Ternyata Pembayaran Hutang Abu Bakar lebih Besar Dari Kerugian Pelapor

0
231

Dumai, kompasriau-Surat pledoi terdakwa Abu Bakar yang dibaca langsung oleh Abu Bakar dalam sidang lanjutan, Rabu (10/1-1018), mengungkap fakta yang sungguh mengherankan pengunjung sidang.

Fakta yang menarik perhatian pengunjung sidang ini, ternyata hutang yang sudah dibayarkan oleh terdakwa, Abu Bakar kepada Rachmad Harahap alias Ucok Harahap ketika menjalankan modal usaha distributor semen padang, lebih besar dari kerugian pelapor.

Pantas muncul keheranan dan pertanyaan dari Abu Bakar atas tuduhan JPU menyebut kerugian pelapor Ucok Harahap sebesar Rp 10 002 141 203.  “Dari mana angka ini muncul”, kata Abu Bakar dalam pledoinya dengan menyebut aneh.

Memang, dalam surat dakwaan JPU hingga dalam surat tuntutan terdakwa Abu Bakar, JPU Jonitrianto Andra SH MH, yang dibacakan Jaksa Hery Susanto SH, tidak ada merinci dan diduga tidak bisa menjelaskan dari mana muncul kerugian Ucok Harahap Rp 10 miliaran tersebut.

Dalam fakta sidang sebelumnya, Ucok Harahap membenarkan adanya pengembalian hutang oleh Abu Bakar atau PT Nilam kepada Ucok Harahap pemilik PT BMP dan membenarkan adanya hutang PT BMP kepada Abu Bakar atas tunggakan invois pengambilan semen curah dari PT Nilam oleh PT BMP sebesar Rp 5, 3 miliar lebih.

Lantas muncul pertanyaan besar kepada JPU, kenapa JPU “mengabaikan” fakta sidang yang notabene sudah diakui pelapor Ucok Harahap adanya pengembalian hutang Abu Bakar dan mengapa tetap ngotot menyebut kerugian Ucok Harahap Rp 10 miliaran ini.

Pengembalian atau pembayaran hutang oleh terdakwa Abu Bakar kepada Ucok Harahap yang dibenarkan Ucok Harahap dihadapan sidang, dalam pledoinya dituangkan Abu Bakar secara rinci.

Pengembalaian hutang oleh Abu Bakar kepada Ucok Harahap diantaranya yakni overbooking lewat rekening PT Nilam di Bank Mandiri ke rekening PT BMP milik Ucok Harahap sebesar Rp 2 000 000 000,-

Kemudian pengembalian deposito PT Asei ke rekening Ucok Harahap sebesar Rp 1 200 000 000,-, dan pemotongan hutang Abu Bakar kepada Ucok atas penjualan aset PT Nilam oleh Ucok Harahap yakni alat berat PT Vitas Samudera sebagai jaminan hutang PT Vitas kepada PT Nilam sebesar Rp 654 000 000,-

Kemudian penjualan 1 unit mobil truck Mitsubishi fuso 4 x 6 oleh Ucok Harahap yang di tarik dari Abu Bakar setara Rp 600 000 000,- dan pembayaran bunga bank atas permintaan Ucok Harahap sebagai pelapor dalam perkara ini dengan jumlah Rp 1 724 000 000,-

Demikian soal hutang PT BMP milik Ucok Harahap kepada Abu Bakar selaku direktur PT Nilam atas tunggakan pembayaran semen curah, menurut Abu Bakar sebesar Rp 5, 318 000 000,-.

Hutang Ucok Harap kepada Abu Bakar ini, adalah atas hutang semen curah yang diambil oleh PT BMP dari PT Nilam selaku distributor semen padang masuk dalam potongan hutang Abu Bakar kepada Ucok Harap.

Sehingga total hutang yang sdh dibayarkan oleh Abu Bakar kepada Ucok Harahap yakni sebesar Rp 12 696 000 000,-. Artinya, hutang Abu Bakar yang sudah dikembalikan atau dibayarkan kepada Ucok Harahap, nilainya lebih besar dari kerugian yang dituduhkan JPU kepada Abu Bakar.

Menurut Abu Bakar dan yang terungkap di persidangan, bahwa rincian hutang Abu Bakar kepada Ucok yang disampaikan dalam agenda pembacaan peledoi atau pembelaan, Rabu (10/1-2018), merupakan fakta sidang dibenarkan oleh pelapor Ucok Harahap.

Karena itu, Abu Bakar kepada majelis hakim berharap menyikapi perkara ini dengan arif, bijaksana dan seadil-adilnya saat menjatuhkan putusan perkara ini, pinta Abu Bakar.***(Tambunan).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here