Peredaran MMEA Dan Pakaian Bekas Berpotensi Mengganggu Industri Dalam Negeri

0
73

DUMAI, KOMPASRIAU.com-Kepala Kantor Pengawasan, Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Dumai, Fuad Fauzi, mengungkapkan terhadap barang bukti 399 botol Minuman Mengandung Ethil Alkohol (MMEA) yang berhasil diamankan berpotensi terhadap kerugian negara.

Potensi kerugian negara terhadap impor ilegal minuman alkohol 399 botol yang berhasil ditangkap, disampaikan oleh Fuad Fauzi pasca dilangsungkannya ekspos Barang Bukti (BB) hasil penindakan BC Dumai periode ke III tahun 2018, Kamis (11/10/2018).

Menurut Fuad Fauzi, potensi kerugian negara merupakan nihilnya penerimaan bea masuk, Cukai dan Pajak dalam rangka impor dan beredarnya MMEA tanpa dilengkapi pita cukai (ilegal) mencapai Rp 357.467.605,00.

Demikian terhadap nilai barang berdasarkan harga pasar, kata Kakan BC Dumai, Fuad Fauzi mencapai pada angka Rp 164.500.000,00.

Sementara itu lanjut Fuad Fauzi dalam paparannya mengatakan, terhadap masuknya kain bekas ilegal ke dalam negeri juga berdampak buruk dan berpotensi pada kerugian penerimaan negara.

Dimana lanjut Fuad Fauzi menyebut, bahwa nilai barang terhadap 571 balepress ilegal berdasarkan harga pasar mencapai Rp 1, 7 miliar lebih.

“Selain potensi kerugian penerimaan negara atas beredarnya minuman alkohol ilegal dan pakaian bekas ilegal, juga menimbulkan kerugian imaterial berupa potensi gangguan terhadap industri dalam negeri”, imbuh Fuad Fauzi.

Bahwa terhadap tindakan pelaku dugaan tindak pidana penyeludupan tersebut, Fuad Fauzi menyenbut referensinya melanggar pasal 54 dan atau pasal 56 dan pasal 66 UU Cukai dan UU tentang kepabeanan pasal 102 huruf (f) serta Permendag nomor 51 tahun 2015 tentang larangan impor pakaian bekas, jelas Fuad.***(Tambunan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here