160 Orang Penumpang Tidak Terdaftar Dalam Manifest KM Jelatik 8

0
16

DUMAI, KOMPASRIAU.com-Terjadi dugaan manipulasi data terhadap jumlah penumpang dalam kapal KM Jelatik 8 saat perjalanan kapal mengangkut penumpang 270 orang, Senin (9/7/2018) lalu.

Jumlah penumpang yang diangkut kapal penumpang umum KM Jelatik 8 terdapat 273 orang. Jumlah ini pun dinyatakan sudah over kavasitas/melebihi daya angkut kapal yang seyogianya hanya dapat mengangkut penumpang 165 orang saja.

Ironisnya, Nakhoda kapal kayu KM Jelatik 8 ini terkesan mengelabui alias “mempermainkan” data penumpang dalam manifest. Dimana dalam manifest, penumpang hanya didaftar sebanyak 113 orang saja, Sedangkan jumlah 160 orang lagi tidak terdaftar dalam manifest.

Gambaran ini terkuak dari penjelasan tiga orang saksi penangkap/mengamankan kapal KM Jelatik 8, dari petugas patroli kapal KRI Pulau Rusa 726 milik TNI Al, diantaranya saksi Suwondo, Sumasto dan saksi Onis, dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) kelas IA Dumai, Selasa (4/9/2018).

Para saksi dari Lanal Dumai ini dihadirkan ke PN Dumai oleh Jaksa Hengky Fransiscus Munte SH. Sidang dipimpin hakim ketua Dewi Andriyani, SH dibantu hakim anggota, Alfonsus Nahak, SH dan hakim Adiswarna Chainur Putra SH CN MH, dibantu Panitera Pengganti (PP) Zainal Abidin SH.

Menurut saksi ini, kapal penumpang KM Jelatik 8 distop dan diperiksa oleh pihaknya saat kapal KM Jelatik 8 dalam perjalanan mengangkut penumpang rute pelabuhan Duku Pekanbaru-Meranti Selat Panjang sesaat kapal di wilayah perairan laut Tanjung Layang Kuala Siak, Senin (9/7/2018) lalu.

Dari hasil pemeriksaan, kata saksi, terdapat penumpang kapal sebanyak 273 orang, jumlah penumpang ini dinyatakan melebihi kafasitas muatan kapal.

Selain itu, dari jumlah penumpang 273 orang, hanya 113 orang yang terdaftar dalam manifest, sementara untuk 160 orang penumpang tidak terdaftar dalam manifest.

Menurut para saksi ini, terkait surat izin berlayar KM Jelatik 8 dinyatakan lengkap, kasusnya hanya kelebihan muatan saja dan terdapat baju pelampung menurut saksi tidak layak lagi.

Dijelaskan saksi, muatan kapal yang melebihi kapasitas muatan dapat membahayakan dan mengganggu stabilitas keseimbangan kapal saat kapal berlayar.

Pada sidang lanjutan perkara over kapasitas penumpang ini, nakhoda kapal KM Jelatik 8, Nopendra, yang ditetapkan sebagai tersangka dan terdakwa di PN Dumai, hadir dalam sidang tersebut.

Terdakwa Nopendra yang merupakan warga Tebing Tinggi ini tidak dilakukan penahanan oleh JPU.***(Tambunan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here