Kenapa Menteri LHK Dan Kadis LH Dan Kehutanan Masih Bungkam Soal Kasus K.A.K.?

0
322

Catatan Kompasriau   

Hingga saat ini, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Provinsi Riau dan Kepala Balai Pengamanan Dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Wilayah Sumatera Seksi Wilayah II Pekanbaru, masih memilih bungkam soal dugaan keberhasilan pihak Koperasi Air Kehidupan (K.A.K) memporak-porandakan kawasan hutan seluas 7000 hektar secara ilegal di Desa Sam-Sam, Kecamatan Kandis, kendati Pemimpin Redaksi kompasriau.com, pada tahun 2017 telah melayangkan konfirmasi secara tertulis kepada Plt Dinas LH Dan Kehutanan Provinsi Riau dan Kepala Balai Penegakan Hukum Lingkungan hidup Dan Kehutanan Seksi Wilayah II Pekanbaru.’

Begitu juga Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia terkesan tidak “becus” memimpin anak buahnya di Provinsi Riau untuk mencegah dan memberantas aksi perusakan  kawasan hutan seluas 7000 hektar di kawasan Kabupaten Siak, kendati Redaksi awak media telah berulang kali mengimformasikan kasus K.A.K tersebut via WhatsApp Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia.

Dian Anggara Situmorang sebagai Ketua Koperasi Air Kehidupan di Jalan Caltex KM-18,Desa Sam-sam, Kecamatan Kandis Siak, Rabu (6/9/2017), telah memenuhi panggilan Kepala Unit perkara Polisi Kehutanan (Polhut) Dinas Llingkungan Hidup Dan Kehutanan Propinsi Riau.

Menurut pejabat di lingkungan markas Polisi Dinas Lingkungan Dan Kehutanan,  pemanggilan terhadap Ketua Koperasi Air Kehidupan tersebut terkait pemberitaan media online kompasriau.com, soal dugaan pembukaan perkebunan seluas 7000 hektar di dalam kawasan hutan di Desa Sam-Sam, Kecamatan Kandis.

Pembukaan perkebunan kelapa sawit koperasi Air Kehidupan diduga mengalihfungsikan kawasan Hutan menjadi perkebunan kelapa sawit tanpa ada izin pelepasan kawasan hutan dari Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia.

Bahwa sebelum pemanggilan terhadap ketua koperasi Air Kehidupan, petugas Polisi Kehutanan Dinas LHK Propinsi Riau, Edi Sinaga bersama anggotanya sudah melakukan cross-check ke lokasi perkebunan Koperasi Air Kehidupan. Namun, Kanit Perkara, Edi Sinaga, ketika diupayakan awak media ini menemuinya, guna konfirmasi terkait pemanggilan tersebut, Edi Sinaga tidak ada ditempat. Menurut sumber di instansi kantor Polisi Kehutanan di Jalan Dahlia Pekanbaru,  Edi Sinaga sedang keluar.

“Tadi ada Pak Edi diruangan memeriksa Ketua Koperasi Air Kehidupan, Dian Situmorang,”ujar salah seorang pejabat di lingkungan Polisi Kehutanan di Jalan Dahlia Pekanbaru.

Ketua Koperasi Koperasi Air Kehidupan, Dian Anggara Situmorang hadir di markas Polisi Kehutanan LHK Propinsi Riau sekitar pukul 09.00 Wib.

“Setelah dimintai keterangan oleh penyidik, pada pukul 12 Wib, ketua Koperasi Air Kehidupan tampak keluar dari ruangan kanit penyidik Polisi Kehutanan, Edi Sinaga. Berselang beberapa saat kemudian disusul keluarnya Edi Sinaga dari markas Polisi Kehutanan di Jalan Dahlia ini,”kata sumber kepada awak media ini.

Pemanggilan terhadap Ketua Koperasi Air Kehidupan terkait laporan masyarakat ke Kementerian LH dan Kehutaan Republik indonesia, soal alih fungsi kawasan hutan seluas 7000 hektar dikawasan hutan Desa Sam-Sam, Kecamatan Kandis secara non prosedural menjadi perkebunan kelapa sawit dan pembukaan pabrik kelapa sawit diduga tanpa izin Pemerintah.

Namun hingga saat ini, aktivitas koperasi air kehidupan di dalam kawasan hutan masih tetap merajalela di Desa Sam-Sam, sehingga kuat dugaan oknum penyidik Polisi Kehutanan terindikasi konspirasi dengan oknum pemilik K.A.K untuk mengalih fungsikan kawasan hutan seluas 7000 hektar tanpa izin dari Lingkungan Hidup Dan Kehutanan.

Gencarnya pemberitaan terkait kasus tersebut, anggota DPRD Siak mengatakan siap menjadi saksi, bahwa lahan perkebunan kelapa sawit koperasi air kehidupan atau PT Aek Natio Grup di KM-18 Kampung Sam-sam, Kecamatan Kandis seluas 7000 hektar berada di dalam kawasan hutan.

“Kami DPRD Siak sudah melaporkan kasus itu kepada aparat penegak hukum di Provinsi Riau, tetapi sampai saat ini operasional koperasi air kehidupan  masih tetap lancar melakukan aktivitas di dalam kawasan, padahal saya siap bersaksi bahwa lahan Koperasi Air Kehidupan berada dalam kawasan hutan,”kata Mhd Ariadi Tarigan kepada kompasriau.

Kasi Perkebunan Dinas Pertanian Perkebunan Kabupaten Siak, Candra, saat dikonfirmasi awak media ini diruang kerjanya mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Siak tidak pernah memberi rekomendasi pembukaan perkebunan sawit atas nama Koperasi Air Kehidupan di kawasan Desa Sam-Sam, Kecamatan Kandis, Kabupaten Bengkalis.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Satu Pintu (DPMPST) Kabupaten Siak, Zulfikri, saat ditemui media ini mengaku baru mendengar yang namanya koperasi air kehidupan beroperasi di Desa Sam-Sam, Kecamatan Kandis itu.

Pendiri Koperasi Air Kehidupan, Ir Binsar Situmorang, Ketua K.A.K, Dian Anggara Situmorang dan Senior Manager, Ir Harianto Siburian masih memilih bungkam soal perizinan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Mutiara Samsam Kandis dan perizinan perkebunan K.A.K seluas 7000 hektar di kawasan Desa Sam-Sam itu.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here