Oknum PNS RSUD Dumai Ini, Menangis Di Vonis Penjara 2 Tahun 6 Bulan

0
30

DUMAI, KOMPASRIAU.com-Reni Mulyanti alias Reni, menangis usai majelis hakim menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa, Reni Mulyanti, dengan hukuman pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan. Hukum tersebut dibacakan hakim dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) kelas IA Dumai, Kamis (9/8/2018).

Menurut majelis hakim dalam putusannya, bahwa perbuatan terdakwa Reni Mulyanti, terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan penipuan sebagaimana pasal 378 KUH Pidana.

Karenanya, atas konsekwensi perbuatannya, majelis hakim pun menghukum Reni selama 2, 6 tahun pidana penjara, dikurangi masa hukuman yang sudah dijalani terdakwa Reni Mulyanti sebelumnya.

Putusan hakim DR Agus Rusianto, SH SH dibantu hakim anggota Renaldo MH Tobing, SH MH dan hakim Muhammad Sacral Ritonga, SH dan Panitera Pembantu (PP) Asmadi, lebih rendah dari tuntutan JPU.

Dimana dalam sidang agenda tuntutan sebelumnya, JPU Hengki Fransiscus Munte SH, menuntut hukuman Reni Mulyanti dengan tuntutan 3 tahun penjara.

Usai hakim ketua DR Agus Rusianto SH MH, membacakan putusan hukuman bagi terdakwa Reni, Agus Rusianto meminta Reni Mulyanti menanggapi, apakah terdakwa Reni Mulyanti terima, banding atau pikir-pikir.

Namun, atas pertanyaan hakim ketua tersebut, Reni Mulyanti hanya dapat tertunduk saja dan terisak menangis hingga air mata terdakwa ini tampak menetes dan tidak kunjung menjawab pertanyaan hakim.

Karena Reni Mulyanti tidak kunjung memberi jawaban, Agus Rusianto pun mengalihkan pertanyaan kepada JPU Heri Susanto yang mengahidiri sidang perkara yang seyogianya dihadiri oleh Jaksa Hengki Fransiscus Munte SH, yang sebenarnya memegang perkara penipuan ini ditanya menanggapi putusan tersebut, Jaksa Heri pun menyebut dengan jawaban pikir-pikir.

Usai jaksa Heri menyebut pikir-pikir atas vonis hakim, hakim ketua Agus Rusianto mengakhiri sidang vonis tersebut.

Sebagaimana diketahui, terdakwa Reni terjerembab hukum atas perbuatannya melakukan penipuan adalah terkait utang piutang antara Reni dengan rekannya salah seorang PNS dilingkungan RSUD Dumai (sudah pensiun).

Reni membayar hutangnya terhadap rekannya pelapor dimaksud (Triwati) dengan angsuran memakai kertas Cek kosong.

Artinya, saldo terdakwa di bank yang tertulis dalam cek seolah masih banyak, akan tetapi sebenarnya saldo Reni hanya berkisar Rp 20 jutaan saja dan tidak sesui dengan yang tertulis dalam cek. Dan cek kosong dimaksut terdapat dalam 4 helai cek.***(Tambuna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here