PPK Pengadaan Jalan Tol Mengaku Heran Soal Harga Tanah Penggugat “Super Murah”

0
94

Dumai,kompasriau.com-Ketua Rukun Tetangga (RT) 08, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai, Khoibuddin Hasibuan, mengatakan bahwa PPK Pengadaan Jalan Tol Kandis-Dumai, Eva Monalisa Krona Tambunan mengaku heran atas harga lahan para penggugat yang dinilai tim appraisal sungguh murah.

Keheranan soal harga yang tidak wajar muncul dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tersebut, disampaikan oleh ketua RT 08 Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai, Khoibuddin Hasibuan dimuka sidang ketika dirinya (ketua RT.08) dihadirkan dipersidangan sebagai saksi dalam perkara Poniman dkk gugatan dugaan perbutan melawan hukum di Pengadilan Negeri kelas IA Dumai menggugat PPK PUPR, BPN dan Pemerintah Kota Dumai.

Saksi Khoibuddin dihadirkan penasihat hukum penggugat, Destiur Ida Hasibuan SH, dalam sidang lanjutan dalam perkara tersebut.

Ketua RT. 08, Khoibuddin Hasibuan menjelaskan, keheranan Eva Monalisa tersebut kata ketua RT. 08, berawal ketika penggugat keberatan soal harga lahannya dinilai sangat murah (Rp 7 ribu hingga Rp 8 ribuan lebih), dibanding harga lahan warga lainnya masih satu hamparan dinilai terbilang mahal (Rp 81 ribuan) permeternya, notabene kondisi tanah sama dan dekat dengan akses jalan bahkan disekitar pemukiman, sehingga para penggugat bertanya kepada ketua RT. 08.

Kemudian  ketua RT. 08 mengaku pernah bertanya kepada Eva Monalisa dalam pertemuan mereka di kantor camat. “Sebelumnya saya bertanya kepada pak Lurah dan pak Camat, tetapi mereka beralasan tidak bisa menjawabnya. Karena Lurah dan Camat tidak dapat menjawabnya,  saya pun tanya dengan ibu Eva,”ungkap ketua RT 08 Kampung Baru ini.

Saat itulah menurut ketua RT tersebut kalau Eva Monalisa Krona Tambunan kata Khoibuddin mengaku heran,  akan tetapi Eva mengaku tidak bisa menjawab karena tim appraisal yang menilai kata Eva adalah ibu Soraya.

“Bu, kenapa orang ini (maksudnya Poniman dkk) harga tanahnya sekian, apa dasarnya yang ini murah yang itu mahal,”ujar Khoibuddin menjawab hakim seakan mencontohkan pertanyaannya kepada PPK saat itu.

Kepada majelis hakim diutarakan saksi ketua RT 08 itu dengan mengatakan, bahwa wilayah tanah para penggugat sudah wilayah pemukiman, artinya kata ketua RT, bahwa lahan Poniman dkk harus dinilai mahal juga.

Alasan tersebut ungkap ketua RT 08, Khaibuddin, karena kawasan tanah penggugat (Poniman dkk) masuk pada zona lahan pemukiman, maka ketika tanah di wilayah tanah para penggugat hendak di jual, kata RT tidak dibenarkan dijual luas (untuk perkebunan), akan tetapi harus per kapling karena lahan tersebut peruntukannya untuk kawasan pemukiman, “jelas ketua RT 08.

Sebagaimana fakta persidangan terungkap dari saksi-saksi, bahwa ganti rugi atas pembebasan lahan terdampak jalan tol Pekanbaru-Kandis-Dumai khususnya lahan warga di wilayah Kecamatan Bukit Kapur termasuk kelurahan Kampung Baru, terdapat 4 (empat) tahap.

Antara tahap pertama, tahap kedua, ketiga dan tahap ke empat, diketahui tidak saling ketemu atau tidak saling mengetahui harga tanah mereka berapa dinilai tim penilai (appraisal), karena ketika para warga sudah masuk daftar penerima ganti rugi terdampak jalan tol atas data Badan Pertanahan Nasional (BPN) Dumai selaku ketua pelaksana pengadaan lahan jalan tol dan melibatkan ketua RT, mengundang warga berkelompok.

Atas pembebasan lahan untuk pengadaan jalan tersebut, para warga tahap pertama menerima ganti rugi bervariasi yakni antara kisaran Rp 69 ribu hingga Rp 71 ribuan permeter.

Sementara pada tahap kedua, yakni Poniman dkk yang melakukan gugatan ke Pengadian Negeri Dumai menerima ganti rugi dengan harga kronis karena “super murah”, yakni kisaran Rp. 7 ribu hingga Rp.8 ribu lebih permeter.

Kemudian berbeda jauh harga ganti rugi yang diterima kelompok tahap ketiga dan tahap ke empat. Dimana kelompok tahap ketiga dan empat ini terungkap dalam persidangan menerima ganti rugi jauh lebih mahal, yaitu antara Rp. 79 ribu hingga Rp. 81 ribu permeter persegi.***(Tambunan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here