Kepemimpinan Gubernur Riau Dinilai Belum Berhasil Membina Pengusaha “Nakal”

0
137

IMG-20170705-WA0001Pekanbaru,kompasriau-Kepemimpinan Gubernur Riau, H. Arsyadjuliandi Rachman dan Kepala Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Provinsi Riau, Rasidin, dinilai belum berhasil melakukan pembinaan terhadap pengusaha “nakal” khususnya dalam kasus perselisihan hubungan industrial di lingkungan Koperasi Air Kehidupan (K.A.K), yang berada di Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak.

FB_IMG_1498218139020Salah satu bukti misalnya, bahwa hingga saat ini, pihak koperasi air kehidupan masih melakukan PHK sepihak terhadap puluhan karyawan dan pengosongan rumah dinas karyawannya tanpa penetapan PHI, meskipun kepala Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Provinsi Riau telah menyurati pihak koperasi air kehidupan agar tidak melakukan PHK terhadap karyawannya tanpa penetapan PHI.

Hal tersebut dikeluhkan oleh puluhan anggota Serikat Pekerja Perjuangan Indonesia (SPPI) kepada awak media ini,Minggu (14/1/2017).

Menurut Sudarman, pihak koperasi air kehidupan disinyalir bisa atur oknum  petugas yang berkompoten di Provinsi Riau untuk melakukan PHK sepihak sekaligus melakukan pengosongkan rumah dinas karyawannya secara paksa, tanpa penetapan PHI.

Tindakan pihak Koperasi Air Kehidupan diduga memakai tangan sekelompok “preman” untuk pengosongan rumah dinas karyawannya korban PHK sepihak, tak berprikemanusiaan.

“Pemilik koperasi air kehidupan seperti “kebal hukum”, karena pemilik K.A.K diduga  bisa atur oknum aparat yang berwenang di Riau ini, sehingga bisa sesuka hatinya untuk PHK karyawan dan mengosongkan rumah dinas karyawan secara paksa,”keluh Sadarman.

Lanjutnya, barang-barang berharga seperti ijazah, emas,  alat-alat sekolah anak-anak, pakaian dan peralatan  alat rumah tangga diduga dirampas dari dalam rumah karyawan dan dibuang begitu saja di Km 1 Jalan Lobo Jaya-Waduk, Kecamatan Kandis.

Pengosongan  terhadap 4 rumah karyawan korban PHK sepihak dilakukan secara paksa oleh sekelompok “preman” dihadapan anak-anak karyawan yang masih dibawah umur.

Pengurus SPPI dan tim kompasriau.com sangat prihatin melihat musibah yang dialami karyawan Koperasi Air Kehidupan dan dugaan korban “kekerasan, pelecehan seksual,  dan premanisme “ pada saat pengosongan rumah dinas karyawan KAK, pada tanggal 2 Juni 2017.

Berjumlah 5 orang anak-anak karyawan korban PHK ini trauma akibat pengosongan rumahnya secara paksa oleh sekelompok preman yang diduga sengaja didatangkan oleh pihak KAK untuk merampas barang-barang dan  alat-alat sekolah anak-anak karyawan.

Berjumlah 42 Kepala keluarga (KK) karyawan koperasi air kehidupan korban PHK sepihak tanpa penetapan dari PHI dan tidak mendapat pesangon dari pihak KAK, padahal mereka sudah karyawan tetap selama 5 tahun lebih di KAK di Kecamatan Kandis.

Berdasarkan slip gaji yang dibuat staff HRD koperasi air kehidupan,Nircantua Sinurat, pada bulan maret 2017, bahwa upah pokok karyawan tetap bernama Jakiman Situmorang, jabatan mandur gaji pokok Rp.1.380.330,-/bulan. Karyawan tetap bernama Roma Rio Simaremare, jabatan Mekanik gaji pokok Rp.1.380.330,-.Karyawan tetap bernama Manri Siringo-Ringo, jabatan sopir BM 9577 SA, upah pokok Rp. 1.380.330,-/bulan.

Karyawan tetap bernama Zulkifli, jabatan sopir BH 9327 SC, upah pokok Rp. 1.380.330.-. Karyawan tetap bernama Sabam Simanjuntak, jabatan sopir BM 9130 SA, upah pokok Rp. 1.380.330,-. Karyawan tetap bernama Cisanto, jabatan Op Jhondere III, upah pokok Rp. 1.380.330,-. Karyawan tetap bernama Sapri, upah pokok Rp.1.380.330,-. Karyawan tetap bernama Baringin Pasaribu, upah pokok Rp. 1.380.330,-. .Karyawan tetap bernama Riswan Saruksuk, upah pokok Rp. 1.380.330,-.

Selain itu, salah seorang karyawan bernama Saba’aro Zamasi mengalami kecelakaan kerja saat panen buah sawit di lingkungan Koperasi Air Kehidupan dan mata Saba’aro Zamasi kena brondolan buah sawit.

Akibat kejadian tersebut, Saba’aro Zamasi kehilangan matanya sebelah kanan, tetapi pada waktu itu, pihak perusahaan berjanji bahwa saudara Saba’aro Zamasi akan diangkat sebagai karyawan gaji bulanan, tetapi sampai saat ini saudara Saba’aro Zamasi belum pernah menerima gaji bulanan, padahal surat perjanjian antara pihak koperasi air kehidupan dengan Saba”aro Zamasi diketahui oleh pihak Dinaker Siak.

Bahwa Saba’aro Zamasi sudah berulang kali mengingatkan mandor, Asisten di koperasi air kehidupan agar perjanjian yang dibuat pihak koperasi air kehidupan dilakukan sesuai surat perjanjian yang diketahui oleh pihak Disnaker Siak tersebut.

“Tapi sampai saat ini tidak ada respon dari mandor maupun dari asisten Koperasi Air Kehidupan. Untuk itu, kami minta kepada media kompasriau agar berita ini dimuat, karena ketika kami tanya terkait surat perjanjian koperasi itu kepada staf HRD, Nircantua Sinurat, tetapi HRD Nircantua Sinurat selalu mengatakan dengan nada keras,”Kalau kalian nuntut, nuntut aja sana”,”ujar Sadarman menirukan ucapan Nircantua Sinurat.

Pimpinan koperasi Air Kehidupan, kendati sudah berulang kali dikonfirmasi tim kompasriau.com via telepon genggam maupun konfirmasi secara tertulis soal kasus tersebut, namun hingga saat ini belum ada tanggapan atau penjelasan.***(Red).

 

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here