Dongkrak Pertumbuhan Angka PAD Sektor Retribusi Terminal

0
112

Dumai, kompasriau-Dinas Perhubungan Pemerintah Kota Dumai terus giat menunjang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi terminal.

Pada tahun 2017 lalu, Dinas Perhubungan (Dishub) Pemerintah Kota Dumai berhasil meraup PAD dari sektor retribusi parkir terminal barang sebesar Rp 18 miliar lebih. Jumlah PAD yang di peroleh dari sektor terminal barang ini telah melebihi target yang ditentukan sebesar Rp 17 miliar lebih.

Namun keberhasilan pihak Dishub Pemko Dumai menggaet retribusi parkir terminal barang ini, tidak lantas membuat jajaran Dishub berbangga diri. Akan tetapi, bahwa jajaran Dishub ini terus melakukan evaluasi guna menjaring sumber-sumber PAD yang selama ini dinilai belum maksimal.

Sumber PAD yang diperoleh Dishub Pemko Dumai selama ini, merupakan retribusi terminal dari setiap truk tanki CPO maupun truk yang mengankut turunannya termasuk truk general cargo yang masuk ke terminal barang sesuai Peraturan Daerah (Perda) Kota Dumai nomor 24 tahun 2011 tentang penyelenggaraan terminal dan retribusi terminal.

Kepala Unit Terminal Barang Pemko Dumai, Ramlan Siregar S.Sos, membenarkan Pendapatan Asli Daerah dari retribusi terminal barang belum maksimal mencakup pendapatan retribusi dari angkutan atau truk lansiran Dumai-Bukit Kapur.

Karena itu, guna mengoptimalkan PAD dari sektor retribusi terminal yang dikelola Dishub Pemko Dumai ini, pihaknya berupaya melakukan penertiban angkutan lansir agar optimal memasuki terminal barang.

“Kami sudah melakukan sosialisasi dengan melakukan pemanggilan pihak-pihak angkutan lansir agar memasuki terminal dan membayar retribusi yang diatur dalam perda,”ungkap Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubag) Unit terminal barang, Dimpos M Simanungkalit S.Sos, menimpali penjelasan Kepala Unit, Ramlan Siregar.

Ditemui awak media ini secara terpisah di ruang kerjanya Unit Terminal barang, siang tadi, Selasa (27/2-2018), Kasubag TU Unit Terminal Barang, Dimpos M Simanungkalit S.Sos, mengungkapkan, selain sosialisai terhadap angkutan lansir untuk masuk dan membayar retribusi terminal, pihaknya juga mengarahkan setiap angkutan lansir soal tinggi muatan agar tidak memuat barang melebihi bak yang diizinkan, sebagaimana diatur dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalulintas dan angkutan jalan, ujar Dimpos.

Demikian soal kembes atau terpal penutup barang lansiran, baik muatan Cangkang, Inti Sawit dan ampas turunan akhir CPO, menurut Dimpos, menghimbau agar para angkutan langsir wajib menutup rapi barang langsiran agar tidak tercecer mengotori jalan umum dan mengganggu para pengguna jalan, tandasnya.

Sementara itu, untuk terealisasi dan terlaksananya penertiban bagi angkutan langsir agar masuk dan membayar retribusi terminal, Ramlan Siregar S.Sos disampaikan Dimpos M Simanungkalit, berharap dan menghimbau pihak Organisai Pengusaha Angkutan Jalan Raya (Organda) Kota Dumai maupun Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), untuk melaksnakan dan mematuhi himbauan agar setiap angkutan lansir masuk dan membayar retribusi terminal tersebut, imbuh Dimpos berharap.

Selain kepada Organda dan Aptrindo, Ramlan Siregar maupun Dimpos M Simanungkalit, juga berharap dan menghimbau seluruh lintas instansi dibidang angkutan untuk saling mendukung himbauan yang dilakukan Dishub guna keberhasilan dan kemajuan pembangunan Kota Dumai kedepan.***(Tambunan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here