Kejari Dumai Musnahkan 700 Ballpress Kain Bekas Hasil Tindak Pidana

0
87

DUMAI, KOMPASRIAU.com-Kejaksaan Negeri Dumai, sekitar pukul 09. 15. Wib, Selasa (9/10/2018), melaksakan pemusnahan terhadap 700 ballpress kain bekas, merupakan barang bukti hasil tindak pidana penyeludupan perkaranya sudah incrah.

Lokasi pemusnahan barang bukti (BB) ini dipilih di kawasan lahan Tempat Pembuangan hasil Ahir (TPA) milik Pemko Dumai di Kelurahan Mekar Sari, Kecamatan Dumai Selatan, Kota Dumai.

Selain pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Dumai, sejumlah pejabat forkopinda turut diundang melakukan pembakaran bb tersebut, diantaranya Walikota Kota Dumai diwakili Wakil Walikota, Eko Suharjo, Ketua DPRD Dumai, Gusri Effendi.

Demikian Danlanal Dumai diwakili Pasop Zurahim, perwakilan Dandim 0320, Ketua PN Dumai Hendri Tobing SH, Kepala Dinas Kesehatan diwakili Sekretaris dr Syaiful, BNN Dumai dan pejabat lainnya bersamaan menyulut api membakar BB itu.

Kegiatan pemusnahan BB tersebut dipandu dan dibuka oleh Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) kejari Dumai, Antonius Zega SH dilanjut penyampaian kata sambutan dari Kepala Kejari Dumai, Mat Perang Yusuf SH memaparkan tentang kegiatan pemusnahan.

Menurut Kajari Dumai, Mat Perang Yusuf SH, seluruh barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil tangkapan pihak aparat hukum di Kota Dumai, diantaranya jajaran polres Dumai, Bea Cukai dan TNI AL Dumai.

“Barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil tindak pidana perkaranya sudah incrah atau putusan perkara sudah berkekuatan hukum tetap”, imbuh Kajari.

Sementara itu, Kasi Pidum Antonius Zega SH, menyebut, barang bukti yang dimusnahkan dengan cara dibakar itu terdiri dari 74 perkara pidana umum dan 2 perkara pidana khusus merupakan tindak pidana antara tahun 2017 hingga tahun 2018.

Jenis barang bukti dimusnahkan kata Zega, diantaranya 700 lebih ballpress kain bekas dan jaring pukat harimau merupakan hasil tegahan pihak Lanal Dumai.

Sedangkan BB hasil tangkapan pihak jajaran Polres Dumai terdapat sejumlah 119 karton rokok merek Lufman dan sejumlah bb handphone dari tindak pidana narkotika melanggar UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Demikian hasil tegahan pihak Bea dan Cukai Dumai dengan perbuatan tindak pidana kepabeanan dan cukai terdapat 200 karton berbagai jenis dan merek barang dagangan seludupan, mulai dari kosmetik, kopi tiam, obat kuat, obat fortico dan sejumlah merek lainnya turut dimusnahkan, jelas Zega.***(Tambunan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here