Tangkapan BNN “Hanya” Direhabilitasi

0
256

Dumai,kompasriau-Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Dumai, Minggu (18/3-2018) kemarin menggerus dua orang terduga pengguna narkotika jenis sabu saat pelaku berada di Jalan Hasanuddin eks Jalan Ombak Kota Dumai.

Informasi diperoleh kompasriau di Kota Dumai, Senin (19/3-2018), bahwa dua warga yang ditangkap dan diamankan ke kantor BNN tersebut merupakan warga keturunan.

Salah seorang yang ditangkap pihak BNN ini diketahui merupakan pemilik salah satu usaha rumah toko di jalan Ombak berinitial Ac dan satu orang lagi merupakan rekan Ac sama sama tinggal di Kota Dumai.

Menurut sumber media ini, saat penangkapan kedua terduga pelaku pengguna sabu pada malam itu, barang bukti (BB) sabu yang diamankan BNN dari kedua terduga pelaku narkotika itu, beratnya terdapat 3 gram, setara harga Rp 2 500 000,-

Dalam rangkaian penangkapan tersebut kata sumber lagi, terduga pelaku ini saat itu digelandang ke rumah ruko Ac oleh petugas BNN, guna dilakukan penggeledahan, namun katanya tidak ditemukan barang Bukti lainnya.

Kepala BNN Kota Dumai, AKBP Thamrin Parulian SH, ketika dikonfirmasi kompasriau di kantornya Jalan Kesehatan, Teluk Binjai, Dumai Timur Kota Dumai, Rabu (21/3-2018), membenarkan penangkapan tersebut, namun jumlah barang bukti sabu yang diamankan BNN diakui Thamrin hanya 0,4 gram.

Dengan susana tampak tergesa hendak beranjak keluar kantor urusan dinas, kepada awak media ini dijelaskan Thamrin, pihaknya (BNN-red) masih melakukan pengembangan terkait perkara tersebut.

Sementara itu, soal status kedua terduga pelaku pengguna sabu ini apakah sudah ditetapkan tersangka, menurut Thamrin, belum bisa ditentukan sebagai tersangka.

Alasan tersebut menurut Thamrin, karena barang bukti yang ditemui dari kedua tangkapan BNN dimaksud, jumlah atau beratnya tidak cukup untuk dinaikkan sebagai tersangka.

“Kalau barang bukti tidak cukup, BNN tidak bisa menaikkan perkara ini, maka akan dilakukan rehab,”ungkap Thamrin.

Menurut Thamrin, jumlah barang bukti yang berhasil disita dari kedua tangkapan mereka yang disebutnya berinitial A da B ini, yakni seberat 0,4 gram, maka tidak cukup untuk dinaikkan perkaranya melainkan direhab.

“0,4 gram masih termasuk plastik pembungkus. Jadi kalau dikurangi plastiknya paling sekitar 0,2 gram,”imbuh Thamrin.

Terkait akan dijadikan status rehab dimaksud, pimpinan BNN Kota Dumai yang merupakan instansi pertikal ini tidak secara rinci mengungkapkan kemana wadah atau tempat rehab kedua penikmat barang haram tersebut dikirim.

Dan ketika disinggung soal mekanisme status kedua terduga pelaku narkotika tersebut direhab dan berapa lama direhab, Thamrin Kembali menyebut karena tidak cukup bukti,maka aturan BNN harus direhab dan seakan mengelak dirinya tidak bisa terlalu vulgar memberikan keterangan media terkait wilayah kerja mereka seputar tangkapan tersebut. “Mohon maaf, Kami tidak bisa terlalu vulgar,”elak Thamrin.

Demikian soal berapa lama kedua tangkapan BNN ini diproses rehab berjalan di tempat rehab, disebut Thamrin pihak rehab yang menentukan berapa lama proses rebab berakhir.

Sementara itu, usai awak media ini beranjak dari ruangan kantor BNN Kota Dumai, Rabu siang itu, tampak petugas BNN menggiring Ac dan rekannya kedalam salah satu mobil yang parkir di depan kantor BNN dan beranjak pergi.

Namun kemana kedua tangkapan BNN yang hendak direhab itu dibawa, awak media ini tidak memperoleh informasi, karena kepala BNN itu sudah terlebih dahulu keluar kantor.***(Tambunan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here