Pokok Perkara Ganti Rugi Jalan Tol Kandis-Dumai “Terbenam Surat Sakti” Eksepsi Tergugat?

0
133

Dumai,kompasriau.com-Pokok perkara perdata gugatan dugaan perbuatan melawan hukum soal ganti rugi jalan tol Pekanbaru-Kandis-Dumai, yang digugat penggugat, Poniman dan kawan-kawannya (dkk), nasibnya “buram dipalu” hakim PN Dumai, yang memeriksa, memutus perkara ini.

Pasalnya, apa inti pokok perkara yang terjadi dan apa sumber masalah terkait proses ganti rugi jalan tol Pekanbaru-Kandis-Dumai, khususnya Wilayah Rt 08, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai, Provinsi Riau, yang diperiksa hakim Pengadilan Negeri Dumai, tidak dipertimbangkan.

Hal tersebut tidak dipertimbangkan oleh hakim Hendri Tobing SH dan hakim anggota Desbertua Naibaho SH MH, hakim Adiswarna Chainur Putra, SH CN.MH, adalah akibat adanya “surat sakti alias surat eksepsi” para tergugat menyebut gugatan penggugat Poniman, dkk) kurang pihak.

Lantas atas eksepsi para tergugat menyebut gugatan penggugat kurang pihak, ternyata disambut alias “gayung bersambut” dalam pertimbangan atau pendapat hakim, karenanya hakim dalam amar putusannya perkara ini mengabulkan eksepsi tergugat soal kurang pihak tersebut.

Sementara itu, dengan dikabulkannya eksepsi para terkait soal kurang pihak yang katanya tidak turut menyertakan/menggugat tim penilai atau appresial KJPP, maka permasalahan alias pokok perkara yang timbul dalam kasus ini “terbenam” tidak dipertimbangkan hakim.

Artinya, apa pun fakta sidang yang terungkap dalam sidang maupun temuan dalam fakta sidang lapangan adanya ketidakberesan dengan hasil penilaian appraisal dan diduga melanggar amanat UU RI Nomor 2 Tahun 2012 Tentang Pengadaan Tanah Untuk Kepentingan Umum, lagi-lagi tidak dipertimbangkan untuk suatu kebenaran yang harus ditegakkan.

Kenapa pokok perkara gugatan perdata yang digugat Poniman, dkk ini “tidak dipertimbangkan hakim”?, alasannya simpel adalah karena “formalitas gugatan penggugat belum terpenuhi”.

Hakim Adiswarna Chainur Putra SH CN MH yang merupakan salah satu anggota hakim yang turut memeriksa perkara ini, kepada awak media ini mengatakan bahwa formalitas gugatan penggugat belum terpenuhi, sehingga pokok perkara tidak dipertimbangkan. “Formalitas gugatan belum terpenuhi, sehingga hakim tidak mempertimbangkan pokok perkara,”ujar hakim Boy kepada awak media ini, Selasa (24/7/2018).

Formalitas gugatan yang belum terpenuhi menurut hakim Adiswarna Chainur Putra SH.CN, MH, yang akrab disapa pak Boy itu tidak ikut sertanya digugat pihak appraisal Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Abdullah Fitriantoro dan rekan Cabang Pekanbaru.

Namun disinggung adanya perkara sebelumnya diputus oleh hakim Pengadilan Negeri Dumai, hal yang sama tim appraisal tidak digugat, namun dimenangkan oleh hakim dengan pertimbangan hakim bahwa para pemohon keberatan atau penggugat tidak ada hubungan hukum dengan appraisal dan tidak cukup alasan hukum, menurut hakim Boy beralasan merupakan pendapat hakim itu. Itukan pendapat dia,”imbuh hakim Boy.***(Tambunan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here