Perkara Tergugat KSOP Kelas I Dumai Dan PT Pelindo

0
74
Jpeg

Dumai,kompasriau-Pertemuan mediasi antara penggugat Yulius SH.MH, selaku Pimpinan Cabang PT Dahlia Bina Utama, dengan KSOP dan Pelindo selaku pihak tergugat tidak ada kesepakan berdamai.

Dengan demikian, tidak adanya kesepakatan berdamai antara para pihak baik penggugat maupun tergugat perkara gugatan perdata perkara perbuatan melawan hukum ini, maka dipastikan perkara ini akan memasuki sidang pemeriksaan pokok perkara.

Pertemuan mediasi para pihak ini dilakukan di ruangan mediasi Pengadilan Negeri (PN) kelas IA Dumai, Selasa (17/4/2018). Yulius SH MH tampak didampingi kuasa hukumnya, Raja Junaidi SH, selaku penggugat.

Sedangkan para tergugat dalam tahapan pertemuan mediasi yang sudah berlangsung empat kali ini, masing masing melaporkan kepada hakim mediator Adiswarna Chainur Putra SH CN MHum, tidak adanya solusi kesepakatan berdamai.

Sebagaimana dirilis media ini sebelumnya, Yulius SH MH, warga Dumai, menggugat Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Dumai selaku tergugat I dan menggugat Kementerian Perhubungan Cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Dirjenhubla) Pusat di Jakarta selaku tergugat II.

Selain KSOP dan Dirjenhubla, Yulius SH MH, dalam perkara ini turut menggugat General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I (Persero) Cabang Dumai sebagai tergugat III dan Direktur Utama PT Pelindo I Pusat Medan Sumatera Utara sebagai tergugat IV.

Dalam perkara ini, Yulius melakukan gugatan terhadap tergugat I, II, III dan tergugat IV, berangkat dari kerugian yang dialami perusahaan Yulius tidak dapat lagi menjalankan kegiatan usaha bongkar muat BBM ke kapal di Pelabuhan Dumai akibat kebijakan para tergugat.

Bahwa kegiatan bongkar muat BBM ke kapal di dermaga pelabuhan Dumai dan izin banker BBM menurut Yulius atas nama perusahaannya, telah lama berlangsung dengan izin dan terdaftar di kantor KSOP Dumai berdasarkan surat tanda daftar Nomor AL.004/1/10/KSOP-DMI/2017, tertanggal 27 Agustus 2017.

Dalam menjalankan kegiatan usaha bongkar muat atau pengisian bankering BBM ke kapal di Dermaga Pelabuhan Dumai oleh perusahaannya Yulius (penggugat-red), kata Yulius pihaknya wajib melaporkan dan mengajukan permohonan banker kepada Pelindo I Cabang Dumai.

Dan setiap adanya kegiatan bongkar muat BBM dari truk tanki BBM ke kapal setelah memperoleh izin, Yulius menyebut perusahaannya dikenakan biaya tarif sebesar Rp 7000,- per ton belum termasuk ppn 10 persen.

Dengan demikian, sejak perbuatan para tergugat menghentingan kegiatan usaha bongkar muat BBM ke kapal sejak 16 Juni 2017, Yulius SH.MH melakukan gugatan perdata kepada para tergugat dengan gugatan perbuatan melawan hukum, baik secara materil maupun moril.

Yulius mengakui, sejak berhentinya kegiatan tersebut, perusahaannya mengalami kerugian materil hingga 2 miliaran rupiah.***(Tambunan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here