitas dalam kawasan hutan, tanpa adanya izin, baik itu secara tersirat maupun tersurat. Larshen Yunus juga mengungkapkan bahwa semenjak masa Kepemimpinan Kombes Gidion di jajaran Direktorat Kriminal Khusus Polda Riau, sudah sedemikian cepatnya masalah terselesaikan dengan masiv. Seperti dari 33 Korporasi tersebut, dengan tidak menghabiskan waktu yang lama, Kombes Pol Gidion beserta jajarannya langsung Menetapkan 4 Korporasi kedalam Tahapan Penyelidikan dan Penyidikan. Dua diantaranya terindikasi masuk dalam kasus pencucian uang, yaitu merujuk dari adanya keterangan PPATK pada saat itu. untuk diketahui, dari 4 Korporasi tersebut, 2 diantaranya juga telah ditetapkan menjadi tersangka dan sampai saat ini masih dalam proses hukum. 2 Korporasi tersebut adalah PT Hutahaean dan PTPN V (Persero), dan yang lain masih dalam Penyelidikan oleh aparat yang berwenang.

Selain daripada itu, Ditreskrimsus Polda Riau baru-baru ini juga telah berhasil menyelesaikan persoalan penanganan kasus penggelapan Satwa-Satwa Liar, yakni Ratusan Ekor Trenggiling telah diselamatkan oleh pihak Diterskrimsus Polda Riau. “Saya ingat, pada saat pertemuan terakhir dengan Kombes Pol Gidion, bahwa dalam waktu dekat, jajaran yang dipimpinnya akan segera kembali meng-ekspose kasus yang jauh lebih besar lagi.  Ini semua kami lakukan, semata-mata hanya untuk kemaslahatan seluruh masyarakat Riau. Dengan Jargon Promoter, kami akan tunaikan tugas dengan penuh tanggung jawab,” akhir Larshen Yunus menirukan pernyataan Kombes Pol Gidion Arif Setyawan.

Namun dalam catatan Redaksi kompasria.com, bahwa aktiviatas PT Dian Anggara Persada PKS Mutiara Samsam Kandis dan koperasi air kehidupan (K.A.K), diduga menguasai kawasan hutan seluas 7000 hektar tanpa izin bebas beroperasi setiap hari di kawasan Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak.?

Laporan : Muhammad Alkindi Fauzi, S.IP

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here