Darwin Joon Viker Disebut “Rentenir” Minta Bunga Pinjaman 10%

0
330
Jpeg

Dumai,kompasriau-Rentenir atau sering disebut tengkulak merupakan orang yang memberi pinjaman uang tidak resmi dengan bunga tinggi kepada masyarakat yang sangat membutuhkan modal untuk usaha.

Pinjaman melalui rentenir tidak diberikan melalui badan hukum resmi seperti bank dan apabila si peminjam tidak mampu membayar angsuran pinjamannya, maka sang rentenir akan menahan surat tanah agunan yang diberikan si peminjam kepada rentenir itu.

Banyak korban yang jatuh miskin karena praktek rentenir tersebut, seperti yang diamami salah seorang Ibu Rumah Tangga bernama Tio Ida Boru Panggabean, yang bertempat di tinggal di Jalan Wahidin, Kota Dumai. Dimana Darwin Joon Viker bisa disebut “rentenir” karena meminta bunga pinjaman sebesar Rp.40.000.000,- dari Tio Ida Boru Panggabean tanpa badan hukum resmi.

Hal tersebut dilontarkan salah seorang warga Dumai, Kriston Sitompul kepada awak media ini, Sabtu (23/12/2017).

Menurut Kriston,  pada tahun 2000, Muller Sitompul meminjam uang dari salah seorang sering disebut “rentenir” al-marhumah yang bertempat tinggal di Jalan Sutomo, Kota Dumai.

Muller Sitompul meminjam uang dari si rentenir itu sebesar Rp. 4.000.000,- (empat juta rupiah), dengan agunan surat tanah Muller Sitompul yang berada di Jalan Wahidin, Kota Dumai.

“Saat ini surat tanah Muller Sitompul masih ditahan oleh Darwin Joon Viker, karena Ibu Tio Ida Boru Panggabean isterinya alm Muller Sitompul tidak mampu untuk membayar bunga pinjaman 10%, dari pinjaman awal Rp. 4.000.000,- menjadi sebesar Rp. 40.000.000,- yang harus dibayar, padahal Tio Ida boru Panggabean sudah mengangsur pinjamannya sebesar Rp 3.700.000,-,”urai Kriston Sitompul.

Tio Ida Panggabean sudah memohon kepada Darwan Joon Viker, untuk mengembalikan surat tanah al-marhum Muller Sitompul, karena suaminya Muller Sitompul meminjam uang dari orang tua Darwin Joon Viker sebesar Rp. 4.000.000,-(empat juta rupiah), kemudian Muller Sitompul sudah membayar uang pinjamannya pertama kali sebesar Rp. 1.300.000,-, selanjutnya dibayar lagi secara bertahap oleh Tio Ida Panggabean kepada orang tuanya Darwin Joon Viker boru Nainggolan al-marhumah.

“Setelah suami saya meninggal dunia, kemudian saya bersama anak saya pergi ke rumah Darwin Joon Viker, untuk meminta surat tanah kami itu, karena uang yang kami pinjam dari orang tuanya alm Boru Nainggolan hanya Rp. 300.000,- yang belum kami bayar, tetapi Darwin Joon Viker meminta kepada saya sebesar Rp. 40.000.000,-. Setelah mendengar nilai uang sebesar Rp 40 juta itu, saya langsung jatuh pinsan di rumah Darwin Joon Viker,”ujar Tio Ida Panggabean kepada awak media ini di kediamannya,Senin (4/12/2017).

M.Sitompul anaknya Muller Sitompul, ketika dikonfirmasi awak media ini, Jumat (22/12/2017), membenarkan bahwa ia bersama ibunya Tio Ida Panggabean sudah pernah mendatangi kediaman Darwin Joon Viker, untuk meminta surat tanah orang tuanya alm Muller Sitompul.

“Tetapi Darwin Joon Viker meminta bunga pinjaman 10%  kepada kami sebesar Rp. 40 juta, padahal uang yang dipinjam orang tua saya hanya sebesar Rp. 4 juta rupiah dan Darwin Joon Viker mengaku uang itu sudah dibayar orang tua saya tahap pertama sebesar Rp.1.300.000,-, sesuai kwitansi yang ditunjukkan Dawin Joon Viker kepada kami di kediamannya waktu itu, kemudian ibu saya sudah membayar lagi utang itu secara bertahap dan tinggal Rp. 300.000,- lagi utang orang tua saya yang belum dibayar,”urai M.Sitompul.

Keluarga M. Sitompul sangat berharap kepada Darwin Joon Viker untuk mengembalikan surat tanah orang tuanya alm Muller Sitompul.

“Kami keturunan Muller Sitompul berharap kepada Darwin Joon Viker untuk transparan soal uang yang sudah dibayar oleh orang tua saya kepada orang tuanya al-marhumah boru Nainggolan, sesuai bukti kwitansi, karena setiap orang tua saya membayar utangnya, selalu dicatat pegawainya orang tuanya alm boru Nainggolan,”ujar M.Sitompul.

Hingga saat ini, Darwin Joon Viker, belum berhasil ditemui awak media ini, guna konfirmasi terkait surat tanah alm Muller Sitompul tersebut, kendati wartawan media ini sudah berulang kali untuk menenui Darwin Joon Viker di kediamannya di Jalan Sutomo No: 10, kota Dumai. Ketika dihubungi nomor telepon genggamnya dengan nomor 0812775138….., 0821720314…. dan nomor 0812759560…., namun hingga saat ini belum ada jawaban.***(J.K.Situmeang).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here