Janakkok Lumban Raja “Abaikan” Keputusan Rapat

0
106

IMG-20180509-WA0004Dumai,kompasriau.com-Hingga saat ini, Janakkok Lumban Raja dan Rusdi Musa masih “mengabaikan” hasil keputusan rapat di kantor Kelurahan Tanjung Palas, pada tanggal 4 Mei 2018, soal kasus dugaan Janakkok Lumban Raja bersekongkol memakai surat keterangan sebidang tanah palsu untuk menyerobot lahan seluas 6 hektar di kawasan Kelurahan Tanjung Palas.

Informasi yang berhasil dihimpun kompasriau dari sejumlah masyarakat di Kelurahan Bukti Batrem menyebutkan, “Janakkok Lumban Raja memakai surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menimbulkan sesuatu hak, dan atau diperuntukkan sebagai bukti daripada sesuatu hal dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai surat tersebut seolah-olah isinya benar dan tidak dipalsu”.

Menurut warga, Rusdi Musa diduga dengan sengaja menyuruh Janakkok Lumban Raja “bersekongkol” untuk memakai surat keterangan sebidang tanah “palsu” tersebut solah-olah isinya benar bahwa tanah tersebut terletak di Kelurahan Jaya Mukti.

Yang menjadi pertanyaan warga setempat dan ketua RT setempat, kenapa Janakkok Lumban Raja dan Rusdi Musa tidak berani memberikan foto copi surat keterangan sebidang tanah tersebut kepada juru ukur Kelurahan untuk dilakukan pengecekan di kantor Kelurahan Jaya Mukti, apakah benar surat keterangan tanah tersebut diterbitkan oleh kantor Lurah Jaya Mukti.?.

“Apakah benar surat keterangan sebidang tanah itu sengaja dipalsukan atau tidak. Kalau tidak “sengaja dipalsukan”, lalu kenapa Janakkok Lumban Raja dan isterinya seakan diduga “takut” menunjukan dan meninggalkan foto copi surat tanah di kantor Kelurahan untuk dilakukan pengecekan di kantor Kelurahan,”ucap Kriston di kantor Kelurahan Tanjung Palas.

Anehnya lagi, Janakkok Lumban Raja seakan kurang teliti bahwa di dalam isi surat keterangan sebidang tanahnya tertulis bahwa tanah terletak di kawasan Kelurahan Jaya Mukti.

Bahkan Janakkok Lumban Raja dengan nada arogan menjawab pertanyaan juru ukur kantor Kelurahan Tanjung Palas, bahwa tanah tersebut dibelinya dari Rusdi Musa.

“Ini ada orangnya si Musa yang menjual tanah kepada saya. Tanya saja kepada Rusdi Musa,”ucap Janakkok Lumban Raja dengan nada angkuh di kantor Kelurahan Tanjung Palas.

 “Rusdi Musa dan Janakkok Lumban Raja sudah berjanji akan melakukan pengecekan 3 (tiga) surat keterangan sebidang tanah yang dipakai Janakkok Lumban Raja untuk mengolah lahan di kawasan Kelurahan Tanjung Palas, apakah benar surat keterangan yang dipakai Janakkok Lumban Raja itu tercatat di kantor Kelurahan Jaya Mukti atau tidak, tetapi sampai saat ini, Rusdi Musa dan Janakkok Lumban Raja belum juga memdapat surat keterangan dari Lurah Jaya Mukti soal dugaan surat keterangan palsu yang diduga dipakai Janakkok Lumban Raja itu,”ungkap Bibit Rusmanto kepada kompasriau, Jumat (23/06/2018).

Seperti dikabarkan media ini sebelumnya, bahwa pada tanggal 4 Mei 2018, Janakkok Lumban Raja dalam mediasi di kantor Kelurahan mengaku membeli sebidang tanah dari keluarga Rudi Musa berdasarkan 3 (tiga) lembar surat keterangan sebidang tanah yang diterbitkan oleh Kantor Kelurahan Jaya Mukti, pada tahun 1980.

“Setelah juru ukur tanah Kantor Kelurahan Tanjung Palas melihat surat keterangan tanah tersebut letak tanahnya terletak di kawasan Kelurahan Jaya Mukti, kemudian juru ukur tanah di Kelurahan Tanjung Palas meminta kepada Janakkok Lumban Raja dan Rusdi Musa untuk tidak melakukan kegiatan berladang di atas tanah yang terletak di Kelurahan Tanjung Palas itu, sebelum Janakkok Lumban Raja dan Rusdi Musa melaksanakan kewajibannya untuk mengecek kebenaran surat keterangan tanahnya di kantor Kelurahan, tetapi Janakkok Lumban Raja dan Rusdi Musa seakan tidak pedulikan hasil keputusan rapat di kantor Kelurahan Tanjung Palas itu,”keluh Bibit Rusmanto.***(J.K.Situmeang).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here