Sidang Lanjutan Perkara Ganti Rugi Tanah Jalan Tol Kandis-Dumai

0
30

Dumai,kompasriau.com-Sidang lanjutan perkara ganti rugi lahan untuk jalan tol Pekanbaru-Kandis-Dumai, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) kelas IA Dumai, Selasa (15/5-2018), dengan agenda mendengarkan keterangan dari tiga saksi penggugat.

Tiga saksi yang dihadirkan oleh kuasa hukum penggugat, Destiur Ida Hasibuan SH, diantaranya, saksi Hari Kushariyanto, saksi Samri dan saksi Zulkifli. Semua saksi ini merupakan warga Dumai bagian dari penerima ganti rugi lahan jalan tol wilayah Kecamatan Bukit Kapur Kota Dumai.

Saksi Hari Kushariyanto, saksi Samri maupun saksi Zulkifli, diperiksa atau dimintai keterangannya di ruang sidang utama PN Dumai secara bergantian/giliran dan terpisah. Mereka diperiksa soal hubungan dan pengetahuan saksi dengan perkara ganti rugi jalan tol.

Keterangan dari tiga saksi penggugat ini mengundang tanya pengunjung sidang dan awak media yang memantau jalannya persidangan tersebut.

Dimana fakta sidang, bahwa proses musyawarah ganti rugi lahan antara warga dan pelaksana ganti rugi tanah warga Dumai  untuk jalan tol tersebut terkesan tidak transparan.

Hal tersebut diantaranya harga lahan yang dinilai tim penilai dalam berkas yang ditandatangani warga menurut saksi tidak ada tercantum harga berapa harga per meternya, namun yang ada hanya global jumlah ganti rugi yang disuruh ditandatangani warga.

Demikian soal ganti rugi lahan tol tersebut terhadap warga terdaftar penerima ganti rugi dilakukan empat gelombang atau empat tahap secara terpisah dan berbeda waktu.

Dengan terpisah pisahnya yang panggil pertemuan di kantor kecamatan oleh pelaksana ganti rugi lahan warga terdaftar penerima ganti rugi, tidak saling bertemu antara tahap pertama, kedua, ketiga dan ke empat dan tidak saling mengetahui berapa harga tanah per meternya dan berapa nominal harga ganti rugi tidak saling diketahui warga.

Sidang dipimpin hakim ketua, Hendri Lumbantobing, SH.MH dibantu hakim Desbertua Naibaho SH MH dan hakim Adiswarna Chainur Putra SH CN M.Hum, Panitera Pengganti (PP) Parlianto Siregar.

Sebagaimana dirilis media ini sebelumnya, perkara ganti rugi terdampak pengadaaan jalan tol khususnya lahan di wilayah Kecamatan Bukit Kapur Kota Dumai di gugat sejumlah warga Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Bukit Kapur Kota Dumai.

Warga tersebut bergabung dalam perkara nomor ; 8/Pdt.G/2018/PN.Dum, penggugat Poniman dkk. Diantaranya : Poniman 55 tahun, Juma’i 54 tahun, Meswanto 38 tahun, Suparni 56 tahun, Supartik 46 tahun, Solihin 49 tahun dan Asmirah 52 tahun.

Sedangkan yang digugat dalam perkara ini adalah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Jalan Tol Pekanbaru-Kandis-Dumai Kementerian PUPR selaku tergugat I, Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Dumai selaku ketua pelaksana Pengadaan Jalan Tol Pekanbaru-Kandis-Dumai wilayah Dumai tergugat II dan Pemerintah Kota Dumai sebagai tergugat III.***(Tambunan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here