Tersangka Fredrich Yunadi Diduga Mengatur Sejumlah Hal

0
127

Jakarta,kompasriau-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Fredrich Yunadi sebagai tersangka. dugaan menghalang-halangi proses penanganan kasus e-KTP.

KPK menduga perbuatan Fredrich melanggar pasal 21 UU 31/1999 tentang pemberantasan korupsi, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 12 tahun dan denda maksimal Rp.600 juta.

Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan kepada sejumlah awak media di kantor KPK, Rabu (10/1/2018), mengatakan tersangka FY diduga menghalangi penyidikan KPK ketika membantu Setya Novanto  menghindari penjemputan paksa penyidik.

Tersangka FY diduga mengatur sejumlah hal agar Setnov dirawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau setelah ‘kecelakaan mobil’ di Jakarta Barat, 17 November 2017.

“Saat di rumah sakit, meski diakui kecelakaan, tapi SN  tidak dibawa ke IGD, tapi ruang rawat inap VIP. Sebelum dirawat, diduga FY  telah datang lebih dulu untuk berkoordinasi dengan pihak rumah sakit,”terang Basaria.

“Ada informasi, seorang dokter menerima telepon dari salah satu pengacara SN bahwa SN akan datang sekitar pukul 21.00 WIB dan mem-booking satu lantai,”kata Basaria.

KPK juga menetapkan dokter bernama BS menjadi tersangka. BS disangkakan melakukan perbuatan yang sama seperti FY.

Kuasa hukum, Fredrich, Sapriyanto Refa, saat dikonfirmasi, Rabu (10/1/), mengatakan,  DPN Peradi telah membentuk tim hukum untuk melakukan pembelaan terhadap FY,” kata kuasa hukum Fredrich.

Dikatakan Refa, berdasarkan Pasal 16 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat, yang telah dikuatkan dalam putusan uji materi di Mahkamah Konstitusi, advokat tak dapat dituntut baik secara pidana maupun perdata sejak advokat menerima kuasa.

“Tim hukum DPN Peradi dan 50.000 anggota advokat Peradi seluruh Indonesia akan membela profesi advokat,” tegas Refa.

Kata Refa, tindakan KPK menetapkan Fredrich sebagai tersangka telah melecehkan profesi advokat. Selain itu, dia menilai profesi advokat akan punah jika gaya membela Fredrich dianggap merintangi penyidikan yang dilakukan KPK.

“Apakah kita membiarkan UU Advokat dinjak-injak KPK? Sebab tidak ada upaya merintangi penyidikan yang lakukan selama membela Pak SN,”tegasnya.***(JF)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here