P.Lubis, SH: Siapa Otak Pelaku Pembuat Surat Tanah Sumidjan.?

0
108

Dumai,kompasriau-Surat keterangan memakai/mengusahakan atas sebidang tanah No. 128/1968 atas nama Sumidjan, diduga kuat palsu seolah-olah isinya benar dan diperuntukkan sebagai alas hak untuk menyuruh orang lain memakai surat tersebut di atas tanah puluhan kepala keluarga (KK) masyarakat di lingkungan RT.12, Kelurahan Mekar Sari, Kecamatan Dumai Selatan,kota Dumai.

Setelah semua alat bukti tergugat Donal Simbolon dan kawan-kawannya dinyatakan hakim cacat hukum, kemudian dibuat lagi surat keterangan tanah atas nama Sumidjan diduga direkayasa oleh oknum yang tidak bertanggungjawab dengan maksud “bersekongkol” dengan pihak lain untuk menunda-nunda eksekusi terhadap sejumlah rumah di atas tanah hak milik Usman H.Razak (alm) seluas 238 x 340 M.

Hal tersebut diungkapkan Advokat, P.Lubis, SH kepada awak media ini,saat dimintai tanggapannya, Sabtu (14/4/2018).

“Semua masyarakat di lingkungan RT 12, merasa resah dan keberatan atas tindakan Sumidjan yang tiba-tiba melakukan pengukuran terhadap tanah masyarakat di RT. 12, padahal Sumidjan tidak pernah memiliki tanah di lingkungan RT.12, karena Sumidjan, sejak tahun 1968 sampai tahun 2018 ini, tidak pernah mengola tanah dan bertempat tinggal di lingkungan RT.12. Jadi kenapa baru sekarang muncul surat tanahnya tahun 1968 itu. Lalu siapa otak pelaku pembuat surat keterangan tanah “palsu” itu,”tanya P.Lubis,SH kepada awak media ini dengan nada heran.

Lebih lanjut P.Lubis mengatakan, dalam perkara nomor:1005 K/Pdt/2012,  hakim Pengadilan Negeri telah menyatakan para tergugat, Barita Simbolon (alm), Donal Simbolon, Davidson Sihotang, Alex Siringo-Ringo, Piter Silalahi, Kendi Silalahi, Ganti Sihotang, Edison Zai, Martinus Muka Silaban dan Marjuang Nababan melakukan perbuatan melawan hukum menyerobot, merampas dan menguasai hal milik Usman H.Razak.

“Semua alat bukti Barita Simbolon, dkk dinyatakan cacat hukum dan wajib batal demi hukum diatas tanah Usman H.Razak dan perkara tersebut sudah mempunyai kekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde) “Tetapi muncul lagi surat keterangan tanah “palsu” atas nama Sumidjan, diduga hanya untuk menunda-nunda eksekusi terhadap rumah di atas tanah milik Usman H. Rozak,”ungkap P.Lubis.

Polres Dumai akan segera melakukan lidik terhadap dugaan tindak pidana memakai surat keterangan mengusahakan sebidang tanah yang meresahkan puluhan Kepala Keluarga (KK) masyarakat di lingkungan RT 12,Kelurahan Mekar Sari,Kota Dumai, Kamis (12/4/2018).

“Segera dilidik ke TKP dan Pak ketua RT untuk lapor tersebut.Trims informasinya,”pesan Kapolres Dumai, AKPB Restika P. Nainggolan,S.I.K kepada awak media ini via WhatsApp,hari ini, Sabtu (14/4/2018).

Menanggapi hal itu, Zainab Siregar dan Ketua RT 12, Asbi Harahap mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Dumai.

 “Kita atas nama masyarakat di RT.12 mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres Dumai, karena bapak Kapolres Dumai langsung respons terhadap keluhan yang meresahkan kami masyarakat karena surat keterangan tanah yang diduga palsu itu,”ucap Zainab Siregar kepada awak media ini, Sabtu (13/4/2018).

“Kalau Sumidjan merasa memiliki tanah di lingkungan RT 12,Kelurahan Mekar Sari, yah silahkan gugat di Pengadilan. Jadi jangan asal masuk kepekarangan rumah masyarakat RT.12,  tanpa sepengetahuan ketua RT, karena dari tahun 1968 sampai tahun 2018 ini,  kami tidak pernah lihat wajahnya saudara Sumidjan itu,”tegas Ketua RT 12, A.Harahap.

