Ganti Rugi Tanah Jalan Tol Di Wilayah Dumai Tidak Wajar

0
57

Dumai, kompasriau.com-Ganti rugi tanah pengadaan jalan tol Pekanbaru-Kandis-Dumai khususnya lahan terdampak di wilayah Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai terdiri dari 4 (empat) tahap.

Setiap kelompok warga tahap I, tahap II, tahap III dan tahap IV, saat dilakukan pemanggilan oleh pihak pelaksana pengadaan jalan tol untuk pertemuan di kantor kecamatan Bukit Kapur Kota Dumai dilaksanakan secara terpisah dan berbeda waktu, sehingga setiap kelompok tidak saling mengetahui soal harga tanah masing-masing yang ditentukan tim penilai.

Sebagaimana diuraikan tiga saksi dalam perkara ganti rugi lahan jalan tol gugatan Poniman dan kawan-kawan yang bergulir ke meja hijau Pengadilan Negeri (PN) kelas IA Dumai, pada sidang lanjutan, Selasa (15/5-2018), mengakui hal itu bahwa antara saksi dan para penggugat (Poniman dkk) tidak saling temu saat di undang musyawarah di kantor Camat Bukit Kapur, Kota Dumai.

Demikian soal klasifikasi nilai atau harga tanah tiap kelompok/tahap yang di tentukan tim appraisal (tim penilai) dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Abdullah Fitriantoro & Rekan Cabang Pekanbaru Riau, faktanya terungkap dalam keterangan saksi di Pengadilan Negeri Dumai pada perkara Poniman dkk, memang harganya berbeda-beda, namun faktanya hanya lahan Poniman dkk yang harganya kronis alias sangat jauh di bawah harga dibanding warga lainnya (kelompok I, III dan IV).

Dari empat kelompok warga penerima nominatif ganti rugi tersebut, memang sangat ironi dialami kelompok tahap II yang ternyata harga tanah mereka (tahap II Poniman dkk) jauh dibawa rendah dan sangat tidak wajar, yakni dengan harga Rp 7 ribuan hingga Rp 8 ribuan permeternya.

Sementara menurut saksi Samri maupun saksi Zulkifli di hadapan sidang, bahwa mereka dan warga kelompoknya terdaftar penerima ganti rugi lahan di kelurahan bukit kapur, terdaftar pada gelombang/tahap I (pertama), jauh beda yakni hingga sebesar Rp 79 ribuan permeter per segi sebagaimana diterma saksi.

Bahkan saksi Samri kepada majelis hakim mengungkapkan keheranannya atas harga tanahnya yang dinilai Rp 79 ribu permeter ternyata jumlah uang lebih diterima Samri.

Soal adanya kelebihan uang yang diterima Samri atas ganti rugi tanahnya diketahui oleh Samri setelah Samri menyebut menghitung permeternya benar ada kelebihan uang yang di terima saksi Samri sekitar Rp 12 juta.

“Lalu ketika itu saya tanya ibu itu bahwa uang saya berlebih lalu dijawab ibu itu, kalau uang yang berlebih adalah uang konfensasi sebagai uang pindah dari kebun atau lahan saya”, ungkap Samri menirukan penjelasan pihak pengadaan tanah jalan tol tersebut.

Sementara itu, saksi Hari Khushariyanto mengatakan, kalau harga lahan mereka justru lebih tinggi dan mahal. Hari Kushariyanto dan warga lainnya disebut masuk daftar dalam kelompok/ gelombang IV penerima nominatif ganti rugi terdampak jalan tol sudah menandatangani kalau harga tanah mereka adalah Rp 81 ribu permeter persegi.***(Tambunan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here