Terdakwa Nakhoda Kapal KM Teguh 1 “Penyeludup” 700 BallPress Disidangkan

0
35

DUMAI, KOMPASRIAU.com-Terdakwa Nakhoda Kapal Motor (KM) Teguh 1, RS, warga Asahan Sumatera Utara menjalani sidang perkaranya terkait dugaan penyeludupan 700 lebih ballpress, Selasa (7/8/2018).

Majelis hakim yang memeriksa perkara ini dipimpin hakim Aziz Muslim SH dibantu hakim anggota, Muhammad Sacral Ritonga SH dan hakim Renaldo MH Tobing SH MH.

Sidang perkara terdakwa Nakhoda KM Teguh 1 ini masih agenda mendengarkan keterangan tiga orang saksi dihadirkan JPU Hengki Fransiscus Munte SH, diantaranya saksi Rahmat Salim merupakan ABK KM Teguh 1, Jumiyono dan Jumpatri sebagai saksi TNI AL yang melakukan penangkapan.

Dari penjelasan saksi petugas TNI AL, dalam perjalanan KM Teguh 1 yang di nakhodai terdakwa dan 5 ABK termasuk saksi Rahmat Salim di perairan Selat Bengkalis, KM Teguh 1 dalam posisi gelap atau tidak menghidupkan lampu Navigasi.

Berangkat dari hal tersebut mengundang kecurigaan petugas AL tersebut untuk mendekati KM Teguh 1 dan meminta kapal di stop. Lantas pemeriksaan dilakukan saksi tersebut.

Menurut saksi Jumiyono dan Jumpatri, Nakhoda KM Teguh 1 tidak mengantongi  surat Izin Berlayar (SIB) dari pihak berwenang.

Selain tidak didukung SIB, kata saksi terdakwa juga tidak memiliki surat manifest atas barang yang diangkut kapal tersebut, yakni 700 lebih ballpress atau kain rombengan dari Port Klang Malaysia.

Dengan tidak dilengkapi SIB maupun surat manifest pendukung barang bawaan kapal motor Teguh tersebut, maka kata saksi atas koordinasinya kepada pimpinannya, KM Teguh 1 bersama Anak Buah Kapal (ABK) termasuk nakhoda diboyong ke Lanal Dumai, guna pemeriksaan lanjutan.

Sementara itu. dalam sidang perkara dugaan penyudupan 700 ballpres ini, ada hal menarik perhatian pengunjung sidang termasuk awak media ini yang meliput jalannya sidang.

Dimana terungkap kalau ABK KM Teguh 1 dalam perkara ini hanya dijadikan sebagai saksi saja dan hanya saksi Rahmat Salim. Padahal diakui saksi Rahmat Salim, mereka mengetahui kalau KM Teguh 1 akan membawa rombengan/kain bekas (ballpres) dari Malaysia.

Hal tersebut diakui saksi Rahmat Salim dihadapan sidang, bahkan menyebut kalau saksi Salim juga turut serta memuat ballpress ke kapal saat di pelabuhan Malaysia.

“Seharusnya kamu (maksudnya saksi Rahmat Salim-red) harus ikut bertanggungjawab karena kamu tau mau bawa ballpress, ini kok dijadikan saksi,”ujar hakim Renaldo MH Tobing SH MH dalam sidang tersebut seakan melemparkan protes. Namun majelis hakim ini tidak mengarahkan protesnya kepada siapa, apakah Jaksa Hengki atau saksi dari Lanal Dumai.

Sementara itu, terkait keberadaan Barang Bukti (BB) ballpress kain bekas tersebut, Jaksa Hengki Fransiscus menjawab pertanyaan hakim, kalau BB masih berada di gudang Lanal Dumai. Hanya saja menjadi pertanyaan, apakah BB masih utuh dengan jumlah sesuai tangkapan, ini menjadi pertanyaan publik.***(Tambunan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here