Hasil Penindakan BC Dumai

0
147

Dumai, kompasriau-Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pebean B Dumai, Senin (19/3-2018), sekitar pukul 10 30 wib, merilis hasil penindakan atau tangkapan BC.

Ekspos barang hasil tegahan BC ini berlangsung di ruangan gudang Tempat Penimbunan Pabean (TPP) BC Dumai diikuti sejumlah awak media, baik online, elektronik dan surat kabar.

Kepala Kantor BC Dumai, melalui Kepala Seksi Layanan Informasi (LI) KPPBC Tipe Madya Pabean B Dumai, Khairil Anwar, kepada media memaparkan, bahwa pihaknya berhasil melakukan penindakan terhadap kapal KM Saudara GT 6 atas berkat informasi intelijen BC.

Penangkapan kapal pengangkut barang kotak-kotak berbagai ukuran itu menurut Boy berlangsung di perairan Tanjung Sinaboy, pada hari Sabtu 17 Maret 2018, sekitar pukul 22 30 Wib sampai dengan Minggu 18 Maret 2018 pukul 00 30 Wib kemarin.

Keberhasilan petugas BC ini melakukan tindakan penegahan penyeludupan inbuh Boy, merupakan tindaklanjut informasi intelijen soal adanya dugaan kegiatan barang ilegal dari pelabuhan Klang Malaysia tujuan pelabuhan “tikus” Rokan Hilir atau ke salah satu pelabuhan tidak resmi di pinggiran Kota Dumai.

Dengan adanya informasi itu sebut Boy, maka koordinasi dilakukan antara tim patroli laut Kanwil DJBC Khusus Kepri sektor Dumai (Kapal Patroli BC 30004) dengan ton patroli laut BC Dumai (Kapal patroli BC 10001).

“Dilakukan penindakan terhadap KM Saudara GT 6 dan mengamankan 3 ABK, karena Kapal membawa general cargo atau barang campuran tidak dilindungi dokumen yang sah,” ungkap Khairil Anwar, yang akkrab disapa pak Boy itu.

Kepada media dipaparkan BOY, bahwa jumlah rinci soal barang yang diangkut KM Saudara GT 6 berjumlah 352 karton dengan berbagai ukuran dan jenis.

Nama jenis barang yang diamankan tersebut imbuh Boy yakni, Kopi Radix Malaysia, Aksesories Rokok Elektronik, Rokok Elektronik, Tapioca Pearl, Kyani Sunrise, Sumplemen (Soloco, Cordyceps plus, Astragale injection), Susu bubuk (Fotico), Kutek dan Aksesori (Trinity Beauty), LED, Apple Vinnegar, Sepatu wanita dan bahan kimia Polymer.

Sementara itu sebut Boy, sehubungan pihaknya (BC) Dumai masih melakukan proses penghitungan nilai barang dan potensi kerugian negara atas tindakan penyeludupan barang oleh KM Saudara GT 6, saat ini ujar Boy, belum bisa mengungkapkan soal nilai atau potensi adanya kerugian negara kepada publik.

Dan atas tidakan penyeludupan ini tutup Boy dalam rilisnya, awak kapal diduga melanggar pasal 102 huruf (a) UU Kepabeanan Nomor 10 tahun 1995, sebagaimana diubah dengan UU Nomor 17 tahun 2006.***(Tambunan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here