Seputar Eksekusi Terhadap Sebidang Tanah Di Kelurahan Bumi Ayu

0
374

DUMAI,KOMPASRIAU.com-Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Dumai akan melaksanakan Sita Eksekusi perkara No.13/Pdt.G/1994/PN.Dumai berdasarkan penetapan Ketua Pengadilan Negeri Dumai tanggal 21 Agustus 2018.

Menurut sejumlah warga di Kelurahan Bumi Ayu, bahwa pada tanggal 6 September 2018 lalu, pihak PN Dumai telah melayangkan surat undangan kepada para pihak untuk hadir pada hari Selasa, 18 September 2018, di kantor Pengadilan Negeri Dumai, dalam rapat koordinasi terkait pelaksanaan sita eksekusi sebidang tanah di Kelurahan Bumi Ayu, Kota Dumai.

Menanggapi hal tersebut, tergugat Marihot Sianturi mengatakan, ratusan KK masyarakat yang bertempat tinggal diatas lahan tersebut akan menghadiri undangan Pengadilan Negeri Dumai terkait akan dilaksanakannya Sita Eksekusi tersebut.

“Sekitar 400 orang masyarakat di Kelurahan Bumi Ayu akan hadir dalam rapat koordinasi Sita Eksekusi itu, karena permasalahan ini sudah kita informasikan kepada instansi terkait di Jakarta maupun di Provinsi Riau. Jadi pada hari Selasa saja kita beberkan semua kepada media cetak, media elektronik dan media online, terkait permasalahan ini,”ujar Marihot Sianturi kepada awak media ini hari ini, Minggu (16/9/2018).

Informasi yang berhasil dihimpun tim kompasriau.com, bahwa pihak Pengadilan Negeri Dumai akan melakukan eksekusi terhadap ratusan rumah warga yang terletak diatas tanah di lingkungan RT.13,RT.14,RT.15,RT.16, Kelurahan Bumi Ayu, Kecamatan Dumai Setalan.

Warga sebagai tergugat sejumlah 30 orang diantaranya, Abdul Kotel tergugat I, Musa tergugat II, Marihot Sianturi tergugat III, Tambir tergugat IV, Ujang tergugat V hingga 30 warga Dumai tergugat lainnya.

Sebelumnya, pihak PN Dumai sudah mengundang tergugat berjumlah 30 (tiga puluh) warga Jalan Gunung Bromo Bumi Ayu ke Pengadilan Negeri Dumai.

Terkait permohonan eksekusi terhadap sebidang tanah di lingkungan Kelurahan Bumi Ayu, Pengadilan Negeri Dumai telah memberikan para pihak termohon eksekusi dan pemohon eksekusi untuk kesempatan bermusyawarah sebagaimana amanat Undang-Undang.

Arahan kesempatan untuk dilaksanakan musyawarah sebelum PN Dumai melaksanakan tindakan eksekusi atas putusan hukum sesuai penetapan eksekusi.

Sekitar dua ratusan warga hadir di PN Dumai memenuhi panggilan juru sita PN Dumai, mendapat arahan dan penjelasan soal aanmaning bagi warga termohon eksekusi oleh Agus Rusianto, Rabu (2/5/2018).

Advokat, Hotland, SH sebagai kuasa tergugat III, Marihot Sianturi, ketika dikonfirmasi awak media ini mengatakan, ratusan warga yang berdomilisi diatas tanah terperkara telah melakukan upaya perlawan hukum terhadap putusan perkara tersebut, karena menurut Hotland, puluhan masyarakat yang berdomisili di atas tanah tersebut tidak pernah sebagai tergugat dalam perkara tersebut.

“Tergugat III tidak pernah diikutkan pada sidang pemeriksaan setempat (PS). Begitu juga pimpinan Gereja yang sudah lama berdomisili diatas terperkara tersebut tidak pernah sebagai tergugat dan tidak pernah menerima surat dari Pengadilan Negeri Dumai,”terang Hotland.

Untuk diketahui, bahwa para tergugat Abd Kotel dan kawan-kawannya (dkk) telah melakukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA RI), namun dalam putusan MA Nomor 2544 K/Pdt/1996 dan putusan MA nomor 95 PK/Pdt/2002, tanggal 22 Desember 2002, memenangkan penggugat atau mengalahkan Abd Kotel, dkk.

Selain itu, PT Caltex Pacific Indonesia (CPI), sekarang PT Chevron Indonesia, telah mengajukan perlawanan kepada PN Dumai, namun, atas perlawanan PT CPI tersebut, Pengadilan Negeri (PN) Dumai menyatakan Bantahan/perlawanan PT CPI tidak dapat diterima, hal tersebut tertuang dalam putusan PN perkara nomor 11/Pdt/PLW/2004/PN.DUM, tanggal 21 Desember 2004.

Putusan MA tersebut sudah dua puluhan tahun, kemudian pihak penggugat dalam hal ini pemohon eksekusi melayangkan permohonan eksekusi kepada PN Dumai tertanggal 19 Maret 2018, memohon eksekusi terhadap putusan nomor 13/Pdt/G/1994/PN.DUM tertanggal 13 Januari 1995.

Permohonan eksekusi diajukan oleh Onike Simbolon, beralamat di Kamp Kancah, Cihideung Parompong, Bandung Barat dan Sahat Simbolon, warga Jaya Mukti Kota Dumai, merupakan ahli waris Barita Simbolon (Alm).***(Red)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here