Segera Dilidik Ke TKP Dugaan Memakai Surat Keterangan Palsu

0
171
SURAT TANAH SUMIJAN
Surat Keterangan Memakai Tanah Atas Nama Sumidjan Tahun 1968

Dumai,kompasriau-Polres Dumai akan segera lidik dugaan tindak pidana memakai surat keterangan mengusahakan sebidang tanah yang meresahkan puluhan Kepala Keluarga (KK) masyarakat di lingkungan RT 12,Kelurahan Mekar Sari, Kecamatan Dumai Selatan,Kota Dumai, Kamis (12/4/2018).

“Segera dilidik ke TKP dan Pak RT untuk lapor tersebut.Trims informasinya,”pesan Kapolres Dumai, AKPB Restika P. Nainggolan,S.I.K kepada awak media ini via WhatsApp,hari ini, Sabtu (14/4/2018).

Menanggapi adanya kabar bahwa sejak tahun 1968, Sumidjan  tidak pernah kelola bidang tanah di lingkungan RT 12, Praktisi Hukum di kota Dumai, Novee Albert Gultom, SH mengatakan,”Loak kali…ya suka-suka yang punya tanahlah mau dikelola atau tidak.Yang penting surat asli ada,”pesan Novee Albert Gultom,SH kepada awak media ini via WhatsApp, hari ini,  Sabtu (14/4/2018).

Menanggapi hal itu, Zainab Siregar dan Ketua RT 12, Asbi Harahap langsung mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Dumai.

 “Kami atas nama masyarakat di RT 12 mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres Dumai, karena bapak Kapolres Dumai langsung respons terhadap keluhan yang meresahkan kami masyarakat karena surat keterangan tanah yang diduga palsu itu,”ucap Zainab Siregar kepada awak media ini hari ini, Sabtu (13/4/2018).

“Kalau saudara Sumidjan merasa memiliki tanah di lingkungan RT 12,Kelurahan Mekar Sari, yah silahkan gugat di Pengadilan. Jadi jangan asal masuk kepekarangan rumah masyarakat RT.12,  tanpa sepengetahuan kami ketua RT, karena dari tahun 1968 sampai tahun 2018 ini,  kami tidak pernah lihat wajahnya saudara Sumidjan itu,”tegas Ketua RT 12, A.Harahap yang diamini Zainab.

Seperti dikabarkan media ini sebelumnya, bahwa puluhan masyarakat dilingkungan RT 12, akan melaporkan Surat Keterangan memakai/mengusahakan sebidang tanah N0: 128/1968 atas nama Sumidjan ke Polres Dumai, pasalnya, Sumidjan diduga akan memakai surat keterangan tanah palsu untuk melakukan pengukuran, menyerobot bidang tanah puluhan masyarakat di lingkungan RT.12, Kelurahan Mekar Sari, Kecamatan Dumai Selatan.

Menurut Zainab, pada hari Kamis, (12/4/2018), puluhan Kepala Keluarga masyarakat di lingkungan RT 12, merasa resah karena pihak Sumidjan dan kawan-kawannya mencoba melakukan pengukuran terhadap bidang tanah masyarakat dilingkungan RT 12,Kelurahan Mekar Sari.

“Ketua RT 12 bersama 20 KK akan membuat laporan ke Kapolres Dumai, karena Sumidjan kami duga memakai surat keterangan palsu untuk melakukan pengukuran dan akan menyerobotan terhadap tanah kami yang sudah memiliki surat sertipikat dari kantor Pertanahan kota Dumai, pada tahun 1995,”ungkap Zainab Siregar dan ketua RT 12, A.Harahap kepada tim awak media ini, Sabtu (14/4/2018).

Menurut Zainab, bahwa Ketua RT 12 dan puluhan masyarakat merasa keberatan atas pengukuran terhadap tanah masyarakat dilingkungan RT 12, yang dilakukan oleh pihak Sumidjan, karena pengukuran dilakukan pihak Sumidjan, tanpa adanya pemberitahuan kepada Ketua RT setempat dan juga kepada masyarakat setempat yang sudah memiliki sertipikat tanah di atas tanah tersebut, sejak tahun 1995.

“Kami dan masyarakat di RT 12 ini tidak kenal dengan yang namanya si Sumidjan itu, tetapi kenapa si Sumidjan tiba-tiba datang ke lingkungan RT 12 untuk melakukan pengukuran terhadap tanah kami ini, tanpa adanya pemberitahuan kepada ketua RT setempat.Kalau memang ada tanah Sumidjan di wilayah hukum RT 12 ini, lalu kemana dia sejak tahun 1968, tidak pernah kelihatan wajahnya Sumidjan dilingkungan RT 12 ini,”ucap Zainab dengan nada kecewa.

Bahkan Zainab dan masyarakat menduga bahwa surat keterangan memakai/mengusahakan tanah atas nama Sumidjan baru dibuat oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab, seolah-olah isinya benar dan untuk melakukan pengukuran terhadap tanah masyarakat di lingkungan RT 12.

“Kita menduga surat keterangan tanah atas nama Sumidjan ini, baru dibuat seolah-olah diterbitkan pada tahun 1968, karena kalau surat keterangan atas nama Sumidjan ini benar, lalu kenapa sejak tahun 1968,  Sumidjan tidak pernah mengelola tanah dilingkungan RT 12,”tanya Zainab kepada tim awak media ini.

Zainab dan ketua RT 12 sangat berharap kepada pihak Kepolisian Resot Kota Dumai untuk melakukan penyelidikan terhadap dugaan memakai surat keterangan mengusahakan sedidang tanah atas nama Sumidjan tahun 1968 tersebut.

“Minggu depan, kita akan mohon kepada Kapolres Dumai untuk melakukan penyelidikan terhadap serangkaian surat-surat tanah atas nama Sumidjan ini. Kapan surat tanah ini dibuat dan ditanda tangani para pihak dan saksi-saksi, karena surat keterangan tanah atas nama Sumidjan ini bisa diteliti dilaboratorium Forensik Polri dan juga memeriksa saksi-saksi lainnya,”tandas Zainab dan ketua RT 12 mengahiri ucapanya.

Sejauh ini, Sumidjan, belum berhasil ditemui awak media ini, guna konfirmasi terkait hal tersebut, karena ketika dikonfirmasi via telepon genggamnya, namun hingga kabar ini, belum ada jawabannya.***(Kriston Sitompul).

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here