Proses Hukum Kapal MT Pratama Dipertanyakan Wartawan

0
69

Dumai, kompasriau-Perkembangan proses hukum terhadap kapal MT Pratama pengangkut Crude Oil/minyak mentah  diduga ilegal, hingga saat ini belum diketahui media ini. Saat ini, proses hukum Kapal MT Pratama tersebut menjadi perbincangan pengurus LSM dan sejumlah wartawan di kota Dumai.

“Setahu saya proses hukum kapal MT Pratama itu sudah ditangani penyidik Polda Riau, tetapi kita konfirmasi saja kepada humas KSOP Dumai, sudah sejauhmana proses hukumnya,”ujar Kriston kepada awak media ini, Kamis (8/2/2018).

Humas Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Dumai, Herry Yos P Purba S.Ip MH, mengakui, bahwa proses penanganan hukum  terhadap kapal MT Pratama itu telah ditangani penyidik Polda Riau.

Namun Humas KSOP Kelas I Dumai, belum tahu kemana arah atau perkembangan proses hukum kapal MT Pratama tersebut, karena pihaknya (KSOP-red) belum ada pemanggilan dari penyidik Polda Riau kapasitas sebagai saksi ahli.

Herry Yos P Purba menjelaskan, bahwa proses hukum terhadap nakhoda dan awak kapal MT Pratama oleh penyidik Polda Riau berawal adanya dugaan pelanggaran pelayaran dilakukan awak kapal tanker MT Pratama.

Dimana, kapal MT Pratama yang berangkat dari Batam Kepulauan Riau (Kepri) tiba di Dumai, kapal MT Pratama ditemukan berlabuh bukan di pelabuhan resmi, yakni pelabuhan Pelindo, akan tetapi kapal MT Pratama berlabuh di pelabuhan terlarang bernama pelabuhan rakyat sungai kemelih.

Kata Herry Yose, bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan atau gelar perkara terhadap kapal MT Pratama maupun awak kapal yang berbendera Indonesia ini dan kemudian kata Herry pihaknya berkoordinasi ke pihak Polres Dumai.

Tetapi menurut Humas KSOP ini, bahwa kapal MT Pratama tersebut sudah melanggar aturan pelayaran.Tetapi menurut Herry,  surat persetujuan berlayar kapal MT Pratama lengkap.

Kata Herry Yos, selain melakukan pelanggaran pelayaran, pihaknya juga menemukan dugaan tindak pidana khusus maupun tindak pidana umum di dalam kapal MT Pratama oleh nakhoda.

Dimana dalam surat manifest kapal MT Pratama, kondisi kapal menurut Herry Yos adalah nihil cargo atau kapal tanker dalam kondisi kosong atau tidak ada muatan. Akan tetapi saat kapal diperiksa kata Herry, ternyata kapal ditemukan sarat muatan minyak hitam dengan jumlah sekitar 200 hingga 300 ton.

Namun disebut Herry, KSOP Dumai belum mengetahui dari mana asal muasal minyak hitam ilegal alias tidak dilengkapi administrasitrasinya itu, karena para awak kapal MT Pratama berjumlah 6 orang masih tertutup soal legalitas dan tujuan bongkar minyak hitam tersebut.

Hingga berita ini dilansir, awak media ini belum memperoleh keterangan resmi dari penyidik polda Riau sudah sejauh mana proses hukum terhadap awak kapal maupun kapal MT Pratama.***(Tambunan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here