Darwin Joon Viker Bakal Dilapor Ke Aparat Dugaan “Rentenir”

0
154
Jpeg

Dumai,kompasriau-Salah seorang  Ibu Rumah Tangga, Tio Ida Boru Panggabean, yang bertempat tinggal di Jalan Wahidin N0: 30, Kota Dumai, bakal melaporkan Darwin Joon Viker ke aparat penegak hukum di Kota Dumai. Pasalnya, Darwin Joon Viker diduga meminta bunga pinjaman 10% kepada keluarga al-marhum Muller Sitompul tanpa badan hukum resmi.

“Darwin Joon Viker terkesan  melakukan tindakan seperti “rentenir” memberi pinjaman uang kepada keluarga saya tidak resmi dengan meminta bunga pinjaman 10/%, padahal Darwin Joon Viker salah seorang anggota PWI di kota Dumai, yang seharusnya memberi contoh yang baik di tengah-tengah masyarakat, tetapi Darwin Joon Viker seakan memaksakan kehendaknya menahan surat tanah seorang janda miskin, tanpa dasar hukum dan meminta bunga pinjaman Rp. 40.000.000,- kepada keluarga kami,”ungkap Kriston Sitompul kepada awak media ini,Sabtu (30/11/2017).

Kriston mengatakan bahwa dirinya sudah berupaya berulang kali mendatangi kedimaman Darwin Joon Viker yang berada di Jalan Sutomo No: 10, Kelurahan Teluk Binjai, kota Dumai, untuk meminta surat tanah alm Muller Sitompul, namun Darwin Joon Viker selalu tidak berada di kediamannya.

“Saya hampir setiap hari mendatangani rumah Darwin Joon Viker di Jalan Sutomo itu, tapi Darwin Joon Viker sering tidak berada di rumahnya. Kalau kita hubungi nomor telepon genggamnya, tidak aktif,”keluh Kriston Sitompul dengan nada kecewa.

Terkait kabar tersebut, Forum Dumai, Ir. Muhammad Hasbi menyarankan kepada Tio Ida Boru Panggabean untuk melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian, agar oknum si rentenir tahu hukum membungakan uang. “Menzalimi kejam. Laporkan ke polisi,”saran Ir Muhammad Hasbi.

Seperti dikabarkan media ini, bahwa pinjaman melalui rentenir tidak diberikan melalui badan hukum resmi, dan apabila si peminjam tidak mampu membayar angsuran pinjamannya, maka sang rentenir akan menahan surat tanah agunan yang diberikan si peminjam kepada rentenir itu.

Banyak korban yang jatuh miskin karena praktek rentenir tersebut, seperti yang diamami salah seorang Ibu Rumah Tangga bernama Tio Ida Boru Panggabean, yang bertempat di Kota Dumai. Dimana Darwin Joon Viker disebut “rentenir” karena meminta bunga pinjaman Rp.40.000.000,- dari Tio Ida Boru Panggabean tanpa badan hukum resmi.

Bahwa Muller Sitompul meminjam uang dari salah seorang sering disebut “rentenir” yang bertempat tinggal di Jalan Sutomo, Kota Dumai.

Muller Sitompul meminjam uang dari si rentenir itu sebesar Rp. 4.000.000,- (empat juta rupiah), dengan agunan surat tanah Muller Sitompul yang berada di Jalan Wahidin, Kota Dumai.

“Saat ini surat tanah Muller Sitompul masih ditahan oleh Darwin Joon Viker, karena Ibu Tio Ida Boru Panggabean isterinya alm Muller Sitompul tidak mampu untuk membayar bunga pinjaman 10%, dari pinjaman awal Rp. 4.000.000,- menjadi sebesar Rp. 40.000.000,- yang harus dibayar, padahal Tio Ida boru Panggabean sudah mengangsur pinjamannya sebesar Rp 3.700.000,-,”urai Kriston Sitompul.

Tio Ida Panggabean sudah memohon kepada Darwan Joon Viker, untuk mengembalikan surat tanah al-marhum Muller Sitompul, karena suaminya Muller Sitompul meminjam uang dari orang tua Darwin Joon Viker sebesar Rp. 4.000.000,-(empat juta rupiah), kemudian Muller Sitompul sudah membayar uang pinjamannya pertama kali sebesar Rp. 1.300.000,-, selanjutnya dibayar lagi secara bertahap oleh Tio Ida Panggabean kepada orang tuanya Darwin Joon Viker boru Nainggolan al-marhumah.

“Setelah suami saya meninggal dunia, kemudian saya bersama anak saya pergi ke rumah Darwin Joon Viker, untuk meminta surat tanah kami itu, karena uang yang kami pinjam dari orang tuanya alm Boru Nainggolan hanya Rp. 300.000,- yang belum kami bayar, tetapi Darwin Joon Viker meminta kepada saya sebesar Rp. 40.000.000,-. Setelah mendengar nilai uang sebesar Rp 40 juta itu, saya langsung jatuh pinsan di rumah Darwin Joon Viker,”ujar Tio Ida Panggabean kepada awak media ini di kantor Kompas Riau.

M.Sitompul anaknya Muller Sitompul, ketika dikonfirmasi awak media ini membenarkan bahwa ia bersama ibunya Tio Ida Panggabean sudah pernah mendatangi kediaman Darwin Joon Viker, untuk meminta surat tanah orang tuanya Muller Sitompul.

“Tetapi Darwin Joon Viker meminta bunga pinjaman 10%  kepada kami Rp. 40 juta, padahal uang yang dipinjam orang tua saya hanya sebesar Rp. 4 juta rupiah dan Darwin Joon Viker mengaku uang itu sudah dibayar orang tua saya tahap pertama Rp.1.300.000,-, sesuai kwitansi yang ditunjukkan Dawin Joon Viker kepada kami di kediamannya waktu itu, kemudian ibu saya sudah membayar lagi utang itu secara bertahap dan tinggal Rp. 300.000,- lagi utang orang tua saya yang belum dibayar,”urai M.Sitompul.

Keluarga M. Sitompul sangat berharap kepada Darwin Joon Viker untuk mengembalikan surat tanah orang tuanya alm Muller Sitompul.

“Kami keturunan Muller Sitompul berharap kepada Darwin Joon Viker untuk transparan soal uang yang sudah dibayar oleh orang tua saya kepada orang tuanya al-marhumah boru Nainggolan, sesuai bukti kwitansi, karena setiap orang tua saya membayar utangnya, selalu dicatat pegawainya orang tuanya alm boru Nainggolan,”ujar M.Sitompul.

Hingga saat ini, Darwin Joon Viker, belum berhasil ditemui awak media ini, guna konfirmasi terkait surat tanah alm Muller Sitompul tersebut, kendati wartawan media ini sudah berulang kali untuk menenui Darwin Joon Viker di kediamannya di Jalan Sutomo No: 10, kota Dumai. Ketika dihubungi nomor telepon genggamnya dengan nomor 0812775138….., 0821720314…. dan nomor 0812759560…., namun hingga saat ini belum ada jawaban.***(J.K.Situmeang).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here