Abu Bakar: JPU Tidak Bisa Membuktikan Kerugian Pelapor.?

0
181

Dumai, kompasriau-Sebagaimana dirilis media ini sebelumya, bahwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Dumai menuntut terdakwa Abu Bakar, dengan pidana penjara selama 3 tahun 7 bulan, dugaan melakukan tindak pidana penggelapan pasal 372 KUHP.

Lantas, atas tuduhan dalam tuntutan JPU kejari Dumai, Jonitrianto Andra SH, yang dibacakan jaksa Hery Susanto SH, maka terdakwa Abu Bakar membantah tegas segala tuduhan JPU.

Pembacaan pledoi di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) klas IA Dumai, sore tadi, Rabu (10/1/2018), dipimpin hakim Dewi Andriyani SH. Dalam sidang itu, Abu Bakar langsung membacakan isi pledoi atau pembelaannya atas tuntutan JPU.

Selain menyampaikan pembelaannya secara langsung oleh Abu Bakar di hadapan sidang, tim kuasa hukum Abu Bakar Asep Ruhiat dan rekannya serta Destiur Ida SH, juga menyampaikan pembelaan atas tuntutan JPU kepada Abu Bakar.

Mendengarkan surat pembelaan yang dibacakan Abu Bakar di hadapan sidang, terkesan sungguh ironi hingga mengundang perhatian pengunjung sidang termasuk para awak media yang terus mengikuti perkembangan perkara ini.

Kenapa tidak, karena tuduhan perbuatan penggelapan yang disebut JPU dilakukan Abu Bakar sebagaimana dalam tuntutan JPU tersebut dinilai kontroversi dengan fakta sidang dan terkesan tidak rasional.

Sebagaimana tanggapan Abu Bakar dalam surat pledoi yang dibacakannya terdakwa Abu Bakar, ia mengemukakan soal keanehannya terhadap perkara tuduhan penggelapan yang dialamatkan kepadanya.

Dimana JPU menyebut memberatkan perbuatan terdakwa Abu Bakar karena pelapor Rachmad Harahap alias Ucok Harahap mengalami kerugian sebesar Rp 10.002.141.203,- dan soal tuduhan JPU mengatakan kalau Abu Bakar tidak berusaha mengembalikan kerugian korban saksi pelapor atau Ucok Harahap.

Hal ini yang menjadi aneh menurut Abu Bakar. Padahal kata Abu Bakar, JPU mendengar langsung pengakuan Ucok Harahap pada sidang sebelumnya ketika majelis hakim mempertanyakan prihal pengembalian hutang oleh Abu Bakar termasuk adanya tunggakan hutang Ucok Harahap kepada Abu Bakar Rp 5.318.000. Atas penganbilan semen curah dari PT Nilam milik Abu Bakar.

Dari mana kerugian pelapor Ucok Harahap sebagaiman disebut JPU dalam tuntutannya tetap sebesar Rp 10 002 141 203, kata Abu Bakar sembari menyebut tidak tau dari mana muncul kerugian itu.

“Saya tidak tau dari mana angka kerugian itu bisa muncul,”ujar Abu Bakar kepada majelis hakim sambil menyebut heran dan aneh soal tuduhan kerugian yang disebut digelapkannya.

Yang paling ironi soal kerugian Ucok Harahap disebut Rp 10 miliaran oleh JPU, kata Abu Bakar JPU tidak bisa membuktikan atau merinci dari mana kerugian Ucok Harahap dan apa yang digelapkan Abu Bakar.***(Tambunan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here