Hasrizal: Sebaiknya Kinerja PGN Digugat Di Pengadilan

0
63

Dumai,kompasriau-Penggalian dan Penanaman Pipa Gas oleh Perusahaan Gas Negara (PGN) di wilayah hukum kota Dumai, belakangan ini kerap mendapat sorotan dari berbagai elemen masyarakat dan LSM, sebab kinerja PGN dinilai tidaklah seperti yang diharapkan banyak pihak, karena dampak dari penggalian dan pemasangan pipa gas tersebut telah merusak lingkungan.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN), Hasrizal, SH sebagai ketua Komisi III DPRD Kota Dumai, ketika dikonfirmasi awak media ini, Kamis (12/04/2018), mengapresiasi kritikan publik yang dipublikasikan di medsos dan surat kabar.

“Terkait kondisi ruas jalan yang rusak dan lampu penerangan jalan yang padam dan kastin pembatas jalan putri tujuh yang rusak, lalu dibiarkan, ‘wajar dong PGN dikritik dan kritikan itu sah-sah saja. Artinya masyarakat peduli terhadap lingkungan, karena terlaksananya pembangunan di daerah, khususnya kota Dumai, sumbangsih masyarakat sangat besar dari keaktifan masyarakat membayar pajak. Jadi kritikan masyarakat jangan dianggap enteng,”tandas Hasrizal.

Bahkan Hasrizal menyinggung soal kontraktor PGN yang membandel tidak mengindahkan panggilan Dinas Perkim Kota Dumai, terkait kerusakan lampu penerangan jalan Arifin Ahmad sebanyak 39 tiang. Karena beberapa bulan ini masyarakat yang tinggal di Jl. Arifin Ahmad tidak menikmati lampu penerangan jalan dari 67 tiang yang tidak menyala, hanya 28 tiang yang baru menyala yang dikerjakan oleh PT. Artha Bahari, sementara 39 tiang yang harus diperbaiki PT. AKP, karena lampu penerangan jalan itu rusak akibat penggalian dan pemasangan pipa gas tersebut.

“Kalau kontraktornya membandel dan tidak mempertanggungjawabkan kinerjanya, sebaiknya di Polisikan, dalam hal ini Dinas Perkim harus tegas dan melapor ke Polisi. Bila perlu di gugat ke Pengadilan perusahaan kontraktor. Jangan mau enaknya saja. Jalan rusak, dan lampu penerangan jalan tidak menyala, kemudian kastin pembatas jalan rusak dibiarkan.  Pemko Dumai harus proaktif menyikapi kritikan masyarakat. Perusahaan sub kontraktor PGN membandel harus ditindak dengan mempolisikan perusahaannya, supaya ada efek jera,”tegas Hasrizal.

Sekjen Perkumpulan Penggiat Penyelamat Kekayaan Daerah Riau (P3KDR), Syaiful Aula mendukung sikap Politisi partai berlambang Mata Hari, Hasrizal,SH.

“Kinerja PGN atau kontraktor yang telah merusak lingkungan akibat  penggalian dan penanaman pipa gas itu, PGN dan kontraktor harus bertanggung jawab untuk memperbaikinya, perbaikan juga jangan asal-asalan, seperti kerusakan jalan Dt. Laksamana, bahu jalan rusak akibat penggalian dan penanaman pipa gas, perbaikan tersebut asal jadi, tak elok dipandang mata bentuk bahu jalan tersebut seperti “mata gergaji” bahu jalan yang rusak hanya ditambal dengan sirtu dan tanah merah lalu dipadatkan,”ungkap Syaiful.

Menurut Syaiful, mestinya perbaikan bahu jalan yang telah dirusak tersebut diperbaiki dan harus kembali kondisi bahu jalan Dt. Laksamana seperti semula dibeton dengan konstruksi beton bertulang.

“Pemko Dumai mestinya mengevaluasi kinerja PGN maupun sub kontraktornya. “Bak pepata jangan sampai pisang berbuah dua kali”. Masyarakat sudah mengalami, yakni terkait proyek air bersih hingga saat ini keinginan masyarakat untuk menikmati air bersih belum terwujud, tetapi pipa air minum yang telah tertanam, hancur akibat galian pembangunan drainase, hingga saat ini proyek air bersih yang nilai kontraknya sebesar Rp.223 miliar itu masih abu-abu,”ungkap Syaiful dengan nada kritik.

“Hal untuk mempolisikan kontraktor drainase juga pernah diucapkan mantan Sekda Kota Dumai, Said Mustafa, berjanji akan mempolisikan kontraktor pelaksana pembangunan drainase yang telah merusak pipa air bersih, tetapi ucapan itu hanya “isapan jempol,”ucap Syaiful kepada awak media ini, Jumat (13/04/2018).*** (Salamuddin Purba)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here