Hakim PN Dumai Tolak Gugatan PT DBU

0
48

DUMAI, KOMPASRIAU.com-Perkara Yulius SH MH, pimpinan PT Dahlia Bina Utama yang menggugat KSOP dan PT Pelindo I, akhirnya “kandas” ditangan Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) kelas IA Dumai, Selasa (29/9/2018).

Pasalnya, gugatan Yulius menggugat para tergugat (KSOP dan Pelindo I) dengan gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) tidak diterima majelis hakim alias gugatan penggugat ditolak.

Sedangkan eksepsi para tergugat I, II, III dan tergugat IV, dalam amar putusan perkara ini diterima oleh majelis hakim Aziz Muslim SH, Renaldo MH Tobing SH dan hakim Muhammad Sacral Ritonga SH yang memeriksa perkara ini.

Atas putusan majelis hakim menolak gugatan penggugat, Yulius SH MH lewat pengacaranya Raja Junaidi SH masih menyebut pikir-pikir apakah Junaidi melakukan upaya banding atau menerima putusan tersebut.

Yulius SH MH, selaku Pimpinan Cabang PT Dahlia Bina Utama pada tanggal 7 Februari 2018 lalu sebagai penggugat mendaftarkan gugatan PMH di PN kelas IA Dumai.

Dalam gugatan PMH ini, Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas I Dumai adalah sebagai tergugat I dan Kementerian Perhubungan Cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Dirjenhubla) Jakarta selaku tergugat II.

Selain KSOP Dumai dan Dirjenhubla status tergugat dalam perkara ini, GM PT Pelindo I Cabang Dumai, juga terseret sebagai tergugat III dan demikian Direktur Umum PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) Pusat Medan pun sebagai tergugat IV.

Bahwa gugatan penggugat (Yulius) muncul menggugat para tergugat berawal karena kegiatan bongkar muat BBM ke kapal di dermaga Pelindo I Cabang Dumai yang di suplay oleh perusahaan Yulius, kemudian mendapat larangan dari pihak KSOP Dumai.

Dimana larangan yang dilakukan oleh KSOP terhadap perusahaan BBM tidak boleh lagi melakukan bongkar BBM di dermaga pelabuhan Dumai merupakan tindaklanjut atas terbitnya telegram dari Dirjenhubla Jakarta.

Munculnya larangan tidak boleh lagi kegiatan bongkar muat BBM dari truck tanki BBM ke kapal di dermaga pelabuhan, dalam sidang perkara ini disebut untuk menghindari atau mengantisipasi terjadinya kebakaran sebagaimana pernah terjadi kebakaran di salah satu pelabuhan Pelindo.

Sedangkan untuk bankering BBM para kapal yang membuthkan BBM diarahkan satu pintu pada Ponton Banker PT Patra Niaga bertempat di perairan laut pinggir kawasan pelabuhan Dumai.

Semntara itu, dengan adanya telegram larangan tersebut, maka usaha suplay BBM ke kapal di dermaga pelabuhan Pelindo I Cabang Dumai yang sebelumnya sudah lama dilakukan oleh perusahaan Yulius menjadi stop sehingga Yulius menyebut dalam gugatannya mengalami kerugian besar.***(Tambunan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here