Hindari Money Politic Dan Berita Bohong

0
179
Jpeg

Pekanbaru,kompasriau-Banyaknya harapan yang ditujukan bagi para insan pers dalam menjelang pilkada tahun 2018.

Para pemburu berita diharapkan harus tetap menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dalam melakukan tugas peliputan di lapangan. Karena munculnya berita hoax bisa saja melunturkan kepercayaan masyarakat terhadap media.

Selain itu, modus yang sering terjadi menjelang pilkada adalah pemberian atau pengucuran kredit dalam jumlah yang relatif besar kepada masyarakat (oknum) dengan penerima manfaat sebenarnya adalah para calon (oknum) kepala daerah yang akan bertarung.

Untuk itu diharapkan kepada seluruh calon kepala daerah yang akan bertarung pada pilkada serentak tahun 2018 untuk bersikap jujur, terhormat dan kesatria dalam memenangkan hati pemilih.

Kepala Kepolisian Daerah Riau, Irjen Pol Drs Nandang.M.H,  menghimbau kepada seluruh masyarakat dan juga kepada para pemburu berita untuk menghindari provokasi dengan isu sara berita bohong (hoax), politik uang (money politic), kampanye hitam dan ujaran kebencian.

“Kita himbau kepada seluruh masyarakat untuk menghindari provokasi dengan isu sara berita bohong. Marilah kita jaga kamtibmas yang kondusif pada pilkada serentak tahun 2018. Pilkada yang bersih dan damai menghasilkan pemimpin yang berkualitas,”ujar Kapolda Riau kepada awak media ini di ruang kerjanya, Senin (12/2/2018).

Kapolda Riau juga mengimbau agar masyarakat lebih cerdas dalam menentukan pilihan dalam pilkada serentak tahun 2018, dengan memilih sesuai harapannya dan menghindari praktik politik uang.

Untuk diketahui, bahwa pelaksanaan pilkada serentak dijadwalkan berlangsung pada Juni 2018 yang diikuti oleh 171 daerah, yakni terdiri atas 17 provinsi dan 154 kabupaten-kota, bersamaan dengan tahapan persiapan pemilihan umum legislatif dan pemilihan presiden dan wakil presiden di 2019.***(Red)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here