Bakal Terungkap Siapa Otak Pelaku Pembuat Surat Keterangan Tanah “Palsu”

0
133

Dumai,kompasriau-Sumidjan terindikasi bersekongkol dengan oknum yang tidak bertanggungjawab untuk memakai alas hak berupa surat keterangan memakai, mengusahakan atas sebidang tanah “rekayasa” No: 128/1968, melakukan pengukuran terhadap bidang tanah sejumlah masyarakat di lingkungan RT.12,Kelurahan Mekar Sari, Kecamatan Dumai Selatan, Kota Dumai.

Kehadiran Sumidjan dan kawan-kawannya dilingkungan RT.12, Kelurahan Mekar Sari, pada hari Kamis, 12 April 2018, sempat membuat puluhan kepala keluarga (KK) masyarakat resah, pasalnya, Sumidjan tidak dapat menunjukkan dimana letak tanahnya dan sampai dimana batas-batas sempadan tanahnya.

“Terindikasi ada persekongkolan jahat memakai surat keterangan tanah “rekayasa” tahun 1968, untuk menunda-nunda eksekusi terhadap sejumlah rumah di atas tanah Usman H.Razak almarhum, karena saudara Sumidjan tidak tahu dimana letak tanahnya dan dimana batas sempadan tanahnya, karena Sumidjan tidak pernah mengelola tanah di lingkungan RT.12,”ungkap kuasa hukum ahli waris Usman H.Razak, Advokat P.Lubis, SH kepada tim awak media ini, Minggu (15/4/2018).

P.Lubis, SH berharap kepada aparat penegak hukum di kota Dumai untuk melakukan penyelidikan terhadap serangkaian surat keterangan memakai, mengusahakan atas sebidang tanah atas nama Sumidjan tahun 1968 tersebut.

Pasalnya menurut P.Lubis, bahwa ketua RT.12 maupun seluruh masyarakat di lingkungan RT 12 mengatakan bahwa sejak tahun 1968 sampai tahun 2018,  tidak pernah melihat wajahnya bernama Sumidjan mengelola satu meterpun tanah di lingkungan RT.12,Kelurahan Mekar Sari, Kecamatan Dumai Selatan.

“Tetapi aneh, tiba-tiba Sumidjan, dkk, pada hari kamis (12/4/2018), datang untuk melakukan pengukuran terhadap tanah masyarakat di lingkungan RT.12, tanpa sepengetahuan ketua RT setempat. Untuk itu, kita akan kerjasama dengan penyidik, masyarakat dan media untuk mengungkap siapa otak pelaku pembuat surat keterangan tanah “rekayasa” itu,“ucap P.Lubis dengan nada heran.

“Kuat dugaan bahwa surat keterangan tanah atas nama Sumidjan itu direkayasa. Kapan surat keterangan tanah itu dibuat dan kapan ditanda tangani para pihak dan saksi-saksi, kita mohon kepada aparat penegak hukum untuk melakukan pemeriksaan atau meneliti terhadap surat itu dilaboratorium forensik Polri,karena surat keterangan Sumidjan itu meresahkan puluhan kepala keluarga masyarakat di lingkungan RT.12,”ujar P.Lubis.

Lebih lanjut P.Lubis mengatakan, dalam perkara nomor:1005 K/Pdt/2012,  bahwa hakim Pengadilan Negeri telah menyatakan pemohon kasasi, Barita Simbolon (alm), Donal Simbolon, Davidson Sihotang, Alex Siringo-Ringo, Piter Silalahi, Kendi Silalahi, Ganti Sihotang, Edison Zai, Martinus Muka Silaban dan Marjuang Nababan melakukan perbuatan melawan hukum menyerobot, merampas dan menguasai hal milik Usman H.Razak.

Semua alat bukti Barita Simbolon, dkk dinyatakan cacat hukum dan wajib batal demi hukum, dan perkara tersebut sudah mempunyai kekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde).

“Tetapi muncul lagi surat keterangan tanah “palsu” atas nama Sumidjan, diduga hanya untuk menunda-nunda eksekusi terhadap rumah di atas tanah milik Usman H. Razak. Kami sudah kantongi siapa otak pelaku pembuat surat keterangan tanah “rekayasa” itu, karena kasus ini merupakan indikasi persekongkolan jahat hanya untuk menunda-nunda pelaksanaan eksekusi terhadap sejumlah rumah diatas tanah Usman H.Razak, ”ujar P.Lubis dengan nada senyum.

Buktinya menurut P.Lubis, dalam putusan Mahkamah Agung No.1005/K/Pdt/2012, bahwa pemohon kasasi, Donal Simbolon dan kawan-kawanya sudah ditolak dan para pemohon Kasasi telah membuat surat penyataan diatas meterai, bersedia untuk mengosongkan tanah milik Usman H.Razak tersebut.

“Ternyata, sampai saat ini, Donal Simbolon dan kawan-kawan belum juga mengosongkan tanah milik Usman H.Rozak itu. Lalu siapa otak pelaku yang membuat surat keterangan tanah atas nama Sumidjan itu.? Karena surat keterangan tersebut terindikasi rekayasa untuk menunda-nunda eksekusi terhadap rumah warga di atas tanah milik Usman H.Razak,”ungkap P.Lubis berulang kali mengahiri ucapannya.

Seperti dikabarkan media ini sebelumnya, bahwa puluhan masyarakat di lingkungan RT 12, akan melaporkan Surat Keterangan memakai/mengusahakan sebidang tanah N0: 128/1968 atas nama Sumidjan ke Polres Dumai, pasalnya, Sumidjan diduga akan memakai surat keterangan tanah palsu untuk melakukan pengukuran, akan menyerobot bidang tanah puluhan masyarakat di lingkungan RT.12, Kelurahan Mekar Sari.

Menurut Zainab, puluhan masyarakat di lingkungan RT 12, merasa resah karena pihak Sumidjan mencoba melakukan pengukuran terhadap bidang tanah masyarakat dilingkungan RT 12.

“Ketua RT 12 bersama 20 KK akan membuat laporan ke Kapolres Dumai, karena Sumidjan kami duga memakai surat keterangan palsu untuk melakukan pengukuran dan akan menyerobotan terhadap tanah kami yang sudah memiliki surat sertipikat dari kantor Pertanahan kota Dumai, pada tahun 1995,”ungkap Zainab Siregar yang diamini ketua RT 12, A.Harahap kepada tim awak media ini, Sabtu (14/4/2018).

Sejauh ini, Sumidjan, belum berhasil ditemui awak media ini, guna konfirmasi terkait hal tersebut, karena ketika dikonfirmasi via telepon genggamnya, namun hingga kabar ini, belum ada jawabannya.***(Kriston Sitompul).

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here