Sekdako Dumai Menyerahkan Penyaluran Dana Baznas

0
32

FB_IMG_1526102256145Dumai,kompasriau.com-Walikota Dumai yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kota Dumai, Ir. H. Muhammad Nasir, MP menyerahkan secara simbolis penyaluran dana bantuan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Dumai, Jum’at (11/5/2018) di Masjid Taqwa Jl. Jend. Sudirman, Kota Dumai.

Adapun kategori penyaluran dana baznas tersebut adalah penyaluran bantuan konsumtif 22 orang 33 juta, guru TPQ 88 orang 158 400.000, Mushola 2 buah 10 juta, Masjid 7 buah 70 juta, bantuan kegiatan PMD 25 juta, bantuan pendamping pasien  1 org 1 jt, usaha dagang 44 FB_IMG_1526102249430orang 123.500.000, Nelayan 2 orang 8 juta, Ternak kambing dan ikan 3 orang 12 jt, Petani 3 orang 12 juta, Jasa becak 2 orang 9 juta.

Ketua Baznas, Isman Jaya dalam sambutannya mengatakan, bantuan penyaluran dana Baznas ini sudah benar-benar terseleksi dengan baik dan bagi penerima dana baznas ini tetap didampingi oleh baznas penggunaan dana tersebut. “Seperti pedagang, pedagang tersebut yang berbelanja barang dan baznas yang membayarkan melalui pendamping dari baznas. Hal ini  FB_IMG_1526102229510menghindari terjadi penyalahgunaan dana baznas tersebut, karena dana baznas ini diberikan secara cuma-Cuma,”ujar Isman Jaya.

Walikota Dumai, Drs H.Zulkifli,AS dalam sambutannya yang diwakili oleh Sekretaris Daerah, Ir. H. Muhammad Nasir, MP mengatakan, salah satu tujuan pembangunan nasional adalah untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila, yaitu masyarakat yang dalam kehidupannya selaras, serasi dan seimbang antara kehidupan rohani dan jasmani, antara kehidupan material dan spiritual, antara kehidupan duniawi dan ukhrawi.

Hal itu amat sesuai dan sejalan dengan ajaran agama oleh karena itu kepedulian sosial dalam hidup bermasyarakat harus selalu dibina dan dilestarikan.

“Sebagaimana kita maklumi, bahwa zakat adalah harta yang wajib dikeluarkan apabila telah memenuhi syarat–syarat yang telah ditentukan oleh agama dan disalurkan kepada orang–orang yang telah ditentukan pula. Dan diantara makna dari zakat itu sendiri adalah At-Thohuru, yang artinya membersihkan atau mensucikan,”ujar Nasir.

Dikatakan Nasir, banyak yang dapat diwujudkan apabila pengelolaan zakat dilakukan secara terintegrasi atas dasar tanggung jawab bersama untuk mengoptimalkan peran zakat. Peran zakat sebagai salah satu sumber dana jaminan sosial bagi fakir miskin dan untuk bersinergi dengan program pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan adalah sejalan dengan tujuan memakmurkan masyarakat. Dalam kesempatan ini pula Saya ingin menekankan pentingnya membangun sinergi antar-pemangku kepentingan perzakatan.

Sejumlah agenda penguatan kelembagaan zakat, pengembangan jaringan dan program kerja Baznas, pembentukan unit pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan pemerintahan BUMN, BUMD serta UPZ Masjid memerlukan dukungan dari semua pihak untuk mendorong, memfasilitasi dan mengawasi.

“Baznas tidak dapat bekerja sendiri dalam arti terlepas atau melepaskan diri dari Pemerintah dan sebaliknya Pemerintah tidak bisa mencapai tujuan pemberdayaan zakat tanpa peran aktif Baznas. Pemerintah, dengan kebijakannya, menerapkan “wajib zakat” bagi ASN dilingkup Pemerintah Kota Dumai. Saya sangat berharap kiranya ini dapat didukung serta diikuti pula oleh seluruh sektor swasta yang ada di kota Dumai, yang akhirnya mendorong situasi dimana seluruh umat muslim berzakat. Inilah situasi ideal dimana “Makmur Madani” akan dapat terlaksana,”harap Nasir.*** (Hms/Infotorial).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here