Ir.Bincar Situmorang Masih Bungkam Soal Kasus Koperasi Air Kehidupan

0
209

Siak,kompasriau-Ir Bincar Situmorang diduga salah seorang pendiri koperasi air kehidupan (K.A.K), yang melakukan kegiatan perkebunan kelapa sawit di dalam kawasan hutan seluas 7000 hektar di Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak,Provinsi Riau.

Ironisnya, saat ini, Ir Bincar Situmorang disebut masih menjabat sebagai staf ahli bidang ekonomi, keuangan, pembangunan aset dan sumber daya alam di kantor Gubernur Sumatera Utara.

Hal tersebut terungkap di lingkungan kantor Dinas Koperasi Kebupaten Siak, ketika tim awak media ini melakukan wawancara kepada petugas di lingkungan Dinas Koperasi Kabupaten Siak baru-baru ini.

Menurut Indra Gunawan, bahwa Ir Bincar Situmorang adalah pejabat di lingkungan Pemerintah Sumatera Utara.

Berdasarkan data-data, bahwa pada tahun 2015, Ir Bincar Situmorang dilantik sebagai pejabat di Sumatera Utara.

“Bincar Situmorang adalah anak tertua dari owner pemilik yang juga warga Sumatera Utara  dan Dian Anggara adalah anak dari Ir Bincar Situmorang sebagai pimpinan Koperasi Air Kehidupan di Kecamatan Kandis,”ungkap Indra Gunawan kepada awak media ini.

Lanjutnya, bahwa dalam daftar anggota Koperasi Air Kehidupan di Kantor Dinas Koperasi Kabupaten Siak, bahwa bernama Ir Bincar Situmorang  salah satu anggota pendiri koperasi air kehidupan sejak tanggal 15 Mei 2007, dan pekerjaan PNS.

Diungkapkan Indra, kegiatan koperasi Air Kehidupan bebas, aman beroperasi secara ilegal di dalam kawasan hutan dan mendirikan PT Dian Anggara Persada PKS Mutiara Samsam, disinyalir dibeking oknum Menteri yang sangat berpengaruh di Jakarta., karena Bincar Situmorang masih kerabat oknum Menteri berinisial LBP.

Ketika hal tersebut dikonfirmasi awak media ini kepada oknum Menteri LBP, namun hingga kabar ini dimuat, oknum Menteri LBP masih memilih bungkam.

Begitu juga, Ir Bincar Situmorang,kendati sudah dikonfirmasi awak media secara tertulis, pada tanggal 27 November 2017, namun hingga saat ini, Ir Bincar Situmorang masih bungkam.

Tanggapan Anggota DPRD Siak

Seperti dikabarkan media ini sebelumnya, bahwa anggota DPRD Siak menyatakan siap menjadi saksi, bahwa lahan perkebunan kelapa sawit koperasi air kehidupan atau PT Aek Natio Grup di KM-18 Kampung Sam-sam, Kecamatan Kandis seluas 7000 hektar berada di dalam kawasan hutan.

“Kami DPRD Siak sudah pernah melaporkan kasus itu kepada aparat penegak hukum di Propinsi Riau, tetapi sampai saat ini operasional koperasi air kehidupan  masih tetap lancar melakukan aktivitas di dalam kawasan, padahal saya siap bersaksi bahwa lahan Koperasi Air Kehidupan berada dalam kawasan hutan,” ungkap Mhd Ariadi Tarigan.

Begitu Kasi Perkebunan Dinas Pertanian Perkebunan Kabupaten Siak, Candra, saat dikonfirmasi awa media ini diruang kerjanya mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Siak tidak pernah memberi rekomendasi pembukaan perkebunan sawit atas nama Koperasi Air Kehidupan di kawasan Desa Sam-Sam, Kecamatan Kandis, Kabupaten Bengkalis.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Satu Pintu (DPMPST) Kabupaten Siak, Zulfikri, saat ditemui awak media ini mengaku baru mendengar yang namanya koperasi air kehidupan beroperasi di Desa Sam-Sam, Kecamatan Kandis itu.

“Baru kali ini saya mendengar nama Koperasi Air Kehidupan. Setahu saya Koperasi Air Kehidupan belum mengantongi izin dari DPMPST Kabupaten Siak,”ujar Zulfikri.

Pekerja Koperasi Air Kehidupan Mengalami Kecelakaan Kerja

Bobrok oknum pengurus yang berkompoten dan staf Human Resources Departement (HRD)  koperasi air kehidupan semakin terkuak. Seperti halnya penuturan  bernama Sadarman Ndraha kepada Redaksi kompasriau, bahwa salah seorang karyawan bernama Saba’aro Zamasi mengalami kecelakaan kerja saat panen buah sawit di lingkungan Koperasi Air Kehidupan dan mata Saba’aro Zamasi kena brondolan buah sawit.

“Akibat kejadian tersebut, Saba’aro Zamasi kehilangan matanya sebelah kanan, tetapi pada waktu itu, pihak perusahaan berjanji bahwa saudara Saba’aro Zamasi akan diangkat sebagai karyawan gaji bulanan, tetapi sampai saat ini, Saba’aro Zamasi belum pernah menerima gaji bulanan, padahal surat perjanjian antara pihak koperasi air kehidupan dengan Saba”aro Zamasi diketahui oleh pihak Dinaker Siak,”tutur Sadarman.

Menurut Sadarman, bahwa Saba’aro Zamasi sudah berulang kali mengingatkan mandor, Asisten di koperasi air kehidupan agar perjanjian yang dibuat pihak koperasi air kehidupan dilakukan sesuai surat perjanjian yang diketahui oleh pihak Disnaker Siak tersebut.

“Tapi sampai saat ini tidak ada respon dari mandor maupun dari asisten Koperasi Air Kehidupan. Untuk itu, kami minta kepada media kompasriau agar berita ini dimuat, karena ketika kami tanya terkait surat perjanjian koperasi itu kepada staf HRD, Nircantua Sinurat, tetapi HRD Nircantua Sinurat selalu mengatakan dengan nada keras,”Kalau kalian nuntut, nuntut aja sana”,”ujar Sadarman menirukan ucapan Nircantua Sinurat.***(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here