Puluhan masyarakat dilingkungan RT 12, akan melaporkan Surat Keterangan memakai/mengusahakan sebidang tanah N0: 128/1968 atas nama Sumidjan ke Polres Dumai, pasalnya, Sumidjan diduga akan memakai surat keterangan tanah palsu untuk melakukan pengukuran, menyerobot bidang tanah puluhan masyarakat di lingkungan RT.12, Kelurahan Mekar Sari, Kecamatan Dumai Selatan.

Menurut Zainab, pada hari Kamis, (12/4/2018), puluhan Kepala Keluarga masyarakat di lingkungan RT 12, merasa resah karena pihak Sumidjan dan kawan-kawannya mencoba melakukan pengukuran terhadap bidang tanah masyarakat dilingkungan RT 12,Kelurahan Mekar Sari.

“Ketua RT 12 bersama 20 KK akan membuat laporan ke Kapolres Dumai, karena Sumidjan kami duga memakai surat keterangan palsu untuk melakukan pengukuran dan akan menyerobotan terhadap tanah kami yang sudah memiliki surat sertipikat dari kantor Pertanahan kota Dumai, pada tahun 1995,”ungkap Zainab Siregar dan ketua RT 12, A.Harahap kepada tim awak media ini, Sabtu (14/4/2018).

Menurut Zainab, bahwa Ketua RT 12 dan puluhan masyarakat merasa keberatan atas pengukuran terhadap tanah masyarakat dilingkungan RT 12, yang dilakukan oleh pihak Sumidjan, karena pengukuran dilakukan pihak Sumidjan, tanpa adanya pemberitahuan kepada Ketua RT setempat dan juga kepada masyarakat setempat yang sudah memiliki sertipikat tanah di atas tanah tersebut, sejak tahun 1995.

“Kami dan masyarakat di RT 12 ini tidak kenal dengan yang namanya si Sumidjan itu, tetapi kenapa si Sumidjan tiba-tiba datang ke lingkungan RT 12 untuk melakukan pengukuran terhadap tanah kami ini, tanpa adanya pemberitahuan kepada ketua RT setempat.Kalau memang ada tanah Sumidjan di wilayah hukum RT 12 ini, lalu kemana dia sejak tahun 1968, tidak pernah kelihatan wajahnya Sumidjan dilingkungan RT 12 ini,”ucap Zainab dengan nada kecewa.

Bahkan Zainab dan masyarakat menduga bahwa surat keterangan memakai/mengusahakan tanah atas nama Sumidjan baru dibuat oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab seolah-olah isinya benar dan untuk melakukan pengukuran terhadap tanah masyarakat di lingkungan RT 12.

“Kita menduga surat keterangan tanah atas nama Sumidjan ini, baru dibuat seolah-olah diterbitkan pada tahun 1968, karena kalau surat keterangan atas nama Sumidjan ini benar, lalu kenapa sejak tahun 1968,  Sumidjan tidak pernah mengelola tanah dilingkungan RT 12,”tanya Zainab kepada tim awak media ini.

Terkait kasus tersebut, Zainab dan ketua RT 12 sangat berharap kepada pihak Kepolisian Resot Kota Dumai untuk melakukan penyelidikan terhadap dugaan memakai surat keterangan mengusahakan sedidang tanah atas nama Sumidjan tahun 1968 tersebut.

“Minggu depan, kita akan mohon kepada Kapolres Dumai untuk melakukan penyelidikan terhadap serangkaian surat-surat tanah atas nama Sumidjan ini. Kapan surat tanah ini dibuat dan ditanda tangani para pihak dan saksi-saksi, karena surat keterangan tanah atas nama Sumidjan ini bisa diteliti dilaboratorium Forensik Polri dan juga memeriksa saksi-saksi lainnya,”tandas Zainab mengahiri ucapanya.

Sejauh ini, Sumidjan, belum berhasil ditemui awak media ini, guna konfirmasi terkait hal tersebut, karena ketika dikonfirmasi via telepon genggamnya, namun hingga kabar ini, belum ada jawabannya.***(Kriston Sitompul).

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here