Surat Tuntutan JPU Heri Susanto, SH Terkesan “Asal-Asalan”?

0
223

Dumai, kompasriau-Terdakwa Abu Bakar dugaan penipuan dan atau penggelapan, yang telah dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Dumai di Pengadilan Negeri Dumai, dengan pidana penjara selama 3 tahun 7 bulan, Selasa (2/1/2018), mengundang perhatian atau pertanyaan sejumlah masyarakat dan awak media di Kota Dumai.

Pasalnya, sebagian isi surat tuntutan Jaksa Penuntut Umum tersebut terkesan “tidak profesional atau asal-asalan” dan terkesan mengesampingkan fakta-fakta yang terungkap dipersidangan.

Hal tersebut diucapkan  Aston Tambunan dan kawan-kawannya wartawan di kota Dumai di kantor Redaksi kompasriau.com, Sabtu (6/1/2018).

“Tuntutan dari JPU menuntut terdakwa Abu Bakar selama 3, 7 tahun penjara, otomatis ditolak alias tidak diterima Abu Bakar.Karena itu, tim pengacaranya akan melakukan upaya pledoi atau pembelaan terhadap tuntutan jaksa ini,”ujar Aston Tambunan.

Dalam tuntutan JPU yang memberatkan perbuatan terdakwa Abu Bakar karena mengakibatkan kerugian saksi Rachmad Harahap alias Ucok Harahap sebesar Rp.10.002.141.203,-.

“Dalam isi surat tuntutan JPU disebut Ucok Harahap merugi sepuluh miliaran, padahal, terdakwa Abu Bakar sudah mengembalikan semua modal Ucok, dan  termasuk memotong utang Ucok Harahap atau PT BMP sebesar Rp 5,3 miliar atas pengambilan semen dari Abu Bakar atau PT Nilam dan pemotongan utang atas penarikan dua unit truck fuso dari Abu Bakar oleh Ucok,”urai  Aston Tambunan dengan nada heran seraya menilai perkara ini dipaksakan.?

Yang lebih ironi dalam isi tuntutan JPU itu,menurut Aston Tambunan dan kawan-kawanya, dimana JPU seakan menunjukkan “ketidakprofesionalannya membuat surat tuntutan” dan seakan terkesan mengabaikan roh keadilan saat menuntut terdakwa.

Kenapa tidak, JPU  menyebut dalam tuntutanya kalau Abu Bakar tidak berusaha mengembalikan kerugian korban alias kerugian Ucok Harahap.

Padahal saat Ucok Harahap memberikan keterangan di muka sidangan dan didengar sendiri oleh JPU cukup jelas diakui Ucok Harahap soal adanya pengembalian utang kepadanya oleh Abu Bakar.

JPU juga mendengar Ucok Harahap membenarkan utangnya sebesar Rp 5, 3 miliar kepada Abu Bakar atau PT Nilam atas pengambilan semen curah dari PT Nilam selaku distributor semen padang.

Selain itu, Ucok Harahap membenarkan penarikan dua unit truk Fuso dari Abu Bakar dan pengembalian utang kepada Ucok oleh Abu Bakar.

Anehnya, dalam surat tuntutan yang dibuat JPU itu sendiri, JPU malah mencantumkan barang bukti sejumlah surat kwitansi bukti adanya beberapa kali angsuran hutang dari Abu Bakar atau PT Nilam.

Lantas kenapa JPU menyebut terdakwa Abu Bakar tidak berusaha mengembalikan kerugian atau modal Ucok Harahap ? Inilah pertanyaan publik terhadap isi tuntutan JPU tersebut. Isi tuntutan JPU itu dinilai kontroversi dan terkesan mengesampingkan fakta-fakta yang terungkap dipersidangan,”kritik Aston Tambunan yang mengaku selalu setia mengikuti agenda persidangan tersebut.

Terkait hal itu, awak media ini mencoba meminta klarifikasi dari JPU Heri Susanto SH, namun hingga saat ini belum mengklarifikasinya.****(Red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here