K.A.K Dan PT Dian Anggara Persada PKS Disebut Dibeking Oknum Menteri?

0
359

Pekanbaru,kompasriau. Aktivitas Koperasi Air Kehidupan (K.A.K) dan PT Dian Anggara Persada PKS Mutiara Samsam Kandis di kawasan hutan seluas 7000 hektar di Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, menjadi perbincangan sejumlah masyarakat di Kecamatan Kandis, Pasalnya, kegiatan Koperasi Air Kehidupan (Aek Natio Group) dan PT Dian Anggara Persada PKS disebut-sebut dibeking orang kuat dan melibatkan oknum Menteri.

Anggota Serikat Pekerja Perjuangan Indonesia (SPPI), Jakiman meminta kepada Presiden Republik Indonesia, Ir Joko Widodo untuk membentuk tim gabungan pencari fakta dari Pusat dan daerah untuk melakukan penyelidikan terhadap usaha “ilegal” tersebut, karena aktivitas koperasi air kehidupan disinyalir dipelihara oknum aparat.

“Kita minta kepada Presiden Republik Indonesia dan Kapolri untuk membentuk tim gabungan pencari fakta,karena barang-barang kami dibuang begitu saja, walaupun saya sudah 20 tahun lebih bekerja sebagai karyawan tetap di koperasi air kehidupan itu,”ungkap Jakiman kepada awak media ini, Senin (26/02/2018).

Menurut Jakiman, kendati kegiatan koperasi air kehidupan diduga merambah kawasan hutan seluas 7000 hektar di Kabupaten Siak, namun hingga saat ini tidak tersentuh hukum.

“Kawasan hutan dijadikan perkebunan sawit dan hasil produksinya seperti CPO dijual kepada perusahaan besar di Dumai,”sebut Jakiman dan kawan-kawannya.

Terkait hal tersebut, Staf Khusus Menkoi Kemaritiman Republik Indonesia Bidang Media, Atmadji Sumarkidjo mengatakan, bahwa Luhut Bincar Pandjaitan tidak mempunyai usaha atau saham apapun di perusahaan atau koperasi apapun yang berdomisili di wilayah Provinsi Riau.

Bahwa Luhut Bincar Pandjaitan menyesalkan tindakan siapapun yang mencatut nama Luhut Bincar Pandjaitan untuk tindakan atau perbuatan yang tidak pantas atau tidak terpuji dimanapun di seluruh Indonesia. Demikian penjelasan Atmadji Sumarkidjo menanggapi konfirmasi Pemimpin Redaksi media ini.

Ir.Bincar Situmorang yang disebut-sebut salah seorang pendiri Koperasi Air Kehidupan, hingga saat ini belum menjawab konfirmasi awak media ini, kendati awak media ini sudah melakukan konfirmasi di Jl. Setia Budi Komplek Taman Setia Budi Medan Sumatera Utara. Pasalnya,  menurut Ketua Umum SPPI, Indra Gunawan Sinulingga, bahwa Ir Bincar Situmorang adalah salah seorang pendiri Koperasi Air Kehidupan yang berada di Kecamatan Kandis. Bahkan Ir.Bincar Situmorang disebut-sebut sebagai Pejabat dilingkungan Pemerintah Sumatera Utara.

Kata Indra Gunawan, Ir Bincar Situmorang adalah anak tertua owner pemilik Koperasi Air Kehidupan dan Dian Anggara Situmorang anak dari Ir Bincar Sitomorang sebagai ketua Koperasi Air Kehidupan.

Informasi yang berhasil dihimpun tim awak media ini menyebut aktivitas koperasi air kehidupan dan PT Dian Anggara Persada PKS Mutiara Samsam Kandis disinyalir sudah cukup lama beroperasi secara ilegal di dalam kawasan hutan tanpa izin dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

“Kabarnya oknum pemilik koperasi ini keluarga dekat salah seorang oknum Menteri di Jakarta. Buktinya, kendati perkebunan koperasi air kehidupan ini berada di dalam kawasan hutan, tapi terkesan tidak pernah tersentuh hukum, kendati sudah cukup lama diduga merugikan negara dan karyawannya korban PHK sepihak,”ungkap ketua PUK SPPI, Thamrin.

Namun aneh menurut sejumlah masyarakat Kandis, bahwa Koperasi Air Kehidupan menerima penghargaan sebagai Koperasi dengan omzet terbesar yang diserahkan oleh oknum pejabat Siak, pada acara HUT Koperasi yang ke 70 di Koto Gasib Siak.

“Terima kasih kita ucapkan kepada pejabat yang telah memberi penghargaan kepada koperasi air kehidupan, kendati koperasi air kehidupan itu, diduga merugikan negara miliran dan juga karyawannya diduga digusur secara paksa dari rumah dinas karyawan tanpa penetapan PHI, padahal pihak koperasi air kehidupan sudah cukup lama hanya membayar  gaji pokok karyawannya sebesar RP. 1.380.330 perbulan,”ungkap anggota SPPI, Ramauli.

Ratusan anggota Serikat Pekerja Perjuangan Indonesia (SPPI) menyatakan sangat prihatin atas musibah yang dialami karyawan K.A.K korban PHK sepihak dan korban dugaan “kekerasan, pelecehan seksual dimuka umum  dan premanisme “pada saat pengosongan rumah dinas karyawan, pada tanggal 2 Juni 2017.

Kasi Perkebunan Dinas Pertanian Perkebunan Kabupaten Siak, Candra, saat dikonfirmasi awak media ini diruang kerjanya mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Siak tidak pernah memberi rekomendasi pembukaan perkebunan sawit atas nama Koperasi Air Kehidupan di kawasan Desa Sam-Sam, Kecamatan Kandis, Kabupaten Bengkalis.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Satu Pintu (DPMPST) Kabupaten Siak, Zulfikri, saat ditemui awak media ini mengaku baru mendengar yang namanya koperasi air kehidupan beroperasi di Desa Sam-Sam, Kecamatan Kandis itu.

 “Baru kali ini saya mendengar nama Koperasi Air Kehidupan. Setahu saya Koperasi Air Kehidupan belum mengantongi izin dari DPMPST Kabupaten Siak,”ujar Zulfikri.

Direktur Koperasi Air Kehidupan, Dian Anggara Situmorang, kendati sudah berulang kali diupayakan konfirmasi via telepon  genggamnya dengan nomor 081123348.., namun hingga saat ini belum ada tanggapannya.

Begitu juga, Kepala Badan pengamanan Dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Wilayah Sumatera Seksi Wilayah II Pekanbaru,kendati sudah diupayakan konfirmasi soal aktivitas K.A.K dan PT Dian Anggara Persada PKS Mutiara Samsam Kandis tersebut, namun hingga saat ini, Kepala Badan Pengamanan Dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Wilayah Sumatera Utara Seksi Wilayah II Pekanbaru masih memilih bungkam.***(Red).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here